Lima Emas di Leher Martina Ayu Bikin Prabowo Kagum di Istana Negara
JAKARTA, iNews.id - Martina Ayu Pratiwi mencuri perhatian Presiden Prabowo Subianto saat lima medali emas dan dua medali perak menggantung di lehernya dalam seremoni penyerahan bonus SEA Games 2025.
Momen tersebut terjadi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Prabowo tampak terpukau ketika berdiri tepat di hadapan atlet triatlon tersebut usai penyerahan bonus secara simbolis.
Presiden bahkan sempat memegang langsung medali-medali Martina. Dia terlihat menghitung satu per satu sambil berbincang ringan, disaksikan tujuh atlet lain yang berdiri di sekitarnya sambil bertepuk tangan penuh kebanggaan.
Di tengah momen itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang berada di sisi Presiden langsung menjelaskan detail prestasi Martina Ayu di ajang SEA Games 2025 Thailand.
Martina mencatatkan torehan luar biasa dengan mengoleksi total lima medali emas. Rinciannya, satu emas diraih dari nomor perorangan dan empat emas lainnya berasal dari nomor beregu.
Berkat pencapaian tersebut, Martina menerima total bonus senilai Rp3,4 miliar. Angka itu mencerminkan kebijakan bonus baru yang meningkat drastis dibanding edisi sebelumnya.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangga mendalam kepada para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa.
"Saya bangga dengan kalian, saya hormat dengan hati saya yang paling dalam atas nama seluruh rakyat Indonesia, untuk punya putra-putri yang begitu semangat," jelas Prabowo.
Menpora Erick Thohir menegaskan skema bonus SEA Games 2025 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Atlet peraih medali emas sektor tunggal menerima bonus Rp1 miliar, meningkat dua kali lipat dari edisi sebelumnya yang berada di angka Rp500 juta.
Secara keseluruhan, total bonus yang disalurkan pemerintah mencapai Rp465,2 miliar. Dana tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing atlet dan pelatih.
"Kementerian Pemuda dan Olahraga langsung mentransfer seluruh bonus kepada masing-masing atlet bapak dan juga pelatih langsung melalui Bank BRI total dananya Rp 465,2 miliar," kata Erick.
Untuk sektor tunggal, peraih medali perak menerima Rp315 juta, sementara peraih medali perunggu mendapat Rp157 juta. Skema berbeda diterapkan di nomor beregu.
Atlet peraih emas beregu memperoleh Rp500 juta per orang, peraih perak beregu Rp220,5 juta per orang, dan peraih perunggu beregu Rp110,25 juta per orang.
"Ada perhitungan sendiri untuk beregunya termasuk pelatih," jelas Erick.
Kebijakan bonus jumbo ini menegaskan komitmen negara memberi penghargaan nyata atas prestasi atlet, sekaligus menjadikan pencapaian Martina Ayu Pratiwi sebagai salah satu simbol paling mencolok dari SEA Games 2025.
Editor: Reynaldi Hermawan