Pelatih Ganda Putra Indonesia Ungkap Kelemahan Fajar/Rian: Banyak Error, Kurang Fighting Spirit
JAKARTA, iNews.id- Pelatih kepala ganda putra Indonesia, Aryono Miranat menyebut penampilan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sangat tak memuaskan dalam dua turnamen terakhir. Aryono menyebut Fajar/Rian banyak kekurangan.
Fajar/Rian selalu terhenti di babak perempatfinal dua turnamen terakhir. Juara All England 2023 itu hanya mampu mencapai delapan besar Malaysia Open dan India Open 2024.
Pencapaian ini dirasa belum memuaskan untuk para pencinta bulu tangkis Indonesia, tak terkecuali Aryono. Dia mengatakan, banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk memperbaiki performa Fajar/Rian.
Secara gamblang, Aryono menjelaskan bahwa evaluasi untuk Fajar/Rina harus dilakukan secara menyeluruh. Aryono mengatakan, mulai dari pola bertahan hingga menyerang harus segera diperbaiki.
Anthony Ginting dan Fajar/Rian Beraksi di Perempat Final India Open 2024 Hari Ini
"Fajar/Rian dalam dua pertandingan (turnamen) hanya menembus babak delapan besar, hasil ini kurang memuaskan dan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi terutama mengcover permainan di depan net supaya bisa tetap bermain menyerang," kata Aryono dalam rilis resmi PBSI, dikutip pada Minggu (21/1/2024).
"Pola bertahan juga masih belum rapat. Unforced error juga harus dikurangi terutama servis atau pengembalian servis," tambahnya menjelaskan.
Jadwal India Open 2024: Ginting Vs Lee Cheuk Yiu, Fajar/Rian Tantang Juara Dunia
Tak hanya itu, Aryono juga menginginkan Fajar/Rian tidak mudah menyerah, dan selalu termotivasi dalam sebuah pertandingan. Menurutnya, ini merupakan salah satu kunci mengembalikkan performa FajRi -sapaan akrab Fajar/Rian.
"Selanjutnya adalah fighting spirit harus keluar dari diri sendiri, saat tertekan harus cepat bisa kembali melawan atau saat unggul harus tetap fokus," tukasnya.
Hasil India Open 2024: Fajar/Rian Menang Atas Wakil Denmark
Sementara itu, Fajar/Rian selanjutnya akan mentas di Indonesia Masters 2024. Mereka akan bersua dengan wakil Taiwan, Lew Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan di babak 32 besar.
Editor: Ibnu Hariyanto