Positif Covid-19, Ratchanok Intanton Mundur dari Perempat Final German Open 2022
MULHEIM AN DER RUHR, iNews.id - Pebulu tangkis tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanton mengundurkan diri dari perempat final German Open 2022. Dia dikabarkan positif Covid-19.
Babak perempat final German Open 2022 mulai dipertandingkan pada Jumat (11/3/2022) waktu setempat. Dalam babak ini, Ratchanok Intanton seharusnya melawan wakil China He Bing Jiao.
Namun, pemain berusia 27 tahun tersebut gagal tampil kali ini. Alasannya mantan ratu bulu tangkis dunia yang kerap disapa May itu positif Covid-19 sebelum bertanding.
"Tidak ada @ratchanokmay hari ini di perempat final German Open 2022. Dia dites positif Covid-19 dan mundur dari laga melawan Heng Bing Jiao. Kami doakan May lekas sembuh," ungkap situs resmi BWF lewat laman resmi mereka.
Anthony Ginting dan Jojo Loyo di German Open 2022, Netizen Sentil PBSI
"Protokol pengujian telah diterapkan di turnamen sesuai dengan pedoman BWF dan Asosiasi Bulu Tangkis Jerman guna menjaga kesehatan dan keselamatan semua peserta," sambung mereka.
Jadwal German Open 2022 Hari Ini: 2 Wakil Indonesia Beraksi di Perempat Final
Sebelumnya Ratchanok Intanton tampil hebat di German Open 2022. Pebulu tangkis berperingkat 8 dunia itu berhasil mengalahkan wakil India Saina Nehwal dan andalan Cina yang lain, Wang Zhi Yi.
![]()
Baca JugaHasil German Open 2022: Ginting dan Fajar/Rian Kandas, Adnan/Mychelle ke Perempat Final
Lihat postingan ini di Instagram
![]()
Baca JugaHasil German Open 2022: Kunlavut Vitidsarn Tampil Apik, Jonatan Christie Tumbang
Sebuah kiriman dibagikan oleh Badminton World Federation (@bwf.official)
Adapun terkait Covid-19, tak hanya Ratchanok Intanton yang menjadi korban di German Open 2022 ini. Sebelumnya ada tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie yang divonis kasus serupa.
Kabarnya Jojo -panggilan akrab Jonatan- dinyatakan positif Covid-19 seusai dikalahkan wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Seusai hasil tes PCR keluar, Jojo pun diisolasi dan rekan sekamarnya Anthony Ginting dipindahkan ke ruangan lain.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya