Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Marco Bezzecchi Bawa Kabar Baik! Comeback di MotoGP Inggris 2026?
Advertisement . Scroll to see content

Marc Marquez Bongkar Masalah Besar MotoGP Masa Kini: Pembalap Cuma Jadi Robot!

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:00:00 WIB
Marc Marquez Bongkar Masalah Besar MotoGP Masa Kini: Pembalap Cuma Jadi Robot!
Marc Marquez mengkritik motor MotoGP modern yang terlalu bergantung pada aerodinamika (Foto: Crash)
Advertisement . Scroll to see content

BOLOGNA, iNews.idMarc Marquez melontarkan kritik tajam terhadap perkembangan MotoGP modern. Juara dunia tujuh kali itu menilai motor generasi sekarang memaksa pembalap mengendarai motor layaknya robot akibat pengaruh aerodinamika yang semakin dominan.

Dalam satu dekade terakhir, motor MotoGP mengalami perubahan besar. Pengembangan aerodinamika dan penggunaan perangkat ride height device membuat performa motor meningkat, tetapi di sisi lain mengubah karakter balapan.

Perubahan tersebut dinilai berdampak pada tontonan di lintasan. Proses menyalip menjadi lebih sulit, terutama karena ban depan kini jauh lebih sensitif dibanding era sebelumnya.

Marquez bukan kali pertama mengkritik kondisi tersebut. Pembalap Ducati itu sebelumnya pernah menyebut gaya membalap saat ini terasa sangat otomatis. Kini, dia kembali menegaskan pandangannya dalam wawancara bersama Bike World.

Marc Marquez Sebut Aerodinamika Mengendalikan Pembalap

Menurut Marquez, motor MotoGP pada 2014 hingga 2016 masih memberi ruang bagi kemampuan pembalap untuk membuat perbedaan di lintasan. Saat itu, aerodinamika belum berkembang seperti sekarang sehingga gaya membalap lebih alami.

"Motor yang paling saya nikmati adalah motor tahun 2014, 2015, dan 2016, saat belum ada aerodinamika," kata Marquez dikutip dari Crash.

"Sekarang memang motor sangat menyenangkan dikendarai, tetapi lebih seperti gaya robot," ujarnya.

Marquez menjelaskan pembalap saat ini harus mengikuti karakter aerodinamika motor. Jika memaksakan gaya membalap sendiri, performa justru akan menurun.

"Anda harus mengikuti apa yang diinginkan aerodinamika dan Anda tidak bisa lagi mengendalikan motor sesuka hati," tuturnya.

"Jika Anda memaksakan motor, Anda justru melawan aerodinamika dan hasilnya menjadi lebih lambat," ucapnya.

Dia membandingkan kondisi tersebut dengan motor MotoGP era 2014 hingga 2016. Menurut Marquez, saat itu pembalap yang berani mendorong motor hingga batas kemampuan justru bisa mencatat waktu lebih cepat.

"Pada motor tahun 2014, 2015, dan 2016 tanpa aerodinamika, jika Anda memaksakan motor, Anda justru lebih cepat karena mulai melakukan slide dan mulai kehilangan traksi roda depan," kenangnya.

Marquez menilai situasi sekarang sudah berbeda. Downforce yang sangat besar membuat ban depan menerima tekanan tinggi sehingga ketika kehilangan grip, motor hampir tidak mungkin bisa diselamatkan.

"Sekarang sudah tidak lagi, karena masalahnya adalah downforce yang kami miliki membuat ban mendapat tekanan sangat besar. Ketika roda depan kehilangan grip, kondisinya hampir tidak pernah bisa kembali," ucapnya.

MotoGP akan memasuki era regulasi baru pada 2027. Aturan tersebut mencakup pengurangan penggunaan perangkat aerodinamika serta pelarangan penuh ride height device. Meski menyambut perubahan itu, Marquez sebelumnya mengaku masih berharap pembatasan aerodinamika pada regulasi 2027 dibuat lebih ketat agar kemampuan pembalap kembali menjadi faktor utama di lintasan.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut