Maulana Rifky Sedih usai Sabet Emas Asian Para Games 2026, Ingat Istri dan Anak
NAGOYA, iNews.id – Maulana Rifky Yavianda merebut medali emas di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 sekaligus memecahkan rekor Asia nomor 100 meter gaya punggung S12 putra. Di balik prestasi gemilang atlet para renang Indonesia tersebut, ada dukungan keluarga yang menjadi sumber kekuatan, meski dia harus menahan rindu kepada istri dan anaknya di Tanah Air.
Rifky memastikan medali emas setelah menjadi perenang tercepat pada final 100 meter gaya punggung S12 putra di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Selasa (20/10/2026). Kemenangan itu melengkapi pencapaian sebelumnya setelah dia meraih emas dari nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12.
Namun, keberhasilan meraih dua medali emas tidak sepenuhnya menghapus kerinduan Rifky kepada keluarga. Di tengah perjuangannya membela Indonesia di Asian Para Games 2026, dia mengaku semakin ingin bertemu langsung dengan orang-orang tercinta yang selama ini memberikan dukungan dari rumah.
“Perasaannya senang sih, sama seperti yang kemarin. Cuman kayaknya makin kangen sama yang di rumah. Sedih,” ungkap Rifky dikutip dari rilis resmi Komite Paralimpiade Indonesia (NPC Indonesia), Rabu (21/10/2026).
Dia mengaku komunikasi melalui panggilan video belum bisa menggantikan kehadiran keluarga secara langsung. Meski demikian, Rifky tetap berusaha menjaga komunikasi dengan mereka di tengah kesibukan menjalani pertandingan.
“Saya senang, tapi tetap rasanya ingin mereka di sini. Lebih kangen. Saya lebih ingin ketemu langsung. Kita sekarang kan hanya lewat video call,” tambahnya.
Rifky mencatatkan waktu 1 menit 3,07 detik untuk memastikan emas nomor 100 meter gaya punggung S12 putra. Catatan tersebut mengantarkannya melampaui rekor Asia sebelumnya yang dipegang perenang para Jepang, Genki Saito, dengan waktu 1 menit 3,46 detik.
Prestasi Rifky semakin istimewa karena dia juga memperbaiki rekor Asian Para Games miliknya sendiri. Pada edisi Hangzhou tiga tahun lalu, atlet asal Magetan, Jawa Timur, itu mencatatkan waktu 1 menit 3,55 detik.
Pencapaian tersebut mempertegas keberhasilan Rifky di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Dua medali emas yang diraihnya berasal dari nomor 100 meter gaya bebas S12 putra dan 100 meter gaya punggung S12 putra. Emas kedua sekaligus menjadi momen pemecahan rekor Asia di hadapan persaingan atlet-atlet terbaik Asia.
Di balik pencapaian itu, Rifky menempatkan keluarga sebagai salah satu sumber motivasi terbesarnya. Kabar bahagia dari Nagoya juga disambut gembira oleh keluarga yang terus memberikan dukungan kepadanya dari Indonesia.
“Mereka (keluarga) senang. Ya, menjadi semangatnya terus. Ya, lebih itulah. Tapi alhamdulillah, nggak apa, yang penting dapat kabar baiknya aja,” ungkap Rifky.
"(Keluarga) jadi kekuatan, sih," tambahnya.
Rifky secara khusus mempersembahkan medali emas tersebut untuk orang-orang tercinta, terutama istri dan anaknya. Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanannya meraih prestasi di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
"Terutama ya istri dan anak saya, dan keluarga,” ucap Rifky.
Untuk menjaga semangat selama berada di Jepang, Rifky mengaku rutin menghubungi keluarganya melalui panggilan video. Komunikasi itu menjadi cara dia tetap dekat dengan orang-orang tercinta meski terpisah jarak.
“Iya, selalu (video call keluarga), tiap waktu,” tandasnya.
Dua medali emas dan rekor Asia menjadi hasil penting bagi Rifky di Asian Para Games 2026. Di balik pencapaian tersebut, dia tetap mengingat keluarga sebagai sumber kekuatan yang mendampinginya dalam perjuangan mengharumkan nama Indonesia.
Editor: Reynaldi Hermawan