Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejutan! Raul Fernandez Juara MotoGP Inggris 2026, Marc Marquez Terpuruk
Advertisement . Scroll to see content

Marc Marquez Terpuruk di MotoGP Inggris 2026, Ungkap Masalah Serius

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:09:00 WIB
Marc Marquez Terpuruk di MotoGP Inggris 2026, Ungkap Masalah Serius
Marc Marquez finis ketujuh di MotoGP Inggris dan kini tertinggal 40 poin dari Jorge Martin (Foto: Motorsport)
Advertisement . Scroll to see content

SILVERSTONE, iNews.id - Marc Marquez mengakui dirinya tidak mampu bersaing dalam perebutan posisi terdepan di MotoGP Inggris 2026 setelah menjalani akhir pekan terburuk sejak kembali dari operasi bahu pada Mei lalu.

Marquezw datang ke Sirkuit Silverstone dengan hanya terpaut 18 poin dari pemuncak klasemen MotoGP, Jorge Martin. Dia juga membawa modal positif setelah meraih kemenangan ganda di Sachsenring.

Namun, situasi berubah drastis di Inggris. Marquez meninggalkan Grand Prix Inggris dengan jarak 40 poin dari Martin setelah hanya mampu finis ketujuh dalam balapan utama.

Aprilia tampil lebih kuat di Silverstone. Situasi tersebut semakin sulit bagi Marquez setelah ban belakang mengalami degradasi parah pada sesi Sprint. Pembalap Ducati itu akhirnya kehilangan performa dan harus puas finis kesembilan.

Pada balapan utama, Marquez bersama para rivalnya memilih ban belakang medium. Namun, juara bertahan MotoGP tersebut tetap tidak mampu mengancam perebutan podium.

Marquez sempat berada di posisi keempat pada fase awal balapan. Namun, dia kehilangan status sebagai pembalap Ducati terdepan dari adiknya, Alex Marquez, pada lap keenam dari total 20 lap.

Tidak lama kemudian, Marquez kembali kehilangan posisi setelah disalip Pedro Acosta yang akan menjadi rekan setimnya pada masa depan. Fabio Di Giannantonio dari VR46 kemudian menyalip Marquez pada fase akhir lomba.

Marquez akhirnya melewati garis finis di posisi ketujuh dengan jarak 9,6 detik dari Raul Fernandez yang keluar sebagai pemenang bersama Trackhouse Aprilia.

Marc Marquez Tak Cari Alasan

Usai balapan, Marquez tidak mencari alasan atas hasil buruk tersebut. Dia justru menilai performa motor dan ban sebenarnya tidak menjadi masalah utama.

"Motornya bekerja dengan baik, bannya juga bekerja dengan baik. Hanya saja hari ini saya tidak bisa menemukan cara untuk menjadi lebih baik dan posisi ketujuh itu adalah sesuatu yang sudah bisa kami perkirakan di atas kertas," kata Marc Marquez dikutip dari Crash.

"Target optimistisnya adalah finis lima besar, tetapi kami tidak bisa mengelolanya dengan cara terbaik dan akhirnya finis ketujuh," lanjut dia.

Marquez juga menjelaskan kondisi ban belakang pada balapan utama tidak mengalami penurunan ekstrem seperti yang terjadi saat Sprint. Menurut dia, pembalap masih mampu menjaga kecepatan hingga lap-lap terakhir.

"Hanya bannya yang bekerja lebih baik [hari ini], untuk semua orang. Jadi hal positifnya adalah kami tidak mengalami penurunan yang besar. Bannnya baik-baik saja. Maksud saya, bahkan di lap-lap terakhir Anda masih bisa melaju dengan cepat," ujar Marquez.

Meski terlihat tenang sepanjang balapan, Marquez menegaskan pengelolaan ban yang dia lakukan masih berada pada level normal. Menurut dia, situasi pada Sprint berbeda karena pembalap biasanya bisa tampil agresif sejak awal hingga akhir.

"Kami mengelolanya dengan cara normal, seperti biasa. Tetapi masalahnya, biasanya dalam balapan sprint Anda mendorong sejak awal sampai akhir dalam kualifikasi. Dan kemarin, karena alasan tertentu, itu tidak mungkin," kata Marquez.

"Tetapi hari ini kami tidak melakukan sesuatu yang berbeda dibandingkan balapan-balapan lainnya," lanjut dia.

Hasil di Silverstone membuat Marquez hanya menjadi pembalap Ducati terbaik ketiga. Alex Marquez tampil lebih cepat, sementara Pedro Acosta juga mampu menyalipnya.

Ketika ditanya mengenai persoalan utama dibandingkan para pembalap Ducati lainnya, Marquez memberikan jawaban singkat dan tegas.

"Diri saya sendiri," jawab Marquez.

Dia juga mengakui kondisi fisiknya menjadi sesuatu yang harus terus dikelola. "Itulah yang saya miliki dan saya harus mengelolanya," ujar dia.

Marquez kemudian mengingatkan jika Alex memang tampil sangat kuat di Silverstone. Bahkan ketika berada dalam kondisi terbaik musim lalu, dia mengaku adiknya tetap mampu lebih cepat di sirkuit tersebut.

"Bahkan tahun lalu ketika saya berada dalam kondisi terbaik, Alex lebih cepat dari saya di sirkuit ini," kata Marquez.

"Tetapi ya, Alex mengendarai motor dengan sangat baik, dan dia memang lebih cepat dari kami. Maksud saya, kami memiliki motor yang sama," lanjut dia.

Marquez sebenarnya memanfaatkan jeda musim panas untuk meningkatkan kondisi bahunya. Dia berharap persiapan tersebut membuat fisiknya lebih kuat saat kembali menjalani kompetisi.

Hasilnya cukup positif dalam satu aspek. Marquez mengaku untuk pertama kalinya mampu mengendarai motor dengan baik saat sesi time attack. Namun, daya tahan fisik masih menjadi pekerjaan rumah.

"Ini adalah pertama kalinya dalam sesi time attack saya mampu mengendarai motor dengan baik, tetapi daya tahan adalah bagian yang perlu saya coba tingkatkan. Kita lihat saja," ucap Marquez.

Meski kehilangan banyak poin dari Martin, Marquez tidak melihat situasi tersebut sebagai alasan untuk mengubah pendekatan. Dia menegaskan target pribadinya bukan semata-mata mengejar gelar.

Marquez bahkan menyebut gelar MotoGP tambahan tidak akan mengubah kehidupannya pada masa depan.

"Saya terus mengatakan itu. Dan karena alasan tersebut, saya sudah mengatakannya tahun lalu dan pada Kamis di sini," kata Marquez.

"Ambisi saya tetap sama. Cara saya menghadapi akhir pekan balapan juga sama. Tetapi selalu realistis dan tidak terburu-buru," ujarnya.

Marquez juga mengakui persoalan ban pada Sprint membuat dirinya kehilangan peluang besar. Dia finis kesembilan pada balapan pendek tersebut sebelum kembali kesulitan pada balapan utama.

"Kemarin saya mengalami masalah besar dengan daya tahan ban yang tidak saya kelola dengan baik. Saya finis kesembilan," kata Marquez.

"Hari ini, saya merasa tidak mungkin untuk bertarung dengan pembalap lain. Saya tidak bertarung. Jadi, memang seperti itu adanya," lanjut dia.

"Saya sudah cukup banyak bertarung sepanjang karier saya. Saya akan bertarung ketika saya merasa baik. Tetapi jika saya tidak merasa baik, saya ingin tetap berada di atas motor," tutur Marquez.

Kesempatan Marquez untuk bangkit datang pada seri berikutnya di Aragon. Sirkuit tersebut merupakan salah satu trek terkuat dalam kariernya dan musim lalu dia mampu meraih kemenangan ganda di sana.

Sementara itu, rekan setimnya di Ducati, Pecco Bagnaia, juga menjalani akhir pekan yang buruk. Bagnaia mengalami persoalan degradasi ban yang lebih parah daripada Marquez pada Sprint sebelum akhirnya mengakhiri balapan utama dengan kecelakaan.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut