Marc Marquez Akui Rival Beri “Hadiah” usai Menang MotoGP San Marino 2026
MISANO, iNews.id – Marc Marquez mengakui para rivalnya memberikan “hadiah” dalam persaingan gelar MotoGP setelah dia berhasil merebut posisi puncak klasemen usai menang di MotoGP San Marino 2026.
Pembalap Ducati Lenovo itu tampil dominan di Sirkuit Misano pada Minggu dan meraih kemenangan setelah pesaing terdekatnya, Marco Bezzecchi, mengalami kecelakaan pada lap pertama.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan grand prix kelima Marc Marquez dalam tujuh balapan terakhir. Hasil itu membuat dia menyamai perolehan poin Jorge Martin dari Aprilia di klasemen, tetapi unggul dalam hitungan jumlah kemenangan.
Perjalanan Marc Marquez menuju posisi teratas klasemen berlangsung luar biasa. Pembalap asal Spanyol itu mampu membalikkan keadaan setelah sebelumnya tertinggal hingga 102 poin dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Namun, Marc Marquez tidak menutup mata terhadap faktor keberuntungan dalam persaingan musim ini. Dia menilai kesalahan para pesaingnya turut membuka jalan bagi dirinya untuk kembali berada dalam perebutan gelar juara.
"Saya siap kembali balapan di Mugello. Saat itu kondisi saya belum 100 persen, tetapi saya ingin mempersiapkan diri agar memiliki peluang memenangkan balapan. Saya tidak memikirkan kejuaraan karena saat itu semuanya belum berada di tangan saya," ujar Marc Marquez.
"Memang benar para lawan memberikan saya hadiah. Ketika saya merasakan hadiah itu, rasanya manis. Jadi saya mencoba mengambil keuntungan maksimal dari gaya balap saya, motor saya, dan tim saya," kata dia.
Sebelum kebangkitannya dimulai, Marc Marquez sempat berada di posisi kedelapan klasemen setelah MotoGP Hungaria yang menjadi seri kedelapan musim ini. Saat itu, jumlah poin dia bahkan kurang dari setengah koleksi Bezzecchi yang memimpin klasemen.
Bezzecchi sebelumnya tampil kuat dengan memenangkan empat dari tujuh balapan awal musim. Dia juga berada di posisi teratas dengan keunggulan atas Martin sebelum persaingan berubah drastis.
Titik balik terjadi di MotoGP Hungaria ketika Martin terlibat kecelakaan multi-pembalap. Setelah itu, performa Aprilia mulai terganggu, sementara Marc Marquez perlahan kembali menemukan kecepatan terbaiknya bersama Ducati.
Nasib buruk juga menghampiri Bezzecchi yang harus absen dari MotoGP Republik Ceko setelah mendapat hukuman akibat insiden dengan marshal dalam sprint race. Cedera Bezzecchi dan Trackhouse Aprilia Ai Ogura turut memengaruhi persaingan papan atas.
Di sisi lain, penurunan performa Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 membuat Marc Marquez semakin nyaman memperlebar peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia.
Kemenangan di Misano menjadi bukti lain konsistensi Marc Marquez. Padahal, duel antara dia dan Bezzecchi diprediksi menjadi salah satu pertarungan utama dalam balapan tersebut.
Bezzecchi yang start dari posisi terdepan sebenarnya tampil sangat cepat sejak awal. Namun, kesalahannya di Tikungan 13 pada lap pertama membuat salah satu pesaing utama Marc Marquez harus mengakhiri balapan lebih cepat.
Marc Marquez mengakui hasil balapan bisa saja berbeda jika dia harus bertarung langsung dengan Bezzecchi hingga garis finis.
"Pada lap pertama sangat sulit untuk mengatakan apa yang terjadi. Kami memang selalu berkendara di batas kemampuan. Di sektor tiga, Marco lebih cepat tiga persepuluh detik sepanjang akhir pekan dan pada lap pertama dia sudah melaju sangat cepat," ujar Marc Marquez.
"Kesalahan Marco sangat membantu. Balapan akan berbeda karena saya yakin dia tampil sangat baik hari ini. Namun, kami hanya melakukan yang terbaik," tambah dia.
Dengan performa impresif dalam beberapa seri terakhir, Marc Marquez kini menjadi salah satu kandidat terkuat untuk meraih gelar juara MotoGP. Perubahan besar dalam klasemen menunjukkan bagaimana kesalahan kecil rival dapat mengubah arah perebutan titel dalam waktu singkat.
Editor: Abdul Haris