PB Djarum Dominasi MilkLife Superliga Junior 2026, Dua Piala Legendaris Dikawinkan
KUDUS, iNews.id - PB Djarum mencetak sejarah di MilkLife Superliga Junior 2026 setelah merebut lima gelar juara sekaligus dalam turnamen bulu tangkis beregu usia muda tersebut. Prestasi luar biasa ini mengantarkan klub asal Kudus, Jawa Tengah, menjadi juara umum sekaligus mencatat rekor baru sejak kompetisi digelar pada 2016.
Lima gelar tersebut diraih dari kategori U-15 Putri, U-17 Putra, U-17 Putri, U-19 Putra, dan U-19 Putri. Keberhasilan ini menjadi pencapaian pertama bagi sebuah klub yang mampu menguasai lima kategori dalam satu penyelenggaraan Superliga Junior.
Kepastian gelar juara PB Djarum diperoleh dalam rangkaian pertandingan final di GOR Djarum, Jati, Kudus, Minggu (8/11/2026). Penampilan konsisten para pemain muda membuat klub tuan rumah mendominasi sejumlah partai puncak dan membawa pulang lima trofi bergengsi.
Team Manager PB Djarum, Fung Permadi, mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang tampil maksimal sepanjang turnamen. Dia menilai hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras dan latihan intensif yang telah dijalani tim.
“Saya melihat para pemain tampil maksimal sehingga mendapatkan hasil terbaik. Namun, tidak hanya merayakan, kami juga akan tetap melakukan evaluasi agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Saya juga berharap pada penyelenggaraan MilkLife Superliga Junior berikutnya lebih banyak dukungan dari berbagai pihak agar lebih banyak tim-tim asing yang lebih kuat datang ke event ini sehingga turnamen ini semakin kompetitif,” tutur Fung Permadi.
Dominasi PB Djarum semakin lengkap setelah tim U-19 putra dan putri sama-sama keluar sebagai juara. Kedua tim sukses mengamankan Piala Liem Swie King dan Piala Susy Susanti, sekaligus memastikan klub tersebut mengawinkan gelar di kelompok usia paling senior dalam turnamen ini.
Di final U-19 putra, PB Djarum harus melewati perlawanan sengit PB Jaya Raya Jakarta sebelum menang dengan skor 3-1. Radithya Bayu Wardana membuka keunggulan setelah mengalahkan Maharishiel Timotius Gain melalui dua gim langsung dengan skor 15-9 dan 17-15.
PB Djarum kemudian memperlebar keunggulan melalui pasangan ganda Anju Siahaan/Muhammad Rizki Mubarrok yang memenangi partai kedua. Namun, Jaya Raya Jakarta belum menyerah setelah Nazwan Abdillah mengalahkan Yudha Rendra Wijaya dalam pertandingan tiga gim dengan skor 9-15, 15-3, 15-9.
Gelar juara akhirnya dipastikan melalui pasangan Faizal Pangestu/Raihan Daffa Edsel Pramono. Mereka menundukkan ganda Jaya Raya Jakarta, Akmal Nurrahman/Revand Harianto, dengan skor 16-14, 11-15, 15-10. Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang dominasi PB Djarum yang mempertahankan gelar U-19 putra sejak 2017.
Radithya menyebut kekompakan menjadi salah satu faktor penting keberhasilan timnya dalam pertandingan final. Dukungan antarpemain tetap terjaga meski ada rekan yang gagal menyumbangkan kemenangan.
“Kunci kemenangan kami di pertandingan final tadi adalah kekompakan tim yang sudah lama terjalin baik di dalam maupun luar lapangan. Jadi, kami terus saling support bahkan jika salah satu pemain tidak berhasil meraih kemenangan. Saya juga bangga bisa menjadi bagian dari sejarah tim U-19 putra PB Djarum yang mampu mempertahankan Piala Liem Swie King untuk enam kali beruntun” ujar Radithya.
Sementara itu, tim U-19 putri PB Djarum tampil meyakinkan saat menghadapi C.Y. Foundation Badminton dari China Taipei. Mereka menyudahi pertandingan final dengan kemenangan telak 3-0 melalui kontribusi Hani Miftasari, pasangan Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri, serta Christabel Calista Purwanto.
Hasil tersebut memastikan Piala Susy Susanti kembali menjadi milik PB Djarum. Calista mengaku percaya diri saat turun bertanding karena timnya sudah unggul 2-0 sebelum giliran dia bermain. Pengalaman menghadapi lawan yang sama di fase grup juga menjadi bekal penting.
“Puji Tuhan pertandingan final berjalan sesuai dengan harapan kami karena pemain-pemain yang turun bertanding mendapatkan kemenangan. Saya sendiri tadi memang penuh percaya diri sejak awal, karena sebelum giliran saya bertanding, tim sudah unggul 2-0. Selain itu, kami juga sudah bertemu dengan China Taipei di babak penyisihan grup dan cukup mengetahui permainan mereka, baik kelebihan maupun kekurangan mereka. Saya senang sekali karena Piala Susy Susanti akhirnya bisa kembali ke pelukan kami,” kata Calista.
Kesuksesan PB Djarum tidak berhenti di kelompok U-19. Tim U-17 putra dan putri juga berhasil mengamankan gelar juara setelah merebut kembali Piala Haryanto Arbi dan Piala Yuni Kartika yang sempat lepas pada tahun sebelumnya.
Tim U-17 putri lebih dulu memastikan gelar setelah mengalahkan Mutiara Cardinal Bandung. Alysa Mukti Salsabiela, pasangan Aqelatul Amaliyah Rahma/Wilia Renasya, serta Kalia Rahmadani menjadi penentu kemenangan PB Djarum melalui tiga partai yang dimainkan.
Alysa mengungkapkan keberhasilan tersebut menjadi jawaban atas kegagalan timnya di final Superliga Junior tahun lalu. Meski sudah mencapai target juara, dia mengingatkan rekan-rekannya agar tidak cepat puas karena mempertahankan gelar membutuhkan perjuangan lebih besar.
“Saya bersyukur kerja keras bersama kami akhirnya membuahkan hasil maksimal. Target kami dari awal memang menjadi juara dan membayar lunas kegagalan di final Superliga Junior tahun lalu. Meski berhasil menjadi juara, kami tidak boleh cepat puas dan tetap berlatih keras karena mempertahankan gelar juara lebih sulit dari ketika mampu menggapainya,” tutur Alysa.
Tidak berselang lama, tim U-17 putra PB Djarum ikut mengamankan Piala Haryanto Arbi. Mereka mengalahkan PB Jaya Raya Jakarta dengan skor 3-1 setelah sempat tertinggal pada partai pertama.
Jaya Raya membuka keunggulan melalui tunggal putra M Alif Akbar. Mereka kemudian menyamakan kedudukan melalui pasangan Arybka Okta Disabian/Muhammad Zilazik Artando Zakaria. Namun, PB Djarum membalikkan keadaan berkat kemenangan tunggal Farel Fadhilah Ukasyah dan pasangan ganda Adhwin Aring Rangga/Rizky Caesar Ramadhan.
Satu gelar lainnya diperoleh dari kategori U-15 putri. Setelah menyingkirkan juara bertahan Exist Badminton Academy pada semifinal, PB Djarum tampil dominan di partai puncak dengan mengalahkan Bukit Jalil Sports School Malaysia 3-0.
Tiga kemenangan PB Djarum disumbangkan oleh Nafla Berly Syakira Al Habsyi, Zahra Hafizah Hasanah, serta pasangan Alisha Artha Amara/Florence Alicia Sutanto. Hasil tersebut memastikan Piala Maria Kristin Yulianti menjadi bagian dari lima trofi yang dibawa pulang klub tuan rumah.
Di luar persaingan di lapangan, penyelenggaraan MilkLife Superliga Junior 2026 juga mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kudus. Bupati Kudus Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, S.T., M.T. menilai kehadiran turnamen berskala internasional dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan sport tourism.
“Dengan adanya event-event olahraga baik tingkat nasional hingga internasional membuat kota ini memiliki cita-cita menjadi destinasi sport tourism terbesar di Indonesia. Bahkan, di MilkLife Superliga Junior 2026 terdapat tujuh perwakilan negara lain yang datang ke Kudus. Terima kasih kepada masyarakat Kudus karena sudah menjadi tuan rumah yang baik, menyambut dengan keramahan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada tamu-tamu baik domestik maupun mancanegara. Kegiatan seperti ini tentu berdampak baik terhadap perekonomian masyarakat seperti UMKM semakin ramai pengunjung, hotel dan penginapan juga penuh, dan kegiatan ekonomi lainnya menjadi lebih baik,” kata Sam'ani.
Berikut Daftar Juara MilkLife Superliga Junior 2026:
U-13 Putra
Juara : Jaya Raya Solo
Runner- up : Jaya Raya Satria
Semifinalis : PB Suryanaga Surabaya & AIC
Favorite Athlete : Andra Julio Ghaizan (Jaya Raya Satria)
U-13 Putri
Juara : Jaya Raya Satria
Runner-up : Taqi Arena Badminton Academy
Semifinalis : PB Champion Jepara & Jaya Raya Solo
Favorite Athlete : Angelice Luigi Nathaniela (Jaya Raya Satria)
U-15 Putra
Juara : Jaya Raya Jakarta
Runner-up : Mutiara Cardinal, Bandung
Semifinalis : PB Djarum & PB Champion Klaten
Favorite Athlete : Revie Israel Lumoindong (Jaya Raya Jakarta)
U-15 Putri
Juara : PB Djarum
Runner-up : Bukit Jalil Sports School Malaysia
Semifinalis : Exist Badminton Club, PB Champion Klaten
Favorite Athlete : Nafla Berly Syakira Al Habsyi (PB Djarum)
U-17 Putra
Juara : PB Djarum
Runner-up : Jaya Raya Jakarta
Semifinalis : Bukit Jalil Sports School Malaysia & Mutiara Cardinal, Bandung
Favorite Athlete : Muhammad Zilazik Artando Zakaria (Jaya Raya Jakarta)
U-17 Putri
Juara : PB Djarum
Runner-up : Mutiara Cardinal, Bandung
Semifinalis : Exist Badminton Club & Pelatprov Jawa Timur
Favorite Athlete : Aqelatul Amaliyah Rahma (PB Djarum)
U-19 Putra
Juara : PB Djarum
Runner-up : Jaya Raya, Jakarta
Semifinalis : PB Power Rajawali & Pelatprov Jawa Timur
Favorite Athlete : Radithya Bayu Wardhana (PB Djarum)
U-19 Putri
Juara : PB Djarum
Runner-up : C.Y Foundation Badminton, China Taipei
Semifinalis : Pelatprov Jawa Timur & Jaya Raya Jakarta
Favorite Athlete : Hani Miftasari (PB Djarum)
Editor: Reynaldi Hermawan