Momen Alwi Farhan Emosi Ditegur Wasit Indonesia Masters 2026 gegara Aturan 25 Detik
JAKARTA, iNews.id – Alwi Farhan menembus semifinal Indonesia Masters 2026 setelah menaklukkan wakil Jepang Yushi Tanaka, meski harus menghadapi tekanan ketat penerapan aturan 25 detik dari wasit di Istora Senayan.
Laga perempatfinal tunggal putra itu berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026) malam WIB. Alwi tampil solid dan mengunci kemenangan dua gim langsung dengan skor 22-20 dan 21-16.
Kemenangan tersebut memastikan Alwi melangkah ke empat besar turnamen level Super 500 itu. Namun, duel tidak berjalan mulus bagi pebulu tangkis muda Indonesia tersebut.
Sepanjang pertandingan, Alwi beberapa kali mendapat teguran dari wasit. Penerapan aturan 25 detik Badminton World Federation (BWF) dilakukan sangat ketat sejak awal laga.
“Cukup tricky tadi wasitnya saya rasa. Dari awal baru mau masuk lapangan juga sudah ada teguran-teguran yang saya rasa belum perlu diucapkan,” ujar Alwi dalam konferensi pers usai pertandingan.
Alwi menjelaskan situasi makin menegangkan saat dia mempertanyakan kondisi shuttlecock yang dinilai sudah rusak. Respons wasit dinilainya cukup keras.
“Dia sangat-sangat menekankan 25 detik. Tadi saya sempat bertanya ke wasit, ‘ini shuttle-nya sudah rusak’, terus dia bilang, ‘mau (lanjut) main apa saya (beri) kartu?’,” katanya.
Tekanan tersebut sempat memancing emosi Alwi. Beruntung, kehadiran pelatih Indra Wijaya di sisi lapangan membantu dia tetap tenang dan kembali fokus ke permainan.
“Waduh takut juga kan saya. Nanti daripada rugi. Tapi Alhamdulillah, meski saya sempat terpancing, Ko Indra bantu arahin saya. Ya anak muda lah pasti, jadi agak nafsu,” ucap Alwi.
Di luar situasi tersebut, Alwi tetap mampu menjaga performa. Dia mengakui kondisi fisiknya belum sepenuhnya ideal, namun semangat bertanding menjadi pembeda.
“Saya Alhamdulillah sekali, saya amat diberkati hari ini. Saya tidak dalam kondisi 100 persen, tapi saya mencoba memuaskan semangat yang ada,” tuturnya.
Dukungan publik Istora juga memberi dampak besar. Atmosfer riuh disebut Alwi membantu menjaga mentalnya tetap kuat hingga akhir laga.
“Alhamdulillah berkat doa dan dukungan masyarakat Indonesia, khususnya yang di Istora juga. Terima kasih banget. Percaya atau enggak, suara berisik itu sangat membantu saya untuk tidak putus asa dan justru bikin lawan makin tertekan,” pungkasnya.
Keberhasilan ini membawa Alwi ke semifinal Indonesia Masters 2026 dan menjaga harapan tuan rumah meraih prestasi di sektor tunggal putra.
Editor: Reynaldi Hermawan