Nyaris Paksa Rubber Game, Rehan/Gloria Gagal ke Final Taipei Open 2026
TAIPEI, iNews.id – Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja gagal melaju ke final Taipei Open 2026 setelah kalah dramatis dari wakil Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi. Ganda campuran Indonesia itu menyerah dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 20-22.
Pertandingan semifinal tersebut berlangsung di Taipei Arena, Taiwan, Sabtu (1/8/2026). Rehan/Gloria memberikan perlawanan ketat, terutama pada gim kedua, tetapi belum mampu menghentikan permainan solid pasangan Jepang.
Kedua pasangan langsung bermain dalam tempo tinggi sejak awal gim pertama. Rehan/Gloria berusaha menekan melalui serangan cepat, sedangkan Yuta/Maya tampil rapi dalam bertahan dan mengatur arah permainan.
Yuta/Maya kemudian membangun keunggulan 13-8. Pola permainan pasangan Jepang membuat Rehan/Gloria kesulitan mengembangkan serangan dan mengejar perolehan angka.
Rehan/Gloria sempat berusaha memangkas jarak. Namun, Yuta/Maya mampu menjaga konsistensi hingga merebut gim pertama dengan skor 21-17.
Rehan/Gloria meningkatkan intensitas permainan pada gim kedua. Mereka tampil lebih berani dalam menyerang dan mencoba memaksa Yuta/Maya terlibat dalam reli panjang.
Pasangan Indonesia sempat tertinggal 11-15, tetapi tidak menyerah. Rehan/Gloria perlahan mengejar hingga kedudukan imbang 17-17 dan 19-19.
Pertarungan semakin menegangkan ketika skor mencapai 20-20. Rehan/Gloria hanya membutuhkan dua angka untuk membawa pertandingan menuju gim penentuan.
Sayangnya, Yuta/Maya tampil lebih tenang pada momen krusial. Pasangan Jepang merebut dua angka beruntun untuk menutup gim kedua dengan skor 22-20 sekaligus memastikan tiket final.
Kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan Rehan/Gloria di Taipei Open 2026. Meski gagal mencapai partai puncak, babak semifinal menjadi pencapaian terbaik mereka pada turnamen BWF World Tour musim ini.
Hasil tersebut juga menandai perkembangan positif Rehan/Gloria setelah Rehan menjalani pemulihan cedera lutut selama sekitar sembilan bulan. Pasangan nonpelatnas itu baru kembali berkompetisi pada Singapore Open 2026 sebelum perlahan menemukan ritme permainannya.
Editor: Abdul Haris