Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jelang Balapan Valencia, Marquez Enggan Minta Bantuan Honda
Advertisement . Scroll to see content

Marc Marquez Bisa Tinggalkan Ducati Lebih Cepat, Ada Klausul Rahasia dalam Kontraknya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:00:00 WIB
Marc Marquez Bisa Tinggalkan Ducati Lebih Cepat, Ada Klausul Rahasia dalam Kontraknya
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Speedweek)
Advertisement . Scroll to see content

BOLOGNA, iNews.id Marc Marquez bisa meninggalkan Ducati lebih cepat meski sudah memiliki kontrak hingga akhir 2028. Klausul dalam kontraknya kini menjadi sorotan setelah manajer MotoGP Carlo Pernat mengungkap adanya opsi yang memungkinkan pembalap asal Spanyol itu pergi jika kondisi fisiknya tidak memungkinkan dia bersaing memperebutkan gelar juara dunia.

Marquez menjalani musim yang penuh pasang surut setelah menjadi juara dunia MotoGP 2025. Dia sempat kesulitan menemukan ritme terbaik pada awal musim sebelum mengalami kecelakaan di Le Mans pada Mei 2026 yang membuatnya mengalami patah pergelangan kaki dan harus menjalani operasi.

Cedera tersebut membuat Marquez absen pada MotoGP Prancis dan balapan berikutnya di Barcelona. Dia juga mengaku mengalami rasa sakit akibat persoalan pada sekrup bahunya hingga sempat muncul kekhawatiran mengenai kelanjutan kariernya.

Namun, Marquez tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk kembali ke performa terbaik. Sekitar dua bulan setelah cedera, dia kembali meraih kemenangan dan kemudian menandatangani kontrak baru bersama Ducati yang berlaku hingga akhir 2028.

Klausul Kontrak Marquez Jadi Sorotan

Carlo Pernat mengungkap kontrak baru Marquez bersama Ducati memiliki format dua tahun dengan skema 1+1. Menurut dia, ada opsi bagi Marquez untuk pergi setelah satu tahun jika kondisi fisiknya tidak memungkinkan dia kembali bertarung dalam perebutan gelar.

"Kontrak yang sudah ditandatangani berdurasi dua tahun, yaitu 1+1. Artinya, jika setelah satu tahun kondisi fisiknya tidak memungkinkan dia bertarung memperebutkan gelar, dia bebas pergi," kata Pernat seperti dikutip La Sexta.

Pernat menilai kesepakatan tersebut cukup adil bagi Marquez dan Ducati. Menurut dia, Ducati juga sudah memiliki rencana alternatif jika kondisi Marquez tidak memungkinkan dia melanjutkan kerja sama.

"Untuk bisa mempertahankan dia, ini kontrak yang sangat adil. Sementara itu, rencana B sudah mulai dijalankan dengan Pedro Acosta. Selain itu, ada pembalap muda seperti Fermin Aldeguer dan Nicolo Bulega yang perkembangannya perlu kita lihat," ujarnya.

Kekhawatiran mengenai kondisi fisik Marquez kembali muncul setelah balapan di Silverstone. Dia hanya finis kesembilan dalam sprint sebelum mengakhiri Grand Prix di posisi ketujuh.

Setelah balapan, Marquez mengakui kondisi fisiknya bermasalah. Dia bahkan merasa tidak memiliki kendali penuh atas lengan kanannya saat mengendarai motor.

"Secara fisik saya tidak ada di sana, saya berisiko mengalami kecelakaan. Saya tidak punya kendali atas lengan kanan saya. Dibandingkan saat latihan... saya kehilangan bagian depan di Tikungan 1 dan 9. Saya tidak menyukainya," kata Marquez.

Pedro Acosta Bisa Jadi Penentu

Situasi Marquez akan semakin menarik pada 2027. Dia akan memiliki rekan setim baru di Ducati, yakni Pedro Acosta, yang diproyeksikan sebagai salah satu pembalap utama masa depan tim tersebut.

Jurnalis Spanyol Ricard Jove menilai persaingan dengan Acosta dapat memberikan tekanan baru kepada Marquez. Dia menegaskan keputusan pensiun tetap berada di tangan Marquez, tetapi situasinya bisa berbeda jika Acosta mampu mengalahkannya secara konsisten.

"Saya selalu mengatakan tidak akan berbicara, atau berusaha untuk tidak berbicara, tentang kapan Marc harus atau tidak harus pensiun karena itu adalah keputusannya, bukan keputusan saya," kata Jove.

"Namun, Marc juga punya banyak hal yang dipertaruhkan tahun depan. Karena berbeda antara pensiun ketika dia memutuskan dan menginginkannya dengan memiliki perasaan jika rekan setimnya mengalahkan dia dengan telak sepanjang musim, lalu rekan setimnya itu bisa memaksanya untuk pensiun," lanjutnya.

Musim 2027 pun berpotensi menjadi periode krusial bagi Marquez. Dia tidak hanya dituntut menjaga kondisi fisiknya, tetapi juga harus mempertahankan level kompetitif di tengah persaingan langsung dengan Acosta.

Jika klausul yang diungkap Pernat tersebut benar-benar berlaku, performa dan kondisi fisik Marquez pada musim depan bisa menentukan kelanjutan kariernya bersama Ducati. Untuk saat ini, dia masih terikat kontrak hingga 2028, tetapi pintu keluar lebih cepat disebut tetap tersedia.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut