MLBB Goes to School Tuntas di Surabaya, Ekosistem Esports Pelajar Resmi Naik Level
SURABAYA, iNews.id – Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes to School Grand Tournament resmi berakhir di Surabaya dan menjadi tonggak penting pengembangan ekosistem esports pelajar yang aman, terstruktur, serta berbasis pendidikan di Indonesia.
Turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes to School mendapat dukungan penuh Pemerintah Kota Surabaya dan digelar oleh MOONTON Games bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Ajang ini mempertemukan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kompetisi ini tidak sekadar mengejar kemenangan. MLBB Goes to School dirancang untuk membangun karakter, literasi digital, dan kedisiplinan siswa melalui pendekatan pendidikan yang terarah di lingkungan sekolah.
Pendekatan tersebut mencerminkan perubahan cara pandang terhadap game dan esports di Indonesia. Esports mulai diposisikan sebagai sarana pembelajaran yang dapat diarahkan secara positif dengan pendampingan guru dan otoritas pendidikan.
Fondasi utama turnamen ini bertumpu pada Program MLBB Teacher Ambassador (TA). Program resmi MOONTON Games Indonesia ini merekrut dan melatih guru SD dan SMP untuk memimpin aktivitas gaming sehat di sekolah.
Melalui program tersebut, para pendidik menyelenggarakan kompetisi internal, membimbing siswa, serta mengarahkan keseimbangan antara akademik, pengembangan diri, dan aktivitas bermain gim.
Hingga kini, lebih dari 300 sekolah di Surabaya dan wilayah sekitarnya di Jawa Timur telah terlibat. Program ini membentuk salah satu kerangka esports berbasis sekolah dengan pendampingan guru paling komprehensif di Indonesia.
Penutupan turnamen menegaskan dukungan kuat pemerintah daerah. Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KONI, dan PBESI hadir langsung, menandakan legitimasi pendekatan esports berbasis pendidikan.
Pemerintah menilai aktivitas esports pelajar harus berjalan seiring pengawasan, keseimbangan, serta pembentukan karakter agar minat bermain gim tetap sejalan dengan tanggung jawab akademik dan kesehatan emosional.
“MLBB Goes to School diselenggarakan dalam lingkungan positif untuk mendidik siswa mengenai pentingnya bermain gim secara sehat, sekaligus mengembangkan bakat mereka di esports. Para siswa tidak hanya diuji kemampuan bermain, tetapi juga sportivitas, kerja sama tim, disiplin, dan pengendalian emosi. Kami berharap program ini membentuk generasi muda yang mampu menyeimbangkan akademik dan dunia esports,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Turnamen MLBB Goes to School 2025 berlangsung bertahap. Babak penyisihan digelar pada 1–19 Desember 2025, kemudian berlanjut ke semifinal dan grand final pada 8–11 Januari 2026 di Tunjungan Plaza 3 Surabaya.
SDN Petemon XIII/361 dan SMP Kristen Petra 1 keluar sebagai juara di kategori masing-masing. Kedua tim menerima dukungan pendidikan senilai lebih dari Rp50 juta serta hadiah tambahan, termasuk undangan menyaksikan M7 World Championship di Jakarta bersama guru dan orang tua.
Seluruh finalis juga mendapat apresiasi atas sportivitas, kerja sama tim, dan komitmen terhadap nilai-nilai yang diusung Program MLBB Teacher Ambassador.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini. “Kami berterima kasih kepada MOONTON Games yang menjadikan Jawa Timur sebagai lokasi percontohan. Kami berharap kegiatan positif ini menjangkau seluruh 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur,” ucapnya.
MOONTON Games menilai edisi Jawa Timur sebagai fondasi penting untuk pengembangan program ke wilayah lain, termasuk Jawa Tengah, dengan target menghadirkan pengalaman esports pelajar yang aman dan terarah di seluruh Indonesia.
Pada akhirnya, MLBB Goes to School tidak ditujukan mencetak atlet profesional semata. Program ini memanfaatkan MLBB sebagai sarana pembelajaran modern untuk menumbuhkan kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, berpikir strategis, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Editor: Abdul Haris