Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahu Marc Marquez Rusak Parah, The Baby Alien Disebut Balapan dengan Satu Setengah Tangan
Advertisement . Scroll to see content

Marc Marquez Masih Dihantui Kecelakaan Parah di MotoGP Mandalika

Selasa, 08 September 2026 - 08:00:00 WIB
Marc Marquez Masih Dihantui Kecelakaan Parah di MotoGP Mandalika
Marc Marquez masih merasakan dampak kecelakaan MotoGP Indonesia (Foto: Crash)
Advertisement . Scroll to see content

MADRID, iNews.id - Marc Marquez masih merasakan dampak kecelakaan di MotoGP Indonesia meski tetap mampu bersaing dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Pembalap Ducati Lenovo tersebut bahkan disebut harus menjalani balapan dengan kondisi lengan kanan yang tidak sekuat lengan kirinya. Kondisi itu diungkapkan dokter bedah Marquez, Dr. Samuel Antuna.

Marquez saat ini masih menjadi salah satu kandidat kuat juara MotoGP 2026. Pembalap berusia 33 tahun tersebut sudah meraih empat kemenangan dari 13 seri yang berlangsung musim ini.

Hasil tersebut membuat Marquez menempati posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 237 poin. Dia hanya tertinggal 19 poin dari Marco Bezzecchi yang berada di puncak klasemen bersama Aprilia Racing.

Situasi tersebut cukup mengesankan mengingat Marquez sempat melewatkan dua seri balapan MotoGP 2026. Dia harus absen karena cedera sekaligus menjalani operasi bahu.

Namun, perjuangan Marquez untuk tetap berada dalam persaingan gelar ternyata tidak berlangsung dalam kondisi fisik ideal. Dr. Samuel Antuna mengungkapkan kecelakaan di MotoGP Indonesia musim lalu masih memberikan dampak terhadap tubuh pembalap asal Spanyol tersebut.

Lengan Kanan Marc Marquez Tak Lagi Seperti Dulu

Dampak paling besar terlihat pada kekuatan lengan kanan Marquez. Menurut Dr. Samuel Antuna, kondisi tersebut menjadi salah satu perubahan besar setelah kecelakaan yang dialami Marquez di Indonesia.

"Kekuatan yang bisa ia kerahkan dengan lengan kanannya tidak sebanding dengan lengan kirinya,” kata Dr. Samuel Antuna dikutip dari Crash, Senin (7/9/2026).

“Namun, sebelum kecelakaan di Indonesia, kondisinya baik-baik saja. Dia bisa berkendara, tidak merasakan sakit, dan tidak mengeluh tentang apa pun. Jatuh itu mengubah segalanya," sambungnya.

Kondisi tersebut membuat Marquez harus memberikan perhatian khusus terhadap lengan kanannya sebelum menjalani balapan. Dr. Samuel mengatakan otot pada bagian tersebut tidak lagi memiliki kekuatan seperti sebelum mengalami cedera.

"Dia memiliki otot latissimus dorsi yang kuat, tetapi secara mekanis terganggu. Hal yang sama berlaku untuk otot teres major. Namun, masalah utamanya adalah ia kehilangan kekuatan pada otot bisepnya," jelas Dr. Samuel.

Bahkan, kekuatan otot bisep Marquez disebut hanya berada di sekitar separuh dari kapasitas maksimalnya. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap Ducati Lenovo dalam menjalani kompetisi MotoGP.

"Kekuatan lengan itu sangat terbatas, terutama otot bisepnya. Saya kira kekuatannya hanya sekitar 50% dari kapasitas maksimalnya," tambahnya.

Penurunan kekuatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kecelakaan. Berbagai operasi yang dijalani Marquez juga memberikan pengaruh terhadap kondisi sejumlah otot di lengan kanannya.

"Marc tidak kehilangan otot, tetapi otot trisep, latissimus dorsi, teres major, dan pectoralis major telah terpengaruh oleh berbagai operasi," ujar Dr. Samuel.

“Otot-otot tersebut sedikit mengalami atrofi dan perubahan. Inilah sebabnya mengapa lengan kanannya tidak sekuat lengan kirinya," tukasnya.

Meski kondisi fisiknya belum kembali seperti sebelum kecelakaan, Marquez tetap mampu mempertahankan posisinya dalam persaingan gelar MotoGP 2026. Dengan empat kemenangan dari 13 seri dan koleksi 237 poin, dia masih memiliki peluang besar mengejar Bezzecchi yang hanya unggul 19 poin.

Situasi tersebut membuat perjuangan Marquez menuju gelar juara dunia musim ini semakin menarik. Dia harus terus bersaing di lintasan sambil menghadapi keterbatasan kekuatan pada lengan kanan yang masih menjadi dampak panjang dari kecelakaan di Indonesia.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut