Pedro Acosta Sempat Ketakutan sebelum Juara MotoGP Austria 2026
SPIELBERG, iNews.id – Pedro Acosta mengungkap momen penuh tekanan sebelum akhirnya meraih kemenangan perdana di kelas MotoGP pada MotoGP Austria 2026. Pembalap Red Bull KTM itu mengaku sempat ketakutan kembali melakukan kesalahan setelah mengalami kecelakaan besar sebelum balapan utama di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Minggu (20/9/2026) malam WIB.
Kemenangan Acosta terasa semakin spesial karena terjadi di kandang KTM. Pembalap asal Spanyol tersebut akhirnya berhasil naik ke podium tertinggi setelah menunggu hingga 56 kali start di kelas utama MotoGP.
Namun, perjalanan menuju kemenangan itu tidak mudah. Acosta datang ke balapan utama dengan beban mental setelah melakukan kesalahan saat memimpin Sprint Race MotoGP Austria.
Acosta bahkan menyebut insiden tersebut sebagai salah satu kesalahan paling memalukan dalam kariernya. Tekanan semakin besar setelah dia kembali terjatuh pada sesi pemanasan dan membuat motor balapnya mengalami kerusakan.
"Kesalahan kemarin sangat besar. Begitu juga hari ini saat pemanasan karena saya menghancurkan motor balap saya," kata Acosta dikutip dari laman resmi MotoGP.
Pembalap berusia 22 tahun itu mengaku tidak ingin membuat kesalahan lain saat tampil di rumah KTM. Namun, dia mampu mengatasi tekanan tersebut dan mengubah rasa khawatir menjadi motivasi untuk tampil maksimal.
"Sejujurnya saya sangat gugup karena saya benar-benar tidak ingin membuat kesalahan lagi di rumah KTM. Tapi kami berhasil mengatasinya," ujar Acosta.
Dalam balapan utama MotoGP Austria 2026, Acosta sempat mengalami kesulitan pada awal lomba. Memulai balapan dari posisi ketiga, dia justru turun ke posisi kelima setelah start.
Namun, Acosta menunjukkan kemampuan luar biasa untuk bangkit. Dia berhasil melewati Marc Marquez serta dua pembalap Aprilia, Ai Ogura dan Marco Bezzecchi, hanya dalam tiga lap.
Setelah melewati para pesaingnya, Acosta mengejar Jorge Martin yang berada di posisi terdepan. Momen penting terjadi pada lap kesembilan ketika dia berhasil mengambil alih pimpinan balapan.
Setelah berada di depan, Acosta memilih tampil lebih tenang. Dia menjaga jarak dengan Martin hingga akhirnya melewati garis finis sebagai pemenang.
"Saya sangat senang dengan balapan ini. Memang saya sedikit kesulitan dibanding kemarin di lap-lap awal. Jorge juga memberikan tekanan besar di awal dan saya sedikit kesulitan untuk mengejarnya," kata Acosta.
Acosta menjelaskan dirinya belajar dari kesalahan pada Sprint Race. Dia berusaha tidak terlalu memaksakan diri dan menjaga ritme agar tidak kehilangan kendali atas balapan.
"Saya hanya mencoba belajar dari kesalahan kemarin dan mencoba menjaga jarak 0,5 sampai 0,7 detik sepanjang balapan," ucapnya.
Kemenangan ini menjadi pencapaian besar bagi Acosta yang sebelumnya memegang rekor sebagai pembalap dengan podium MotoGP terbanyak tanpa kemenangan kelas utama, yakni 15 podium.
Perayaan Acosta pun berlangsung emosional. Dia membaringkan motor KTM RC16 miliknya dan berguling di lintasan, tepat di lokasi dirinya mengalami kecelakaan saat Sprint Race.
"Tidak ada cara lain untuk merayakan kemenangan itu. Akhirnya!" tutur Acosta.
Acosta juga memberikan apresiasi kepada KTM dan seluruh tim yang membantunya bangkit hingga meraih kemenangan. Menurut dia, keberhasilan ini memiliki arti besar karena KTM sempat mengalami masa sulit.
"KTM mengalami masa sulit tahun lalu bahkan untuk tetap bersaing di kejuaraan. Akhirnya kami bisa kembali menemukan potensi motor. Itu sangat luar biasa," kata Acosta.
Kemenangan di MotoGP Austria 2026 membawa Acosta naik ke posisi keempat klasemen sementara. Dia kini berada 72 poin di belakang Jorge Martin yang masih memimpin klasemen dunia.
Editor: Abdul Haris