Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tradisi Juara Umum, Indonesia Optimistis Pertahankan Dominasi di ASEAN Para Games 2025
Advertisement . Scroll to see content

Kembali ke Thailand, Teodora Audi Bidik Medali ASEAN Para Games 2025 di Tanah Kenangan

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:41:00 WIB
Kembali ke Thailand, Teodora Audi Bidik Medali ASEAN Para Games 2025 di Tanah Kenangan
Teodora Audi Ayudya Ferelly Esant membidik prestasi di ASEAN Para Games 2025. (Foto: NPC Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

NAKHON RATCHASHIMA, iNews.idTeodora Audi Ayudya Ferelly Esant langsung memasang target prestasi tinggi di ASEAN Para Games 2025 dengan membawa memori emas Thailand sebagai bahan bakar utama. Atlet para panahan asal Yogyakarta tersebut kembali ke negeri yang menjadi titik balik karier internasionalnya.

Thailand memiliki makna khusus dalam perjalanan Teodora Audi. Negara ini menjadi panggung pertama saat dia tampil di level internasional pada Asian Para Archery Championship 2023 di Bangkok. Turnamen tersebut menjadi awal ledakan prestasi yang mengubah kariernya secara drastis.

Pada ajang itu, Teodora Audi membuat kejutan besar. Dia merebut medali emas nomor women single compound dalam debutnya membela Indonesia. Prestasi tersebut sekaligus mengantarkannya mengamankan tiket tampil di Paralimpiade Paris 2024.

Dua tahun berselang, Teodora Audi kembali ke Thailand dengan misi berbeda. ASEAN Para Games 2025 menjadi panggung baru untuk melanjutkan cerita manis yang pernah dia torehkan. Turnamen ini juga menjadi pengalaman pertamanya tampil di ajang multievent Asia Tenggara.

"Ini pertama kali saya mengikuti ASEAN Para Games," kata Teodora Audi, Minggu (18/1/2026).

Berbeda dengan Bangkok, venue panahan di Nakhon Ratchashima menghadirkan tantangan teknis baru. Teodora Audi bersama tim sudah mencoba arena pertandingan untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan yang tidak biasa.

"Biasanya kalau lomba di Bangkok. Jadi sekarang beradaptasi lagi karena (venue para panahan) tidak rumput, agak berpasir. Itu pengaruh, seperti kering dan kena debu," jelas Teodora Audi.

Di atas lapangan, Teodora Audi sudah memiliki gambaran kekuatan lawan, khususnya di sektor women compound. Meski begitu, dia menilai tantangan terbesar justru datang dari dirinya sendiri.

"Menurut saya, musuh terbesar tetap diri sendiri. Ya ada sih lawan yang tangguh, salah satunya dari Singapura. Dia bagus," ujar Teodora Audi.

Bagi Teodora Audi, target medali di Thailand memiliki makna personal yang dalam. Prestasi menjadi simbol perjuangan panjang sejak kecelakaan pada usia 17 tahun yang membuatnya mengalami kelumpuhan pada anggota gerak bagian bawah. Olahraga para panahan awalnya hanya menjadi terapi penguatan tangan yang disarankan orang tuanya.

"Membayangkan untuk menjadi Audi yang sekarang saja tidak pernah. Membayangkan bisa ke Paralimpiade juga tidak. Aku dulu di daerah saja masih seperti berat banget, masih banyak pikiran. Jadi sampai sini bersyukur dan berterima kasih," ungkap Teodora Audi.

"Kalau bisa nih, misal aku dapet medali nih satu, kalau bisa dibagi dicuwil-cuwil (dipotong-potong), maka kubagi ke mereka. Karena medali itu cuman satu, tapi orang di belakangnya tuh banyak banget yang mendukungku," imbuhnya.

Sementara itu, pelatih para panahan Indonesia Rameez Ali Surya Negara memastikan persiapan seluruh atlet berjalan optimal. Cabang para panahan yang masuk proyeksi Paralimpiade Los Angeles 2028 telah menjalani program latihan intensif selama 12 bulan tanpa jeda.

"Untuk sementara ini kami menargetkan raihan dua medali emas, dua perak dan tiga perunggu. Akan tetapi kami optimistis dengan perolehan medali yang mungkin bisa lebih dari ekspektasi," tegas Rameez Ali.

Tim para panahan Indonesia menurunkan 10 atlet yang terdiri atas enam atlet recurve dan empat atlet compound. Rameez menyebut format pertandingan ASEAN Para Games 2025 memiliki perbedaan dari kompetisi sebelumnya, namun tidak mengganggu kesiapan tim.

"Kita melihat memang format pertandingannya baru, tidak seperti kompetisi-kompetisi pada umumnya. Mungkin ini menyesuaikan juga dari tim Thailand dengan format latihannya. Tetapi yang jelas kami tetap siap, karena kebetulan format tim Thailand dan format tim Indonesia tidak jauh berbeda," ungkap Rameez.

Untuk Teodora Audi, tim pelatih memberikan target dua medali perak dari nomor single women compound dan mixed compound. Rameez berharap anak asuhnya mampu kembali melesat di tanah yang pernah memberinya kenangan emas.

"Insya Allah, semoga Audi bisa melesat menuju prestasi yang lebih baik," ucap Rameez.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut