Pulang ke Indonesia, Nova Widianto Direkrut PBSI Gantikan Rionny Mainaky?
JAKARTA, iNews.id – Nova Widianto resmi meninggalkan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) dan pulang ke Indonesia ketika kursi Kepala Pelatih Ganda Campuran Utama Pelatnas PBSI sedang kosong.
Momen kepulangan Nova langsung memicu spekulasi di kalangan pencinta bulu tangkis. Pengumuman BAM muncul pada hari yang sama saat PBSI mengakhiri kerja sama dengan Rionny Mainaky dan asistennya, Amon Sunaryo.
BAM menyampaikan Nova akan menuntaskan masa tugasnya pada akhir Juli 2026. Mantan pebulu tangkis ganda campuran Indonesia itu memilih kembali ke Tanah Air setelah menangani tim nasional Malaysia sejak Januari 2023.
“Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia menyampaikan apresiasi tulus kepada Kepala Pelatih Ganda Campuran, Nova Widianto, yang akan mengakhiri masa tugasnya bersama tim nasional pada akhir Juli karena akan kembali ke Indonesia,” tulis BAM dalam pernyataan resminya.
Spekulasi Nova menjadi pelatih baru Pelatnas muncul karena PBSI sedang merombak jajaran kepelatihan ganda campuran. Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo resmi mengakhiri tugas setelah federasi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan.
“Kepala Pelatih Ganda Campuran Rionny Mainaky dan Asisten Pelatih Amon Sunaryo resmi mengakhiri tugasnya di Pelatnas PBSI. PP PBSI menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi yang telah diberikan selama menangani sektor ganda campuran,” tulis PBSI dalam keterangannya.
PBSI belum mengumumkan sosok pengganti Rionny. Namun, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, mengungkapkan federasi sudah mengantongi kandidat untuk memimpin sektor tersebut.
“Saat ini kami sudah memiliki kandidat yang diproyeksikan menjadi Kepala Pelatih Ganda Campuran Utama. Namun, proses penunjukannya masih berjalan dan harus melalui tahapan internal yang sedang kami selesaikan,” kata Eng Hian.
Keterangan tersebut semakin menguatkan rasa penasaran publik mengenai kemungkinan kembalinya Nova ke Pelatnas. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari PBSI maupun Nova mengenai rencana kerja sama tersebut.
PBSI memilih menyelesaikan seluruh proses internal sebelum membuka identitas pelatih baru. Pengumuman Kepala Pelatih Ganda Campuran Utama ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026.
“Kami ingin memastikan seluruh proses tersebut berjalan dengan baik sebelum diumumkan secara resmi kepada publik. Oleh karena itu, pengumuman Kepala Pelatih Ganda Campuran Utama yang baru kami targetkan dapat dilakukan pada Agustus nanti,” ujar Eng Hian.
Nova meninggalkan Malaysia dengan catatan penting. Di bawah arahannya, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei mencetak sejarah sebagai ganda campuran Malaysia pertama yang menjuarai Kejuaraan Dunia BWF pada 2025.
Presiden BAM Tengku Datuk Seri Utama Zafrul Tengku Abdul Aziz menilai kontribusi Nova meninggalkan pengaruh besar bagi program ganda campuran Malaysia. BAM juga mendoakan Nova dan keluarganya sukses memulai perjalanan baru di Indonesia.
Nova turut menyampaikan terima kasih kepada BAM, pemain, pelatih, dan seluruh staf pendukung. Dia mengaku mendapat kehormatan karena pernah menjadi bagian dari keluarga bulu tangkis Malaysia.
Kini, kepulangan Nova dan kekosongan kursi pelatih ganda campuran PBSI menciptakan teka-teki besar. Jawabannya akan diketahui ketika PBSI resmi mengumumkan pelatih baru pada Agustus mendatang.
Editor: Abdul Haris