Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Khabib Nurmagomedov Blak-blakan Akui Sakit Hati dengan Thierry Henry, Ada Apa?
Advertisement . Scroll to see content

Justin Gaethje Selangkah Lagi Ukir Sejarah Bonus UFC

Jumat, 02 Januari 2026 - 08:00:00 WIB
Justin Gaethje Selangkah Lagi Ukir Sejarah Bonus UFC
Justin Gaethje. (Foto: UFC)
Advertisement . Scroll to see content

LAS VEGAS, iNews.id – Justin Gaethje selangkah lagi mengukir sejarah bonus UFC jelang duel panas melawan Paddy Pimblett pada UFC 324 yang memperebutkan gelar interim kelas ringan. Pertarungan ini akan digelar pada 24 Januari dan menjadi ajang bernomor pertama UFC dalam era kontrak siaran terbaru. Selain sabuk interim, laga tersebut membuka peluang besar bagi Gaethje mencetak rekor finansial langka.

Petarung berjuluk The Highlight itu dikenal sebagai mesin hiburan UFC. Gaya bertarung agresif dan brutal membuatnya nyaris selalu terlibat duel berdarah yang berujung bonus pasca-pertarungan.

Menjelang UFC 324, total bonus yang sudah dikumpulkan Justin Gaethje mencapai USD950.000 atau setara Rp15,86 miliar. Artinya, satu bonus lagi akan membawanya menembus angka USD1 juta atau sekitar Rp16,69 miliar.

Gaethje sempat mengancam pensiun awal tahun ini jika tidak mendapat kesempatan perebutan gelar. Meski gagal memperoleh duel sabuk utama, dia akhirnya dipercaya tampil di laga interim setelah Ilia Topuria memutuskan rehat sementara.

Usia 37 tahun tidak menggerus reputasinya. Gaethje tetap dipandang sebagai salah satu petarung paling berbahaya dan paling dinanti aksinya setiap kali naik oktagon.


Mesin Bonus Sejak Awal Karier

Reputasi Justin Gaethje sebagai pemburu bonus sudah terbentuk jauh sebelum masuk UFC. Saat masih berlaga di World Series of Fighting, kini dikenal sebagai PFL, dia menuntaskan delapan dari sembilan pertarungan tanpa perlu keputusan juri.

Debutnya di UFC pada 2017 langsung menggemparkan. Gaethje menghadapi Michael Johnson dan mengakhiri laga dengan KO brutal di ronde kedua melalui serangan lutut.

Penampilan tersebut langsung mengantarnya meraih dua bonus sekaligus, Performance of the Night dan Fight of the Night, dengan total USD100.000 atau sekitar Rp1,67 miliar.

Menariknya, dua kekalahan beruntun setelah debut juga tetap menghasilkan bonus Fight of the Night. Setiap laga Gaethje selalu menjanjikan pertarungan sengit tanpa kompromi.

Setelah itu, Gaethje bangkit dengan empat kemenangan beruntun dan kembali mengantongi bonus di setiap laga. Dari total 14 pertarungan UFC yang sudah dijalani, hanya dua laga tanpa bonus, yakni saat kalah dari Khabib Nurmagomedov dan Charles Oliveira.

Momen paling ironis terjadi di UFC 300. Gaethje kalah KO dalam salah satu penyelesaian paling brutal sepanjang sejarah UFC, namun tetap diganjar bonus Fight of the Night senilai USD300.000 atau sekitar Rp5 miliar.

Kini, duel melawan Paddy Pimblett membuka peluang emas. Terlepas dari hasil akhir, gaya bertarung Gaethje membuat kans bonus kembali terbuka lebar.

Jika sukses menembus bonus USD 1 juta, Gaethje akan menyamai pencapaian Charles Oliveira. Petarung Brasil itu menjadi yang pertama mencapai tonggak tersebut setelah menang atas Michael Chandler di UFC 309.

UFC 324 bukan sekadar perebutan sabuk interim. Laga ini berpotensi menjadi panggung sejarah bagi Justin Gaethje sebagai salah satu petarung paling konsisten menghasilkan bonus sepanjang era modern UFC.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut