Marc Marquez Setuju Aturan Restart MotoGP 2026, Ini Dampaknya bagi Pembalap
MADRID, iNews.id – Marc Marquez menyambut positif aturan restart baru MotoGP 2026 yang melarang motor dihidupkan kembali di lintasan usai kecelakaan. Ini regulasi yang diyakini bakal mengubah cara pembalap menyelamatkan poin.
MotoGP memperkenalkan aturan ini dengan tujuan utama meningkatkan keselamatan, khususnya bagi marshal lintasan. Motor yang terjatuh dan mesinnya mati kini wajib dipindahkan ke service road sebelum boleh dihidupkan kembali.
Perubahan tersebut secara otomatis memperpanjang waktu yang dibutuhkan pembalap untuk kembali ke balapan. Dalam banyak kasus, peluang melanjutkan lomba menjadi jauh lebih kecil.
Di sisi lain, regulasi ini menghentikan kebiasaan pembalap yang bersikeras menyalakan motor di pinggir lintasan meski gagal berulang kali, situasi yang kerap menimbulkan risiko tambahan.
Aturan baru ini hanya berlaku jika mesin motor mati. Pembalap masih diperbolehkan melanjutkan balapan jika mesin tetap menyala setelah insiden.
Marc Marquez menilai aturan ini memberi kejelasan sekaligus standar keselamatan yang lebih tegas bagi semua pihak di lintasan.
“Saya setuju, karena pada akhirnya ini cara yang paling aman,” kata Marc Marquez, dikutip dari Crash. “Dari yang saya baca, ini hanya berlaku jika mesinnya mati. Jadi kalau jatuh ringan dan mesin tidak mati, kamu masih bisa kembali ke lintasan.”
Pembalap Ducati itu juga menyinggung pengalaman pahitnya di Motegi musim lalu, ketika marshal hampir menjatuhkan motornya saat proses evakuasi.
“Memang kadang akan sulit bagi marshal, tapi jika aturannya jelas, ‘kalau motor mati, tidak boleh kembali’, maka semuanya menjadi lebih jelas. Ini lebih baik untuk semua,” ucap dia.
Francesco Bagnaia ikut mendukung perubahan tersebut. Juara dunia MotoGP itu menilai keselamatan tetap menjadi prioritas utama, meski ada konsekuensi teknis yang harus diterima pembalap.
“Ini perubahan yang bagus untuk keselamatan,” ujar Bagnaia sambil berseloroh, “jujur saja, saya tidak pernah seberuntung Marc, motor saya selalu rusak saat jatuh.”
Aturan ini membuat pembalap semakin terdorong untuk mempertahankan mesin tetap menyala saat insiden, sesuatu yang selama ini sering dilakukan Marquez untuk menyelamatkan poin.
“Saya harus lebih kuat memegang motor,” kata Bagnaia. “Itu sesuatu yang perlu dipelajari, karena Marc jelas punya kemampuan luar biasa. Di Jerez musim lalu dia jatuh dan masih bisa lanjut balapan.”
Menurut Bagnaia, kini pembalap tidak lagi bisa mengandalkan push start jika mesin mati. Satu-satunya peluang adalah menjaga mesin tetap hidup.
“Kamu tidak bisa mendorong motor jika mesinnya mati sekarang. Kalau masih hidup, kamu bisa lanjut. Jadi penting untuk berusaha menjaga mesin tetap menyala,” ujar dia.
Namun, strategi tersebut membawa risiko tersendiri. Menahan motor saat terjatuh berpotensi meningkatkan cedera bagi pembalap.
Di sisi teknis, aturan ini juga bisa mendorong tim mengatur ulang sistem anti-stall agar mesin bertahan lebih lama saat motor terjatuh. Langkah tersebut tetap harus diimbangi risiko kerusakan mesin.
Dengan regulasi baru ini, MotoGP 2026 tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga kecerdasan, kontrol, dan pengambilan keputusan dalam situasi krisis.
Editor: Abdul Haris