Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sempat Jatuh, Bezzecchi Tercepat di Practice MotoGP Australia 2026, Walabi Bikin Heboh!
Advertisement . Scroll to see content

Marc Marquez Bongkar Kekuatan Jorge Martin jelang MotoGP Australia 2026: Dia Tak Banyak Berpikir!

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:00:00 WIB
Marc Marquez Bongkar Kekuatan Jorge Martin jelang MotoGP Australia 2026: Dia Tak Banyak Berpikir!
Marc Marquez (kiri) dan Jorge Martin bakal beradu kecepatan pada MotoGP Australia 2026 di Phillip Island, 23-25 Oktober 2026. (Foto: Motorsport)
Advertisement . Scroll to see content

PHILLIP ISLAND, iNews.id – Marc Marquez mengungkap kelebihan Jorge Martin yang membuatnya menjadi salah satu pembalap paling berbahaya di MotoGP. Juara dunia delapan kali itu bahkan mengaku sulit melupakan keberanian rivalnya saat bertarung melawan Francesco Bagnaia dalam perebutan gelar juara dunia 2024.

Pengakuan tersebut disampaikan Marquez menjelang MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island, 23-25 Oktober 2026. Kedua pembalap kembali terlibat persaingan sengit memperebutkan gelar juara dunia musim ini.

Jorge Martin saat ini memimpin klasemen MotoGP 2026 bersama Aprilia Racing dengan koleksi 355 poin. Sementara itu, Marquez yang memperkuat Ducati Lenovo Team membuntuti di posisi kedua dengan 353 poin atau hanya terpaut dua angka.

Persaingan mereka semakin menarik karena memiliki karakter berbeda. Martin mengandalkan konsistensi untuk mempertahankan posisi teratas, sedangkan Marquez tampil agresif dengan kecepatan yang membuatnya mampu memangkas ketertinggalan poin secara drastis.

Marquez bahkan berhasil menghapus defisit 102 poin dari puncak klasemen hanya dalam tujuh seri, mulai dari MotoGP Italia di Mugello hingga MotoGP San Marino.

Sejak balapan di Mugello, pembalap bernomor 93 tersebut mengoleksi enam kemenangan. Lima di antaranya diraih dengan menyapu bersih kemenangan balapan sprint dan Grand Prix pada akhir pekan yang sama.

Sebaliknya, Martin baru mencatatkan satu kemenangan Grand Prix di Le Mans. Namun, pembalap bernomor 89 tersebut mampu menjaga konsistensi dengan sembilan kali naik podium dan lima kemenangan sprint.

Persaingan gelar juga masih melibatkan Marco Bezzecchi. Rekan setim Martin di Aprilia itu menempati peringkat ketiga dengan 309 poin, tertinggal 46 angka dari Martin dan 44 angka dari Marquez.


Marc Marquez Kagumi Naluri Balap Jorge Martin

Di tengah ketatnya persaingan, Marquez justru memberikan pujian tinggi kepada Martin. Dia menilai rival senegaranya tersebut mempunyai kecepatan luar biasa dan kemampuan mengambil keputusan secara spontan ketika berada di lintasan.

"Jorge sangat cepat dan, bagi saya, salah satu kelebihannya adalah dia tidak terlalu banyak berpikir saat berada di atas motor. Dia membalap berdasarkan naluri, meskipun selama bertahun-tahun dia mulai sedikit lebih banyak berpikir," kata Marquez dalam wawancara dengan Motorsport.com di Australia, Jumat (23/10/2026).

Menurut Marquez, karakter tersebut membuat Martin mampu tampil menyerang dalam berbagai situasi. Bahkan ketika berada dalam posisi yang seharusnya membuatnya lebih berhati-hati, Martin tetap berani mengambil risiko untuk mengalahkan lawan.

Marquez kemudian mengenang salah satu pertandingan yang paling membekas dalam ingatannya, yakni MotoGP Malaysia 2024 di Sirkuit Sepang.

Saat itu, Martin yang masih memperkuat Pramac Racing sedang terlibat persaingan perebutan gelar juara dunia melawan Francesco Bagnaia. Martin datang ke Malaysia dengan keunggulan 17 poin atas pembalap Ducati tersebut.

Keunggulan Martin kemudian bertambah menjadi 29 poin setelah dia memenangkan balapan sprint. Sementara itu, Bagnaia mengalami kecelakaan pada putaran ketiga ketika berusaha mengejarnya.

Situasi tersebut sebenarnya memberikan keuntungan besar bagi Martin. Dengan posisi klasemen yang semakin aman, dia memiliki kesempatan untuk bermain lebih hati-hati dalam balapan utama demi menjaga peluang mengunci gelar juara dunia pada seri berikutnya di Barcelona.


Duel Gila Jorge Martin dan Bagnaia Bikin Marquez Terpukau

Namun, Martin justru memilih bertarung habis-habisan melawan Bagnaia sejak awal balapan utama MotoGP Malaysia 2024.

Kedua pembalap terlibat duel sengit sepanjang empat putaran pertama. Sedikitnya sembilan aksi saling menyalip terjadi dalam pertarungan tersebut, meskipun Martin sebenarnya tidak perlu mengambil risiko sebesar itu.

Marquez menyaksikan langsung pertarungan tersebut dari belakang dengan mengendarai Ducati Gresini Racing berwarna ungu. Dia mengaku sangat terkesan melihat keberanian Martin menghadapi Bagnaia dalam situasi perebutan gelar yang begitu menentukan.

"Saya ingat balapan di Malaysia pada 2024, ketika Martin sedang bertarung dengan Pecco untuk memperebutkan gelar juara. Jorge memenangkan sprint dan saya finis kedua," ujar Marquez.

"Meskipun sebenarnya tidak perlu, Martin bertarung dengannya pada putaran-putaran awal seolah-olah itu putaran terakhir. Hal itu menunjukkan dia bertindak berdasarkan naluri, dia terus menyerang. Dan bagi saya, itulah salah satu kelebihan terbesarnya," lanjutnya.

Pertarungan tersebut menjadi salah satu momen yang membentuk penilaian Marquez terhadap Martin. Dia melihat pembalap Aprilia itu memiliki keberanian dan naluri menyerang yang mampu membuat lawan berada dalam tekanan.

Kini, dua tahun setelah pertarungan di Sepang, Marquez justru harus menghadapi langsung Martin dalam perebutan gelar MotoGP 2026.

Dengan selisih hanya dua poin menjelang MotoGP Australia 2026, persaingan kedua pembalap dipastikan menjadi perhatian utama. Marquez berusaha merebut puncak klasemen, sementara Martin berjuang mempertahankan keunggulannya bersama Aprilia.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut