Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tampil Dominan, Putri KW Singkirkan Wakil Jepang di Malaysia Open 2026
Advertisement . Scroll to see content

Prestasi Bulu Tangkis Indonesia dari Masa ke Masa di Olimpiade, Ada yang Tidak Dianggap

Rabu, 26 Oktober 2022 - 20:30:00 WIB
Prestasi Bulu Tangkis Indonesia dari Masa ke Masa di Olimpiade, Ada yang Tidak Dianggap
Prestasi Bulutangkis Indonesia dari Masa ke Masa. Susi Susanti (Olimpiade 1992)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Berbicara prestasi bulu tangkis Indonesia dari masa ke masa pasti akan menghabiskan berjilid-jilid. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tradisi juara bulu tangkis yang kuat.

Indonesia telah mengukir prestasi di berbagai ajang internasional bergengsi sejak tahun 1950-an. Namun, salah satu ajang yang menarik untuk diulas adalah Olimpiade Musim Panas.

Bulu tangkis Indonesia juga menorehkan catatan tak kalah mentereng di ajang olahraga dunia empat tahunan tersebut. Bahkan, ada beberapa prestasi emas Indonesia di Olimpiade yang tidak dianggap.

Sejatinya, Indonesia telah menorehkan medali emas pertamanya di cabang olahraga bulu tangkis pada Olimpiade Munchen 1972. Medali emas tersebut disabet oleh legenda asal Surabaya, Rudy Hartono.

Bagaimanapun, Rudy memang menjadi pebulu tangkis Indonesia paling gemilang sepanjang masa. Nama Rudy Hartono bahkan masuk Guinness Book of Records dengan status pemegang gelar All England terbanyak, yakni 8 kali.

Rudy Hartono juga telah 4 kali menjuarai Piala Thomas dan menyabet medali emas di Asian Games 1970 di Bangkok, Thailand. Segala pencapaian dan pengaruhnya di bulu tangkis dunia membawa namanya masuk Hall of Fame BWF di kemudian hari.

Emas Olimpiade yang Tidak Dianggap

Namun, medali emas Rudy Hartono di tahun 1972 tersebut ternyata tidak tercatat dan tidak terhitung secara resmi. Hal itu karena bulu tangkis atau badminton masih menjadi cabang olahraga demonstrasi di Olimpiade.

"Baru pada pertengahan tahun 1960-an usaha-usaha dilakukan untuk memasukkan bulu tangkis ke dalam program Olimpiade. Ketika bulu tangkis dijadikan olahraga demonstrasi di Olimpiade Munich tahun 1972, ada harapan bahwa panggung Olimpiade tidak terlalu jauh," tulis BWF dikutip iNews.id, Rabu (26/10/2022).

Tak hanya Rudy Hartono, wakil Indonesia lainnya yang juga meraih medali emas adalah pasangan ganda putra Ade Chandra dan Christian Hadinata. Sementara itu, Utami Dewi mendapatkan medali perak di nomor tunggal putri.

Utami dan Christian Hadinata juga mendapat medali perunggu di nomor ganda campuran saat itu. Namun, semuanya juga tidak dianggap.

Badminton baru dimainkan sebagai cabang olahraga resmi di pesta olahraga terbesar di dunia itu pada Olimpiade Barcelona tahun 1992. Pada saat itulah tonggak sejarah bulu tangkis Indonesia mulai terukir manis.

Indonesia berhasil membawa pulang dua medali emas melalui cabang olahraga bulu tangkis di Olimpiade Barcelona 1992. Emas tersebut ditorehkan oleh Susy Susanti di nomor tunggal putri dan Alan Budikusuma di nomor tunggal putra.

Hingga Olimpiade Beijing 2008, Indonesia terus mempertahankan tradisi emas melalui bulu tangkis. Meski sempat terputus setelahnya, Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad sukses kembali membawa pulang emas olimpiade pada Olimpiade Rio 2016.

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii Dan Apriani Rahayu juga membawa pulang medali emas dari nomor ganda putri. Itu adalah satu-satunya medali emas yang diperoleh Indonesia dari semua cabor.

Berikut adalah Daftar Prestasi Bulu Tangkis Indonesia dari Masa ke Masa di Olimpiade:

Olimpiade Barcelona 1992

Emas: Susy Susanti (Tunggal Putri), Alan Budikusuma (Tunggal Putra)

Perak: Ardy Wiranata (Tunggal Putra), Eddy Hartono/Rudy Gunawan (Ganda Putra)

Perunggu: Hermawan Susanto (Tunggal Putra)

Olimpiade Atlanta 1996

Emas: Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Ganda Putra)

Perak: Mia Audina (Tunggal Putri)

Perunggu: Antonius Ariantho/Denny Kantono (Ganda Putra), Susy Susanti (Tunggal Putri)

Olimpiade Sydney 2000

Emas: Candra Wijaya/Tony Gunawan (Ganda Putra)

Perak: Tri Kusharjanto/Minarti Timur (Ganda Campuran), Hendrawan (Tunggal Putra)

Perunggu: -

Olimpiade Athena 2004

Emas: Taufik Hidayat (Tunggal Putra)

Perak: -

Perunggu: Eng Hian/Flandy Limpele (Ganda Putra), Sony Dwi Kuncoro (Tunggal Putra)

Olimpiade Beijing 2008

Emas: Markis Kido/Hendra Setiawan (Ganda Putra)

Perak: Liliyana Natsir/Nova Widianto (Ganda Campuran)

Perunggu: Maria Kristin Yulianti (Tunggal Putri)

Olimpiade London 2012

Emas: -

Perak: -

Perunggu: -

Olimpiade Rio de Janeiro 2016

Emas: Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad (Ganda Campuran)

Perak: -

Perunggu: -

Olimpiade Tokyo 2020

Emas: Greysia Polii Dan Apriani Rahayu

Perak: -

Perunggu: -

Itulah prestasi bulu tangkis Indonesia dari masa ke masa di Olimpiade. Masih banyak lagi prestasi Merah Putih di ajang bulu tangkis internasional yang lain.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut