Ogah Terpuruk Lagi, Honda Bidik Triple Crown di MotoGP 2021
TOKYO, iNews.id – Honda Racing Corporation (HRC) ogah terpuruk lagi. Mereka membidik triple crown pada MotoGP 2021.
Sinar HRC meredup pada musim 2020. Tidak ada pembalap Honda yang mampu menembus lima besar.
Peringkat terbaik diraih Takaaki Nakagami yang duduk di urutan 10 klasemen akhir. Di kategori konstruktor, Honda bahkan duduk di peringkat lima dari enam pabrikan.
Dua petinggi HRC Tetsuhiro Hikita dan Takehiro Koyasu tak mau catatan kelam itu terulang. Mereka sudah menggelar evaluasi besar-besaran untuk mengembalikan kejayaan dan meraih triple crown alias juara di kategori pembalap, konstruktor, dan tim (Repsol Honda) pada 2021.
Jadwal Babak 32 Besar Thailand Open 2021 Hari Kedua, Ahsan/Hendra Lakoni Derbi Indonesia
“Target kami adalah memenangi Triple Crown. Sebab musim lalu kami tidak bisa menunjukkan kekuatan Honda. Itu tidak boleh lagi terjadi,” tegas Presiden HRC Tetsuhiro Hikita, dikutip dari Motosan, Selasa (12/1/2021).
“Kami menyikapi dengan serius hasil musim lalu. Jadi, kami akan bekerja keras dalam berbagai aspek. Kami kehilangan akselerasi dan kecepatan puncak untuk menyalip rival di lintasan lurus,” timpal Takehiro Koyasu.
Prediksi Juventus Vs Genoa: Dilarang Pikirkan Inter Milan
Hasil buruk yang didapat HRC tidak terlepas dari absennya Marc Marquez. The Baby Alien mengalami cedera patah tulang humerus pada seri perdana di Sirkuit Jerez, 19 Juli lalu.
Prediksi Real Sociedad Vs Barcelona: Uji Konsistensi Blaugrana
Akibatnya Marquez harus absen mengaspal setahun penuh. Belum diketahui pasti kapan pembalap berusia 27 tahun itu akan kembali ke lintasan. Tetsuhiro Hikita memastikan pihaknya terus memantau kondisi sang jagoan.
“Kami terus memantau kondisinya secara seksama,” ujar Tetsuhiro Hikita.
Terkuak, Ini Alasan Fajar Alfian Warnai Rambut Jadi Biru di Thailand Open
“Kami terus bekerja menyiapkan motor terbaik untuknya pada tes pramusim di Sepang (Malaysia). Kami harus melakukan segalanya demi membantu Marc Marquez,” tutup pria berkebangsaan Jepang itu.
Editor: Reynaldi Hermawan