Marc Marquez Tak Mau Ambil Risiko di MotoGP Qatar 2026, Pilih Datang Detik Terakhir
KUALA LUMPUR, iNews.id - Marc Marquez memilih menunda keberangkatannya ke Qatar hingga waktu paling akhir menjelang balapan MotoGP 2026 di Sirkuit Lusail. Keputusan pembalap Ducati Lenovo Team itu diambil di tengah polemik keamanan kawasan Timur Tengah yang membuat keikutsertaan sejumlah pembalap dan tim dipertanyakan.
Marquez memastikan tetap akan berangkat ke Qatar. Namun, dia tidak ingin tiba lebih awal dan berencana datang pada Kamis malam, hanya beberapa jam sebelum rangkaian latihan bebas dimulai pada Jumat.
Sikap tersebut muncul setelah Marquez memenangi MotoGP Malaysia. Hasil itu membuat peluangnya dalam persaingan gelar juara dunia tetap terbuka saat kejuaraan memasuki seri ke-20 sekaligus seri ketiga terakhir musim ini.
Meski memiliki kepentingan besar dalam perebutan gelar, Marquez tidak ingin mengabaikan situasi keamanan di Qatar. Balapan di Lusail menjadi sorotan karena konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memanas di kawasan tersebut sejak akhir Februari.
Penyelenggara MotoGP tetap bersikeras menggelar balapan sesuai kalender. Sebaliknya, sejumlah pembalap berupaya menghindari perjalanan ke Qatar karena situasi konflik dinilai tidak stabil dan sulit diprediksi.
Ketegangan semakin meningkat setelah Yamaha mengumumkan tidak akan mengirimkan tim dan pembalapnya ke Qatar. MotoGP kemudian merespons keputusan tersebut dengan menyebut Yamaha berpotensi menghadapi konsekuensi olahraga karena tidak mengikuti balapan.
Setelah kemenangan di Malaysia, Marquez menjelaskan rencana perjalanannya kepada TNT Sports. Dia memilih kembali ke Spanyol terlebih dahulu sebelum terbang ke Qatar pada waktu paling akhir.
"Saya kembali ke Spanyol dan akan tiba di Qatar pada waktu paling akhir yang memungkinkan, Kamis malam," kata Marc Marquez kepada TNT Sports setelah balapan di Malaysia.
Pernyataan itu disampaikan sebelum konferensi pers pascabalapan. Ketika mendapat pertanyaan langsung mengenai perlu atau tidaknya MotoGP tetap menggelar balapan di Qatar, Marquez memilih tidak memberikan komentar.
"Saya lebih memilih untuk tidak mengatakan apa-apa," ujarnya.
Marquez bukan satu-satunya pembalap yang mengatur ulang rencana perjalanan menjelang seri Lusail. Adiknya, Alex Marquez, dipastikan tidak mengikuti balapan Qatar karena harus menjalani operasi bahu.
Sementara itu, pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, mengungkapkan rencana untuk menghabiskan waktu di Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan ke Qatar.
"Saya akan pergi ke Bali, bersantai sebentar, lalu kita lihat apa yang terjadi," kata Acosta kepada TNT Sports.
Di tengah kekhawatiran para pembalap, manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, menyatakan tidak merasa cemas dengan situasi di Qatar. Dia menyampaikan keyakinan tersebut setelah MotoGP Malaysia, sebelum Yamaha mengumumkan keputusan boikot.
"Saya tidak khawatir," kata Tardozzi ketika ditanya mengenai situasi GP Qatar.
Dia menjelaskan pihak penyelenggara telah memberikan jaminan keamanan yang dibutuhkan. Menurut Tardozzi, berbagai permintaan pembalap kepada Dorna dan Liberty Media sudah ditindaklanjuti oleh Carlos Ezpeleta yang datang langsung ke Qatar untuk mengurus persoalan tersebut.
"Saya tahu pihak penyelenggara memberi tahu kami jika semuanya aman di sana," ujar Tardozzi.
"Semua hal yang diminta para pembalap kepada Dorna dan Liberty sudah dipenuhi oleh Carlos Ezpeleta yang pergi ke Qatar untuk mengurus semua persoalan itu. Saat ini kami merasa aman."
Tardozzi juga menilai masyarakat Qatar layak mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan balapan MotoGP di negara mereka. Namun, dia mengaku tidak mengetahui secara terperinci pembahasan pribadi yang dilakukan para pembalap dalam pertemuan internal.
"Kami tidak ingin terlalu banyak membicarakan hal itu karena kami tidak tahu apa yang dibahas para pembalap di antara mereka. Itu merupakan percakapan pribadi," katanya.
"Pada akhirnya, kami tahu pergi ke sana aman, jadi kami akan melakukannya."
Tardozzi juga menegaskan pembalap terikat kontrak dengan tim masing-masing. Karena itu, menurut dia, komunikasi mengenai jaminan keamanan semestinya dilakukan melalui tim sebelum diteruskan kepada para pembalap.
"Para pembalap terikat kontrak dengan tim. Jadi, tidak ada alasan bagi pembalap untuk meminta langsung kepada penyelenggara. Mereka harus melalui tim, kemudian penyelenggara memberikan jaminan kepada tim, dan setelah itu kami menyampaikannya kepada pembalap. Itulah prosedur yang benar."
Sikap sedikit berbeda disampaikan bos Trackhouse Aprilia, Davide Brivio. Dia tidak memberikan pernyataan sekeras Tardozzi, tetapi memastikan timnya berkomitmen mengikuti kalender MotoGP dan siap melakukan perjalanan ke Qatar.
"Kami berkomitmen terhadap kejuaraan MotoGP dan balapan yang tercantum dalam kalender," ujar Brivio.
"Balapan sudah dikonfirmasi, jadi kami siap pergi ke sana. Seluruh anggota tim akan melakukan perjalanan dan kami akan menjalankan semuanya seperti biasa untuk memenuhi komitmen."
Brivio berharap GP Qatar tetap berlangsung sesuai rencana. Dia juga menyebut Sirkuit Lusail sebagai lintasan yang menarik dan kerap menghadirkan balapan bagus.
"Kami berharap bisa menggelar balapan di sana. Itu juga merupakan lintasan yang luar biasa dan selalu menghadirkan balapan bagus. Jadi, kami akan pergi ke sana dan menunggu para pembalap datang."
Editor: Reynaldi Hermawan