Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor 157.875 Penonton, Ini Kunci Suksesnya
Advertisement . Scroll to see content

Marc Marquez Akui Ducati Kesulitan di Mandalika: Bukan Motor, Ini Salah Saya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:00:00 WIB
Marc Marquez Akui Ducati Kesulitan di Mandalika: Bukan Motor, Ini Salah Saya
Marc Marquez menolak menyalahkan pengaturan Ducati meski kesulitan mendapat traksi di MotoGP Mandalika (Foto: IG @marcmarquez93)
Advertisement . Scroll to see content

LOMBOK, iNews.id - Marc Marquez mengakui kesulitan menemukan daya cengkeram optimal saat membela Ducati di MotoGP Mandalika 2026. Meski motor Ducati terlihat kalah dalam hal traksi dibandingkan Aprilia, pembalap asal Spanyol itu menolak menyalahkan pengaturan motor dan justru mengakui masalah tersebut berasal dari dirinya.

Setelah menjalani sesi latihan Jumat, Marquez sempat menunjukkan optimisme. Dalam video terbaru Inside Ducati, dia menjelaskan kondisi lintasan yang semakin banyak dilapisi karet justru bisa membantunya tampil lebih baik.

“Semakin banyak karet di lintasan, semakin baik bagi saya… karena saya sangat mengandalkan sudut kemiringan motor,” kata Marquez dikutip dari Crash.

Namun, persoalan traksi masih berlanjut pada Sabtu. Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, kemudian menyarankan Marquez mengevaluasi posisi tubuh sekaligus pengaturan motor demi mendapatkan daya cengkeram lebih baik.

“Saya ingin menyarankan… posisi tubuhmu juga… pengaturan motor… cobalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan traksi lebih baik. Saya tidak tahu,” ujar Tardozzi.

Marquez langsung memberikan jawaban tegas. Dia menilai masalah yang dialaminya bukan disebabkan oleh pengaturan motor Ducati, melainkan performanya sendiri.

“Ini bukan pengaturan motor… ini saya. Saya tahu itu,” jawab Marquez.

Menang Sprint, tetapi Kesulitan di Balapan Utama

Meski menghadapi kendala, Marquez mampu mengejutkan tim Ducati dengan meraih kemenangan dalam balapan Sprint. Hasil tersebut diraih setelah tiga pembalap Aprilia, Raul Fernandez, Marco Bezzecchi, dan Jorge Martin, yang juga merupakan pesaingnya dalam perebutan gelar, mengalami masalah.

Akan tetapi, hasil positif di Sprint tidak berlanjut pada balapan utama Minggu. Marquez harus puas finis di posisi keenam setelah menghabiskan sebagian besar lomba bertarung dengan pembalap KTM, Pedro Acosta.

Kondisi lintasan yang sangat panas menambah berat perjuangan Marquez. Seusai balapan, dengan tubuh bermandikan keringat, dia mengungkapkan betapa panjangnya lomba tersebut saat berbicara dengan tim di area pit.

“Rasanya seperti tidak akan pernah berakhir! Suhu aspal mencapai 60 derajat,” ujar Marquez.

Persaingan Marquez dan Acosta juga diwarnai persoalan tekanan ban. Dalam rekaman wawancara televisi setelah balapan, Acosta menjelaskan alasan dirinya beberapa kali membiarkan Marquez kembali melewatinya ketika keduanya bertarung di lintasan.

“Saya benar-benar kesulitan karena tekanan ban. Kamu tidak tahu betapa parahnya!” kata Acosta.

“Ketika saya menyalipmu, saya pikir, ‘Baiklah, selesai.’ Lalu peringatan tekanan rendah itu muncul lagi, dan saya berpikir, ‘Tidak mungkin, jangan lagi!’”

Acosta kemudian menanyakan kondisi Marquez selama pertarungan mereka. Marquez menjawab dengan nada bercanda.

“Di belakangmu saya baik-baik saja, tetapi tidak saat berada di depan!” kata Marquez sambil tertawa.

Marquez Tetap Puas meski Gagal Naik Podium

Acosta akhirnya menjadi pembalap non-Aprilia dengan hasil terbaik dalam balapan utama MotoGP Mandalika. Dia finis di posisi kelima, satu tingkat di atas Marquez.

Acosta juga dipastikan akan menjadi rekan setim Marquez di tim pabrikan Ducati pada 2027. Persaingan keduanya di Mandalika pun memberikan gambaran mengenai duel yang berpotensi berlanjut ketika mereka berada dalam satu tim musim depan.

Bagi Marquez, finis keenam tetap memberikan hasil yang cukup berharga. Dia sebelumnya belum pernah menyelesaikan balapan utama hari Minggu di Mandalika hingga mencapai garis finis. Kali ini, dia berhasil menuntaskan lomba dan mempertahankan selisih dua poin dari Martin seperti saat memulai akhir pekan.

Marquez menilai hasil tersebut patut disyukuri jika melihat tantangan yang dihadapi Ducati di sirkuit Indonesia. Dia bahkan menyebut pencapaian akhir pekan itu melampaui ekspektasinya sebelum balapan dimulai.

“Pada Kamis, jika kamu mengatakan kepada saya, sepanjang akhir pekan kamu hanya kehilangan tiga poin dari Bezzecchi dan meraih poin yang sama dengan Martin, itu akan menjadi mimpi. Dan kami berhasil mencapainya,” ujar Marquez.

“Di sirkuit terburuk bagi kami, kami menjalani akhir pekan yang hebat,” lanjutnya.

Marquez kini mengalihkan perhatian ke seri MotoGP berikutnya di Phillip Island pada pekan depan. Dia akan melanjutkan perjuangannya memburu gelar juara dunia kesepuluh, dengan evaluasi terhadap performa motor dan dirinya sendiri menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan selanjutnya.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut