Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hadiah Uang French Open 2026 Naik, Petenis Dunia Justru Protes
Advertisement . Scroll to see content

Legawa Harus Kalah Jelang Akhir Karier, Ini Profil Andy Murray

Selasa, 15 Januari 2019 - 09:35:00 WIB
Legawa Harus Kalah Jelang Akhir Karier, Ini Profil Andy Murray
Reaksi Petenis Inggris Andy Murray saat dikalahkan Petenis Spanyol Roberto Bautista Agut 4-6, 4-6, 7-6, 7-6 dan 2-6 pada pada putaran pertama Australia Terbuka 2019, Senin (14/1/2019) malam WIB. (Foto: Greg Wood/AFP)
Advertisement . Scroll to see content

MELBOURNE, iNews.id - Petenis Skotlandia Andy Murray mengaku legawa ketika harus kalah jelang masa pensiunnya. Dia takluk dari Petenis Spanyol Roberto Bautista Agut  4-6, 4-6, 7-6, 7-6 dan 2-6 pada pada putaran pertama Australia Terbuka 2019, Senin (14/1/2019) malam WIB.

Petenis berusia 31 tahun itu mengaku puas dengan penampilannya di pertandingan tersebut. Apalagi, dia merasa sudah berjuang sekuat tenaga, mengingat cedera pinggul masih menderanya.

“Jika ini pertandingan terakhir saya, ini adalah cara yang luar biasa untuk pensiun. Saya telah memberikan segalanya di lapangan dan tampil melebihi semestinya. Saya bisa menerima jika laga ini menjadi perpisahan,” kata Murray di laman resmi ATP.

Murray sempat mengumumkan rencananya untuk pensiun akibat cedera yang tak kunjung pulih. Awalnya, dia berencana untuk gantung raket di Wimbledon 2019, Juli mendatang. Tetapi jika melihat kondisinya saat ini hal itu sulit terjadi.

Keinginan petenis peringkat 229 dunia itu untuk pensiun di Wimbledon cukup masuk akal. Dia memang memiliki kenangan manis di ajang grand slam itu, karena pernah memenangkan turnamen tersebut sebanyak dua kali, yaitu pada 2013 dan 2014. 

Terlepas dari keinginannya, Murray mengaku ragu dirinya bisa tampil di Wimbledon, sehingga laga melawan Bautista Agut berpeluang menjadi yang terakhir. Keadaan itu membuat penonton memberikan standing ovation ketika laga berakhir

“Saya emosional ketika mengumumkan rencana pensiun. Saya tidak yakin bisa tiba di Wimbledon. Atmosfer pertandingan ini luar biasa dan saya mencintainya,” ujarnya.

Namun, sang pemain masih menunggu hingga pekan mendatang, untuk menentukan masa depannya. Sepanjang kariernya, Murray tercatat telah memenangkan tiga gelar grand slam, yaitu dua Wimbledon, dan titel Amerika Serikat (AS) Terbuka 2012. Selain itu, dia juga pernah memenangkan ATP Finals pada 2016 silam.

Murray juga pernah meraih dua emas Olimpiade, pada Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016. Total, dia telah memenangkan 45 turnamen sepanjang karier profesionalnya sejak 2005.

Selain itu, Murray juga pernah mengantarkan Inggris meraih Piala Davis pada 2015. Dia memenangkan tiga dari empat laga yang diadakan, termasuk pada nomor ganda putra bersama sang kakak, Jamie Murray.

Editor: Haryo Jati Waseso

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut