Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jonatan Christie Ungkap Perjuangan Berdarah demi Tembus Perempat Final India Open 2026
Advertisement . Scroll to see content

Putri KW Tantang An Se Young di Perempat Final India Open 2026, Duel Berat Menanti

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:30:00 WIB
Putri KW Tantang An Se Young di Perempat Final India Open 2026, Duel Berat Menanti
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id – Putri Kusuma Wardani menantang An Se Young pada perempat final India Open 2026 setelah melewati laga berat di babak 16 besar. Tunggal putri Indonesia itu memastikan langkahnya ke delapan besar usai menumbangkan wakil Denmark, Line Hojmark Kjaersfeldt di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Kamis (15/1/2026). Dia menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 15-21, 21-9, dan 21-18.

Hasil tersebut membawa Putri KW ke fase krusial India Open 2026. Tantangan besar langsung menanti karena lawan berikutnya adalah unggulan utama asal Korea Selatan, An Se Young.

Putri mengakui laga melawan Line Kjaersfeldt berjalan sulit sejak awal. Lawannya tampil agresif dan memaksa dirinya bekerja keras di hampir setiap reli.

“Line cukup bermain baik hari ini dengan serangan-serangan yang dia punya, dia pakai untuk menyulitkan saya dan dia mencoba untuk membatasi bola atas dan menguasai setengah lapangan ke depan,” kata Putri.

Pada gim pertama, Putri sempat kehilangan kendali permainan. Line Kjaersfeldt terus menekan dengan akurasi pukulan yang membuatnya goyah.

“Gim pertama Line lebih banyak mencari setengah ke depannya dan terus menekan. Serangannya akurat di pojok-pojok jadi bikin saya agak sedikit goyah,” ujarnya.

Memasuki gim kedua, Putri mengubah pendekatan permainan sesuai arahan pelatih. Dia memilih bermain lebih aman untuk mengantisipasi kondisi lapangan.

“Gim kedua diingatkan pelatih untuk masuk dulu, safe dulu karena kondisi lapangan yang lebih berangin dari hari pertama lalu,” ucapnya.

Putri juga menyesuaikan strategi karena shuttlecock kerap berubah arah. Dia memilih menyerang ke tengah demi menjaga stabilitas permainan.

“Selain itu, shuttlecock sering berubah arah sesaat sebelum dipukul jadi saya menyerang ke tengah dulu,” katanya.

Pada gim ketiga, Putri sempat menurunkan tempo permainan di poin-poin akhir. Situasi tersebut hampir membuat keunggulannya terkejar.

“Gim ketiga setelah poin 20 memang saya ada menurunkan sedikit tensinya dan itu membuat Line banyak dapat poin dan hampir menyamakan kedudukan. Saya juga terlalu terburu-buru untuk menyelesaikan. Pelajaran untuk tidak terulang lagi,” ujarnya.

Menjelang duel melawan An Se Young, Putri menegaskan tekad tampil habis-habisan. Dia menyebut pertemuan ini sebagai tantangan besar sekaligus kesempatan berharga.

“Besok bertemu An Se Young (Korea), saya akan mencoba mengeluarkan semua permainan yang dipunya. Semoga rezekinya bisa ngalahin dia besok. Modal bagus bisa curi satu gim di World Tour Finals kemarin,” ucap Putri.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut