Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadwal Indonesia vs China di Final Bulutangkis Beregu Putra Asian Games 2026, Main Jam Berapa?
Advertisement . Scroll to see content

Karateka Indonesia Coki Sanistyrani Tutup Asian Games Terakhir dengan Momen Tak Terlupakan

Kamis, 24 September 2026 - 09:30:00 WIB
Karateka Indonesia Coki Sanistyrani Tutup Asian Games Terakhir dengan Momen Tak Terlupakan
Coki Sanistyrani menutup Asian Games terakhirnya dengan medali perunggu karate kumite -55 kg putri dan mengaku tampil tanpa beban. (Foto: NOC Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

NAGOYA, iNews.id – Karateka Indonesia Cok Istri Agung Sanistyrani menutup perjalanan Asian Games terakhirnya dengan hasil manis setelah meraih medali perunggu nomor kumite -55 kilogram putri di Aichi-Nagoya 2026.

Coki memastikan medali tersebut setelah mengalahkan karateka Singapura, Hafezan Marissa, dengan skor 7-3 dalam pertandingan perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Toyohashi City General Gymnasium, Selasa (22/9/2026).

Sebelumnya, langkah Coki menuju final harus terhenti setelah kalah dari karateka Iran, Fatemehzahra Saeidabadi, dengan skor 0-8 pada babak semifinal.

Meski gagal melaju ke partai puncak, Coki tetap menikmati seluruh proses perjalanannya di Asian Games 2026. Dia memilih tampil tanpa tekanan dan hanya fokus memberikan kemampuan terbaik di atas tatami.

"Ya lumayan cukup seru. Aku sendiri selama pertandingan, selama dari persiapan sampai ke tempat pertandingan, sampai tatami tuh enjoy. Enjoy banget, aku lepas semua beban," ujar Coki di Rumah Indonesia, Rabu (23/9/2026), dikutip dari rilis resmi NOC Indonesia.

Bagi atlet asal Bali tersebut, hal terpenting dalam pertandingan terakhirnya di Asian Games adalah menunjukkan performa maksimal.

"Tekadku cuma satu, yaitu nampilin yang terbaik aja," kata Coki.


Medali Perpisahan yang Penuh Makna

Medali perunggu Aichi-Nagoya memiliki arti khusus bagi Coki karena menjadi penampilan terakhirnya di ajang Asian Games. Dia mengaku tidak lagi membebani diri dengan target pribadi, melainkan ingin menikmati momen sebelum menyerahkan estafet kepada generasi berikutnya.

Meski Asian Games menjadi panggung terakhirnya, perjalanan Coki di dunia karate belum sepenuhnya berakhir. Dia masih akan tampil dalam satu turnamen lagi bersama tim kumite Indonesia pada kejuaraan dunia bulan depan.

"Bulan depan aku masih ada turnamen. Kebetulan kita kemarin di Kejuaraan Asia di Bali dan kita lolos di tim kumite untuk kejuaraan dunia. Jadi aku enjoy last games-ku di situ, sembari kawal adik-adik yang nanti akan jadi penerus di karate Indonesia," tutur Coki.

Perjalanan Coki menuju podium Asian Games 2026 berlangsung penuh perjuangan. Dia mengawali kompetisi dengan kemenangan 6-1 atas Alisha pada babak 16 besar.

Pada babak perempat final, Coki kembali tampil kuat dengan mengalahkan karateka Makau, Lei Hong Kio, dengan skor 8-5. Setelah terhenti di semifinal, dia bangkit dan memastikan perunggu lewat kemenangan atas Hafezan Marissa.

Sebelum berangkat ke Jepang, Coki tidak memasang target warna medali tertentu. Dia hanya ingin memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang medali dari Asian Games terakhirnya.

Di akhir perjuangannya, Coki menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, pelatih, Semeton Karate Bali, PB Forki, hingga seluruh Tim Indonesia yang memberikan dukungan selama bertanding di Aichi-Nagoya.

"Terima kasih juga untuk Tim Indonesia, CdM, sudah support kami, mengakomodir segala hal yang kami perlukan untuk bisa tampil maksimal mungkin di Aichi-Nagoya," ucap Coki.

Medali perunggu ini menjadi penutup perjalanan panjang Coki Sanistyrani di Asian Games. Dia meninggalkan panggung tersebut dengan pencapaian dan pesan penting bagi para penerus karate Indonesia.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut