Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Juara, Pedro Acosta Bikin Alex Marquez Gigit Jari
Advertisement . Scroll to see content

Marc Marquez Dekati Gelar MotoGP 2026 usai Kuasai Sepang: Mental Terbaik, Fisik Belum!

Senin, 02 November 2026 - 06:00:00 WIB
Marc Marquez Dekati Gelar MotoGP 2026 usai Kuasai Sepang: Mental Terbaik, Fisik Belum!
Marc Marquez memenangi balapan MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026). (Foto: News GP)
Advertisement . Scroll to see content

SEPANG, iNews.id – Marc Marquez semakin dekat dengan gelar MotoGP 2026 setelah mengumpulkan 34 poin dari maksimal 37 poin pada akhir pekan balapan di Sepang. Namun, di balik keunggulan 44 poin atas Jorge Martin, dia mengakui kondisi fisiknya belum berada pada level terbaik.

Marquez memenangi balapan utama MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026). Absennya Martin membuat pembalap Ducati Lenovo tersebut berhasil memperlebar jarak dalam persaingan menuju gelar juara dunia. 

Dengan tiga seri tersisa, atau kemungkinan hanya dua, peluang Marquez semakin terbuka. Meski demikian, dia menolak menganggap perebutan gelar sudah selesai.

“Terkadang hidup menawarkan momen istimewa, dan hari ini salah satunya. Di Sepang, saya memiliki kesempatan untuk mendekati gelar, dan saya melakukannya. Sebanyak 34 poin ini sangat penting untuk gelar. Saya merasa lebih dekat dengan gelar, tetapi saya belum memenanginya,” kata Marquez, dikutip dari GP One.

Saat ditanya apakah penampilannya sekarang merupakan versi terbaik sepanjang karier, Marquez memberikan jawaban tegas sekaligus mengungkap keterbatasannya.

“Secara mental, ya, seratus persen. Secara fisik, tidak.”


Menyerang sejak Latihan Pertama, Tetap Waspadai Bezzecchi

Marquez menjelaskan, pendekatan agresif sejak sesi latihan bebas pertama menjadi kunci keberhasilannya di Sepang. Dia berusaha memaksimalkan kesempatan setelah mengetahui Martin tidak akan mengikuti balapan akhir pekan tersebut.

“Akhir pekan ini saya menyerang sejak putaran pertama latihan bebas pertama, dan itu menjadi kunci semuanya. Sprint kemarin tidak terlalu mudah, tetapi hari ini saya tahu saya bisa melakukan sesuatu,” ujarnya.

“Ketika saya mengatakan akan melakukannya, saya benar-benar melakukannya. Saya sepenuhnya fokus, dan ketika mengetahui Jorge tidak akan balapan akhir pekan ini, saya tahu saya harus mencoba dan mengerahkan segalanya.”

Dia juga melontarkan candaan tentang kecepatannya di lintasan Malaysia. Marquez merasa penampilannya kali ini lebih menyerupai adiknya, Alex Marquez, yang biasanya sangat cepat di Sepang.

“Saya akan mengatakan hari ini saya lebih terlihat seperti Alex Marquez daripada Marc di Sepang,” tuturnya.

Marquez sempat menyinggung penyebab Alex kesulitan musim ini tanpa menjelaskan secara terperinci. Alex kemudian mengungkapkan masalah bahu yang dialaminya dan rencana menjalani operasi dalam beberapa hari mendatang.

Dalam balapan utama, Marquez menempatkan pengelolaan ban sebagai prioritas sejak awal. Dia segera membuka jarak, kemudian menjaga kondisi ban hingga melewati garis finis.

“Pada putaran-putaran awal, pengelolaan ban sangat penting. Saya langsung membuka jarak, dan sejujurnya, menjelang akhir saya merasa sangat baik. Ban masih dalam kondisi sempurna saat finis,” katanya.

Menurut Marquez, mesin Ducati menjadi salah satu keunggulan di Sepang. Namun, kemampuan menjaga ban tetap menentukan karena faktor tersebut menjadi batas utama dalam memaksimalkan performa motor.

Dia menilai Alex memiliki gaya berkendara yang sangat mengalir dan cocok dengan karakter lintasan tersebut. Sayangnya, masalah bahu membatasi kemampuan adiknya pada musim ini.

Marquez juga menjelaskan, balapan tidak selalu menjadi sesi paling menguras fisik. Ketika harus mengendalikan penurunan performa ban, pembalap cenderung lebih berhati-hati mengatur tenaga mesin dan cara berkendara sehingga otot tidak bekerja seberat pada sesi lain.

Meski begitu, situasi Martin mendorongnya mengerahkan kemampuan maksimal. Bagi Marquez, meraih kemenangan ketika pesaing hanya bisa menyaksikan dari garasi memberikan keuntungan tambahan dalam persaingan.

Ancaman gelar juga tidak hanya datang dari Martin. Marquez menaruh perhatian pada Marco Bezzecchi karena seri-seri berikutnya berlangsung di lintasan yang cocok dengan kecepatan pembalap Aprilia tersebut.

“Masih ada banyak poin yang bisa diperebutkan. Sangat penting tampil baik akhir pekan ini, bukan hanya karena Jorge tidak berada di sini, tetapi juga untuk menjaga Bezzecchi tetap terkendali. Sekarang kami menuju lintasan tempat Marco sangat cepat,” ujarnya.


Operasi, Perubahan Gaya Balap, dan Kekuatan Tim

Perjalanan kebangkitan Marquez sejak 2024 kembali menjadi perhatian, termasuk persoalan saraf pada bahu kanan yang membutuhkan operasi. Dia mengaku sempat sangat menderita akibat masalah tersebut pada bagian awal musim.

Ketika ditanya responsnya jika seseorang memprediksi dia akan menjadi juara setelah Mugello, Marquez menjawab dengan candaan.

“Sudah berapa gelas bir yang kamu minum? Saat itu mustahil membayangkannya. Pada bagian pertama musim, saya sangat menderita karena masalah saraf,” ucapnya.

Marquez menjelaskan, kecelakaan di Le Mans membuatnya segera menjalani operasi. Padahal, tindakan tersebut sebelumnya sudah dijadwalkan pada pekan setelah seri Barcelona.

Dia menilai keputusan mempercepat operasi datang pada waktu yang tepat. Menurut Marquez, ada keadaan ketika pembalap perlu mundur sejenak karena kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk terus dipaksakan, seperti yang akan dijalani Alex.

Setelah itu, perubahan terbesar terjadi pada cara berkendaranya. Marquez menyebut proses tersebut sebagai adaptasi, bukan rehabilitasi, dengan fokus mengikuti ritme sendiri dan mengendalikan naluri menyerang.

Pada paruh kedua musim, dia merasa semakin mampu menahan insting yang selama ini menjadi salah satu titik lemahnya. Perubahan tersebut bahkan memengaruhi kemampuan saat melewati tikungan.

“Saya lebih buruk di tikungan kiri dan lebih baik di tikungan kanan. Bagaimana itu bisa terjadi, saya tidak tahu! Saya masih cepat di tikungan kiri, tetapi saya benar-benar meningkat di tikungan kanan karena bisa mengendalikannya lebih baik dengan tubuh,” katanya.

Persaingan gelar turut memberikan dorongan mental. Marquez merasakan adrenalin dan kekuatan tambahan yang membantunya mencapai tingkat fokus lebih tinggi, mengelola berbagai situasi, serta terus mendekati batas kemampuan.

Namun, pengalaman sepanjang karier membuatnya sadar pendekatan impulsif tidak lagi bisa diandalkan.

“Melihat bagaimana perjalanan karier balap saya berlangsung, saya tidak bisa lagi bersikap impulsif. Saya tidak bisa terlalu meledak-ledak. Jika ingin memperjuangkan gelar dunia ini sampai akhir, saya harus berkepala dingin dan jauh lebih penuh perhitungan,” ujarnya.

Marquez mengakui target-target yang ditetapkan sejak kembali membalap sudah tercapai, meski dia masih menginginkan lebih banyak kemenangan. Dia juga memegang nasihat seseorang di paddock untuk tetap fokus pada pekerjaan sendiri, seperti kuda yang terus melihat ke depan dan hanya sesekali menoleh.

Ketika diminta memilih faktor paling menentukan antara pembalap, motor, atau kondisi fisik, Marquez justru menunjuk tim. Dia yakin berada bersama motor dan tim terbaik untuk mengeluarkan seluruh potensinya.

Keyakinan terhadap proyek, menurut dia, juga selalu dijaga ketika masih membela Honda. Bahkan pada balapan terakhirnya bersama Honda di Valencia, saat tidak sedang memperebutkan podium, dia tetap percaya terhadap timnya.

“Ketika melihat halaman orang lain, kamu tidak melihat kekurangannya, hanya kelebihannya. Padahal setiap tim dan setiap motor memiliki kekurangan. Kamu harus percaya terhadap apa yang kamu miliki. Dan saya yakin berada di tempat terbaik,” tuturnya.

Di luar persaingan gelar, Marquez mempersembahkan kemenangan untuk keluarga korban tragedi kereta di Spanyol. Setelah menyampaikan penghormatan pada Kamis, dia mengaku sudah meminta dua orang bernama José yang mendampinginya menyiapkan bendera saat makan malam sebelum balapan.

Dia saat itu memprediksi Máximo akan menang, disusul dirinya atau Alex. Rencananya, Máximo lebih dulu membawa bendera tersebut, kemudian dilanjutkan oleh salah satu dari mereka sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat Spanyol, Toledo, Hurda, dan terutama keluarga korban.

Marquez juga memberikan tanggapan singkat ketika ditanya mengenai kekhawatiran terhadap instruksi tim Aprilia.

“Hari ini tidak ada, tetapi seseorang akan mendapat teguran keras hari ini!” ujarnya.

Sementara itu, dia belum bersedia memberikan kepastian ketika ditanya mengenai keberangkatannya ke Qatar.

“Saya lebih memilih tidak mengatakan apa pun pada saat ini,” kata Marquez.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut