Mustahil Ditiru! Gaya Balap Casey Stoner Seperti Video Game
BOLOGNA, iNews.id – Casey Stoner dikenal sebagai salah satu pembalap paling berbakat dalam sejarah MotoGP. Kemampuannya mengendalikan motor Ducati dengan cara yang tidak biasa membuat banyak orang takjub, termasuk Michele Pirro yang telah lebih dari satu dekade menjadi test rider Ducati.
Pirro sempat berbagi tugas pengujian motor bersama Stoner pada pertengahan 2010-an. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam karena Stoner memiliki pendekatan berkendara yang berbeda dibanding mayoritas pembalap MotoGP.
Menurut Pirro, Stoner ingin mengendalikan seluruh karakter motor tanpa terlalu bergantung pada bantuan perangkat elektronik. Pendekatan tersebut membuat gaya balapnya sangat unik dan sulit ditiru.
"Stoner ingin memiliki kendali penuh atas motornya," kata Michele Pirro dalam podcast Mig Babol seperti dikutip GPOne.
Pirro menjelaskan sebagian besar pembalap mengandalkan sistem elektronik untuk membantu mengontrol motor. Sebaliknya, Stoner lebih memilih mengatur traksi menggunakan bukaan gas dan rem belakang secara manual.
"Berbeda dengan sebagian besar pembalap, dia mengatur sendiri kontrol traksi menggunakan gas dan rem belakang."
Pirro mengungkapkan Stoner bahkan tidak menginginkan kontrol elektronik maupun sistem anti-wheelie bekerja saat mengendarai motor. Bagi juara dunia MotoGP tersebut, seluruh kendali harus berasal dari kemampuan pembalap.
"Dia tidak menginginkan kontrol elektronik, bahkan dia juga tidak menginginkan anti-wheelie. Bagi dia, membalap berarti melakukan semuanya sendiri."
Cara Stoner menjelaskan teknik menikung juga membuat Pirro kesulitan memahaminya. Instruksi yang disampaikan terdengar mustahil dilakukan oleh pembalap lain.
"Saat dia menjelaskan bagaimana menghadapi tikungan tertentu, rasanya seperti sedang menggambarkan sesuatu yang mustahil."
Pirro mengaku jauh lebih mudah memahami penjelasan dari Jorge Lorenzo maupun Andrea Dovizioso. Sebaliknya, penjelasan Stoner benar-benar berada di luar kebiasaan para pembalap MotoGP.
"Berbicara dengan Lorenzo atau Dovizioso, saya bisa memahami instruksi mereka. Saat berbicara dengan Stoner, semuanya benar-benar berbeda."
Pirro bahkan sempat menganggap teknik yang dijelaskan Stoner hanya mungkin dilakukan dalam permainan video. Namun, data telemetri membuktikan seluruh penjelasan pembalap Australia tersebut memang benar-benar dilakukan di lintasan.
"Dia akan memberi tahu bagaimana dia melewati tikungan, dan awalnya Anda akan berpikir itu hanya bisa dilakukan di PlayStation."
"Kemudian Anda melihat data dan menemukan dia benar-benar melakukannya dengan cara tersebut, bahkan melakukannya dengan sangat mudah."
Pirro mengakui dia bersama Lorenzo pernah mencoba meniru teknik Stoner. Namun, cara tersebut terasa sangat tidak alami sehingga sulit diterapkan oleh pembalap lain.
"Bukan berarti Lorenzo atau saya tidak mencoba menirunya, tetapi bagi kami cara itu terasa tidak alami."
Setelah beberapa tahun terakhir kembali mengendarai motor, Stoner sempat mengalami masalah kesehatan pada penghujung 2025. Awal tahun ini, dia menjalani operasi punggung untuk mengatasi rasa sakit yang terus dirasakan sejak mengalami kecelakaan ketika masih berlaga di Kejuaraan Dunia kelas 125cc pada 2003.
Editor: Reynaldi Hermawan