Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Tambah Medali di YOG 2026, Asael Christo Bawa Pulang Perak dari Cabor Wushu
Advertisement . Scroll to see content

Percaya Diri Sejak Awal, Asael Christo Ukir Sejarah Wushu Indonesia di Youth Olympic 2026

Rabu, 04 November 2026 - 09:47:00 WIB
Percaya Diri Sejak Awal, Asael Christo Ukir Sejarah Wushu Indonesia di Youth Olympic 2026
Atlet wushu Indonesia, Asael Christo Jacob Rondonuwu, mempersembahkan medali perak nomor gabungan changquan dan gunshu putra pada Youth Olympic Games 2026 di Dakar, Senegal, Selasa (3/11/2026). (Foto: IG @timindonesiaofficial)
Advertisement . Scroll to see content

DAKAR, iNews.id - Asael Christo Jacob mencetak sejarah bagi Indonesia setelah meraih medali perak cabang olahraga wushu pada Youth Olympic Games Dakar 2026. Atlet berusia 16 tahun itu menjadi wakil Merah Putih pertama yang menyumbangkan medali perak sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam ajang olahraga multievent tersebut.

Medali bersejarah itu dipastikan Asael setelah tampil di nomor Men’s Changquan Combined disiplin taolu atau seni di Dakar Expo Center, Senegal, Selasa (3/11/2026). Dia mengaku sudah memiliki keyakinan untuk membawa pulang medali sejak awal mengikuti kompetisi.

Pencapaian Asael terasa semakin istimewa karena wushu untuk pertama kalinya masuk dalam program cabang olahraga resmi perebutan medali Youth Olympic. Dia pun langsung memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersembahkan prestasi tertinggi bagi Indonesia di nomor yang diikutinya.

Dalam pertandingan final, Asael harus menjalani dua rangkaian, yakni Changquan atau jurus tangan kosong dan Gunshu atau jurus tongkat. Dia mengumpulkan nilai 9,353 dari Changquan dan 9,356 pada Gunshu.

Kombinasi kedua nilai tersebut menghasilkan total 18,709 poin. Hasil itu menempatkan Asael di posisi kedua sekaligus mengantarkannya meraih medali perak.

Medali emas menjadi milik atlet China, Lin Yilei, yang mengoleksi 18,796 poin. Sementara itu, wakil Iran, Arash Pahali, menempati peringkat ketiga dengan nilai 18,603 dan berhak membawa pulang perunggu.

“Bangga dan senang. Puji Tuhan, saya bisa mempersembahkan medali perak pertama untuk Indonesia di Youth Olympic. Medali ini sangat berarti karena ada proses panjang dan kerja keras. Sejak awal saya sudah yakin pulang membawa medali, dan tadi di final, saya berusaha tampil tenang, tidak gugup, dan menikmati pertandingan,” kata Asael dalam keterangannya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada orang-orang yang telah mendukung perjalanan kariernya hingga mampu mencatatkan prestasi di Dakar. Asael menilai pengalaman bertanding di Senegal memberinya pelajaran penting untuk menghadapi kompetisi internasional.

"Terima kasih kepada orang tua, pelatih, teman-teman, dan semua yang telah mendukung saya. Pengalaman di Dakar mengajarkan saya untuk lebih percaya diri dan tidak terlalu tegang saat bertanding. Semoga ke depannya wushu bisa dipertandingkan di Olimpiade Musim Panas dan saya bisa tampil di Olimpiade senior," tambahnya.

Perak Perdana dalam Sejarah Indonesia
Keberhasilan Asael bukan sekadar menambah koleksi medali kontingen Merah Putih. Raihan tersebut menjadi medali perak pertama Indonesia sejak Youth Olympic Games pertama kali diselenggarakan di Singapura pada 2010.

Dalam tiga edisi sebelumnya, Indonesia hanya berhasil membawa pulang medali perunggu. Catatan tersebut terjadi pada Youth Olympic Games Singapura 2010, Nanjing 2014, dan Buenos Aires 2018.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Dakar 2026, Ita Yuliati, mengaku bangga atas perjuangan Asael. Dia menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari persiapan panjang, disiplin, dan kerja keras sang atlet.

“Alhamdulillah, satu lagi sejarah tercipta untuk Indonesia. Saya sangat bangga atlet-atlet muda kita. Mereka sangat luar biasa. Sejak awal saya melihat Asael sangat disiplin, berbakat, dan memiliki kegigihan luar biasa. Hari ini, kerja kerasnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan, apalagi medali ini diraih pada momen bersejarah debut wushu di Youth Olimpiade,” ujar Ita.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, juga menyebut pencapaian Asael sebagai momentum penting bagi perkembangan olahraga nasional. Menurut dia, keberhasilan atlet muda Indonesia di Dakar harus menjadi dorongan untuk memperkuat pembinaan generasi penerus.

“Ini pencapaian bersejarah bagi Indonesia. Untuk kali pertama, Kontingen Indonesia meraih perak dan mendapat medali terbanyak di sepanjang partisipasi Youth Olympic. Asael menunjukkan kalau atlet muda kita memiliki potensi besar untuk bersaing di panggung dunia, dan pembinaan tidak boleh terputus. Terima kasih juga kepada CdM yang sudah mengawal serta memastikan atlet Tim Indonesia bertanding dengan nyaman di Dakar,” ujar Okto.

Prestasi Asael bersama Shasenka menjadi catatan penting bagi kontingen Indonesia di Youth Olympic Games Dakar 2026. Raihan tersebut sekaligus memperlihatkan potensi atlet muda Merah Putih untuk bersaing di level internasional dan membuka peluang mencetak prestasi lebih besar pada masa mendatang.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut