Mutiara Ayu Puspitasari Ungkap Beratnya Tekanan di Korea Open 2026: Pemain Level Atas Berbeda!
YEOSU, iNews.id – Mutiara Ayu Puspitasari mengakui tekanan menghadapi pemain level atas menjadi tantangan terberatnya saat tersingkir dari Korea Open 2026. Tunggal putri Indonesia itu merasa perlu meningkatkan ketenangan dan kecepatan beradaptasi setelah kalah dari unggulan keenam asal Taiwan, Lin Hsiang Ti.
Mutiara harus mengakhiri perjuangannya pada babak 16 besar Korea Open 2026 setelah kalah melalui pertarungan tiga gim dengan skor 20-22, 21-19, dan 13-21. Pertandingan berlangsung di Jinnam Stadium, Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026).
Meski gagal melangkah ke perempat final, Mutiara menilai penampilannya mengalami peningkatan dibandingkan pertandingan sebelumnya. Namun, dia menyayangkan kesempatan yang terbuang pada gim pertama akibat kurang tenang menghadapi poin-poin menentukan.
"Hari ini secara permainan cukup baik ya, lebih baik dari hari kemarin. Gim pertama memang ada kesempatan tapi saya merasa kurang tenang dan kurang yakin menghadapi poin-poin kritis," ujar Mutiara.
Kegagalan memanfaatkan momentum membuat Mutiara harus menyerahkan gim pembuka kepada Lin dengan skor tipis 20-22. Dia kemudian mampu memberikan perlawanan lebih baik hingga berhasil merebut gim kedua.
Pada gim tersebut, Mutiara sukses mengungguli Lin dengan skor 21-19. Kemenangan itu membuat pertandingan kembali terbuka dan memaksa kedua pemain melanjutkan persaingan ke gim penentuan.
Namun, Mutiara kembali menghadapi kesulitan saat pertandingan memasuki gim ketiga. Dia merasakan perbedaan intensitas permainan ketika menghadapi lawan yang memiliki pengalaman dan kualitas di level lebih tinggi.
"Di gim kedua sudah cukup berjalan baik tapi di gim ketiganya, ketika poinnya ketat, lagi-lagi saya merasa pressure pemain yang lebih top level itu berbeda ya dari tekanan pukulan dan tekanan mainnya," ungkapnya.
Mutiara akhirnya harus mengakui keunggulan Lin setelah kalah 13-21 pada gim penentuan. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri langkahnya dalam turnamen yang menjadi pengalaman pertama bermain di level Super 500.
Di balik kekalahan tersebut, Mutiara tetap melihat sisi positif dari penampilannya. Dia bersyukur mampu memberikan perlawanan dalam penampilan perdananya pada turnamen bulutangkis level Super 500.
"Saya merasa di pertama kali menghadapi turnamen Super 500, saya bersyukur penampilan saya cukup baik," katanya.
Pengalaman menghadapi Lin memberikan gambaran kepada Mutiara mengenai tuntutan permainan di level lebih tinggi. Dia menyadari kemampuan teknis saja belum cukup tanpa ketenangan ketika menghadapi tekanan lawan.
Selain menjaga fokus pada poin-poin penting, Mutiara menilai perubahan strategi harus dilakukan lebih cepat. Kemampuan membaca permainan dan menyesuaikan pola serangan menjadi aspek yang ingin dia tingkatkan.
"Dan pelajaran yang bisa diambil, paling keliatan dari lawan Lin Hsiang Ti tadi bagaimana menghadapi top level, saya rasa ketenangan dan perubahan cara mainnya harus cepat diadaptasi lagi," tuturnya.
Kekalahan dari Lin menjadi bahan evaluasi bagi Mutiara untuk menghadapi persaingan berikutnya. Pengalaman debut di Korea Open 2026 memberikan pelajaran mengenai pentingnya ketenangan, kesiapan menghadapi tekanan, dan kecepatan mengubah pola permainan saat melawan pemain level atas.
Editor: Abdul Haris