Marc Marquez Belum 100 Persen tapi Puncaki Klasemen MotoGP, Aprilia Punya Masalah Besar
MISANO, iNews.id - Marc Marquez sukses menyamai Jorge Martin di puncak klasemen MotoGP 2026 meski Aprilia justru menunjukkan motor paling kompetitif dalam beberapa seri terakhir. Situasi ini yang membuat persaingan gelar semakin sulit diprediksi.
Marc Marquez kini mengoleksi 274 poin, sama dengan Jorge Martin. Namun, pembalap Ducati Lenovo itu berada di posisi teratas berkat catatan hasil balapan yang lebih baik.
Posisi tersebut terasa luar biasa jika melihat situasi Marc beberapa bulan lalu. Setelah MotoGP Italia pada Mei, dia masih tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen. Ketika itu, Marc bahkan terlihat hampir tersingkir dari persaingan gelar dunia.
Marc sebelumnya harus menjalani operasi untuk mengatasi masalah saraf yang sudah lama mengganggu. Cedera tersebut merupakan dampak dari kecelakaan di MotoGP Indonesia pada Oktober tahun lalu.
Namun, setelah kembali, Marc justru tampil luar biasa. Dari tujuh balapan setelah MotoGP Italia, tersedia 259 poin untuk diperebutkan. Marc berhasil mengamankan 203 poin dari jumlah tersebut.
Sebagai perbandingan, Jorge Martin hanya mengumpulkan 118 poin dalam periode yang sama. Marco Bezzecchi bahkan hanya mendapat 68 poin. Performa Marc itu membuat defisit 102 poin yang sebelumnya memisahkannya dari puncak klasemen lenyap begitu saja.
Kebangkitan Marc semakin mengejutkan karena kondisi fisiknya juga belum sepenuhnya pulih. Menurut dokter bedahnya, bahu kanan Marc saat ini hanya bekerja sekitar 50 persen dari kapasitas maksimalnya.
Situasi tersebut membuat Marc tampil dengan kondisi fisik yang berbeda dibandingkan saat dia menjadi juara dunia musim lalu. Namun, dia justru mampu memenangkan lima balapan sejak MotoGP Italia, dengan empat kemenangan di antaranya berasal dari akhir pekan yang menyediakan 37 poin.
Marc juga mengakui perubahan kondisi mental setelah mengungkapkan kondisi fisiknya melalui media sosial. Unggahan tersebut memperlihatkan kerusakan di area bisep kanannya setelah bertahun-tahun mengalami masalah.
“Hal yang terjadi setelah Aragon membantu saya untuk lebih berkonsentrasi dan rileks, serta terbuka kepada semua orang jika saya akan memberikan yang terbaik dengan apa yang saya miliki. Itulah yang saya lakukan. Ini memberi saya perasaan yang saya yakini saya perlukan untuk bertarung memperebutkan kejuaraan,” ujar Marc di Misano.
Menurut Marc, keterbukaan soal kondisi fisiknya justru membuat dia merasa lebih bebas. Kondisi tersebut juga memberikan keuntungan dalam pertarungan menuju gelar karena hasil luar biasanya kini terlihat dalam konteks yang berbeda.
Jika Marc gagal menjadi juara dunia musim ini, ada alasan kuat di balik hasil tersebut. Kegagalan itu tidak otomatis berkaitan dengan kecepatan Marc, performa Ducati, atau kemampuan para rivalnya.
Aprilia justru memiliki motor yang dinilai lebih unggul saat ini. Departemen teknik Aprilia di Noale berhasil membawa RS-GP menjadi salah satu, bahkan disebut sebagai motor terbaik di grid pada periode tersebut.
Namun, keunggulan teknis Aprilia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan posisi di klasemen. Bezzecchi kehilangan banyak poin setelah empat balapan Minggu berturut-turut tanpa mencetak poin sebelum jeda musim panas.
Jorge Martin juga mengalami sejumlah masalah. Di Misano, balapannya terganggu masalah arm pump yang datang secara tidak terduga. Padahal, tanpa persoalan tersebut, Martin dinilai memiliki kecepatan untuk memenangkan balapan.
Masalah Martin juga berpotensi semakin besar karena dia mungkin harus menjalani operasi setelah seri Austria. Jadwal balapan yang padat membuat situasi tersebut menjadi perhatian tersendiri dalam perebutan gelar.
Aprilia juga kehilangan Ai Ogura yang harus absen sejak sebelum MotoGP Aragon. Absennya Ogura membuat salah satu kandidat potensial dalam perebutan gelar untuk Aprilia ikut tersingkir dari persaingan.
Pada akhirnya, berbagai kemungkinan tidak akan mengubah hasil kejuaraan. Aprilia mulai merasakan sulitnya persaingan gelar setelah Bezzecchi gagal memanfaatkan peluang besar di Misano untuk mendekati kembali puncak klasemen.
Padahal, dari sisi performa motor, Aprilia tampil sangat kuat di Misano. Meski terdapat beberapa bagian lintasan yang lebih menguntungkan Ducati, RS-GP tetap terlihat sebagai motor yang lebih cepat secara keseluruhan.
Bukti paling jelas terlihat dari catatan Bezzecchi saat kualifikasi. Dia mencetak rekor pole lap di bawah 1 menit 30 detik, sebuah performa yang memperlihatkan betapa kuatnya Bezzecchi dan RS-GP ketika berada dalam kondisi terbaik.
Martin tidak mampu mendekati catatan tersebut meski menggunakan ban lunak sepanjang akhir pekan. Sementara itu, Raul Fernandez sebagai satu-satunya pembalap Trackhouse terlihat kesulitan bersaing dengan kelompok terdepan.
Kondisi tersebut mempertegas ironi persaingan MotoGP 2026. Aprilia memiliki motor yang sangat cepat, tetapi Marc Marquez dengan kondisi fisik yang belum mencapai 100 persen justru berhasil menghapus ketertinggalan 102 poin dan kini berdiri sejajar dengan Martin di puncak klasemen.
Marc pun secara resmi berada di posisi pertama berkat keunggulan hasil balapan. Persaingan menuju gelar MotoGP 2026 semakin terbuka, sementara Aprilia harus segera mengubah keunggulan performa motor menjadi hasil maksimal jika ingin merebut kembali kendali kejuaraan.
Editor: Reynaldi Hermawan