Kostum Leak Bali di Merdeka Run 2026 Curi Perhatian, Dika Bawa Misi Selamatkan Budaya Indonesia
JAKARTA, iNews.id – Merdeka Run 2026 menghadirkan cerita unik dari ribuan peserta, salah satunya Muhammad Ikhsan A.P atau Dika yang berhasil menyelesaikan lari sejauh 8 kilometer dengan mengenakan kostum seni tradisional Leak Bali. Aksi tersebut mengantarkannya meraih penghargaan Best Costume Budaya dalam ajang yang digelar di Jakarta.
Dika, yang berdomisili di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tampil berbeda dibandingkan peserta lain saat mengikuti Merdeka Run 2026. Di tengah ribuan pelari yang mengenakan pakaian olahraga, dia justru berlari menggunakan kostum khas budaya Bali lengkap dengan ornamen tradisional.
Keikutsertaan Dika dalam Merdeka Run 2026 bukan hanya untuk mengikuti kompetisi olahraga. Dia menganggap ajang tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas.
"Terus alasannya kenapa ikut Merdeka Run itu pastinya karena memang selalu setiap tahunnya, alhamdulillah ini tahun kedua ya buat ikut Merdeka Run dan sungguh luar biasa banget, apalagi ini sebagai salah satu cinta kita terhadap tanah air juga," kata Dika usai menerima penghargaan di Monas, Sabtu (29/8/2026).
Pilihan menggunakan kostum Leak Bali juga memiliki alasan khusus. Dika ingin membawa pesan mengenai pentingnya menjaga budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman dan masuknya pengaruh budaya asing.
"Terus kenapa milih Leak Bali ini? Karena menurut saya sekarang kita tuh, negara kita tuh lagi dijajah sama bangsa kita sendiri, terutama budaya ini. Makanya saya mengambil selalu tema budaya, terutama Leak Bali," ungkap dia.
Dika mengaku prihatin melihat perubahan identitas budaya di sejumlah wilayah wisata Indonesia, termasuk Bali. Melalui kostum Leak Bali, dia ingin mengingatkan masyarakat jika budaya daerah merupakan bagian penting dari identitas bangsa.
"Karena saat ini kita dijajah oleh bangsa luar, terutama di Bali. Sampai orang luar masuk ke sini dan di sini tujuan saya untuk memperkenalkan Bali adalah punya kita, bukan punya orang luar," tambah Dika.
Untuk tampil maksimal di Merdeka Run 2026, Dika harus melakukan persiapan khusus. Kostum yang dikenakan memiliki berat hampir 10 kilogram, termasuk bagian kepala dan berbagai aksesori pendukung.
"Kalau saat ini alhamdulillah ini kebetulan sebagiannya ini saya buat sendiri, sebagiannya itu terutama untuk di kepalanya itu kita beli dan juga ada yang sewa. Kemudian untuk bagian aksesorisnya ini beberapa saya buat tadi malam dan kebetulan belum tidur juga sih. Untuk beratnya itu hampir 10 kilo," beber dia.
Meski harus berlari dengan beban tambahan, Dika tidak menjadikan kecepatan sebagai target utama. Dia lebih ingin memberikan semangat kepada peserta lain dan membuat suasana perlombaan semakin meriah.
"Tujuan saya untuk lari pakai kostum adalah bukan untuk mengejar pace, tapi tujuannya untuk mensupport teman-teman kita yang lagi jalan, yang lari buat makin happy di race," jelas Dika.
Kehadiran Dika dengan kostum Leak Bali mendapat perhatian sepanjang rute perlombaan. Dia mendapatkan dukungan dari masyarakat, petugas keamanan, hingga sejumlah pejabat yang melihat aksinya.
"Iya, kebetulan dapat mention banget tadi dari Pak Sekretaris Negara juga, Pak Kemenpora. Terus dapat dari Menteri Kemenpora juga, terus juga disorak-sorakin sama warga sekitar, dan bahkan sekuriti-sekuriti di jalan sampai nyuarain 'Gokil ini mah Bali, udah tentunya pasti best costume'," papar Dika.
Dika mengaku sejak awal sudah menargetkan penghargaan Best Costume Budaya. Baginya, penghargaan tersebut bukan tujuan utama, melainkan sarana untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga budaya Indonesia.
"Ini sebenarnya udah diniatin pasti dan harus gitu, karena itu tujuannya. Tujuan saya di sini adalah untuk mensupport bahwa Bali itu ada dan untuk kita," pungkas Dika.
Editor: Abdul Haris