Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Target 4 Emas Indonesia Mulai Terancam di Asian Games 2026, Kemenpora Evaluasi Cabor
Advertisement . Scroll to see content

Rachel/Febi Akui Banyak Mati Sendiri Lawan China di Semifinal Asian Games 2026

Rabu, 23 September 2026 - 12:42:00 WIB
Rachel/Febi Akui Banyak Mati Sendiri Lawan China di Semifinal Asian Games 2026
Ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

ICHINOMIYA, iNews.id Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum gagal menyumbangkan poin untuk Indonesia setelah kalah dari pasangan China Liu Sheng Shu/Tan Ning pada semifinal beregu putri bulutangkis Asian Games 2026. Rachel/Febi mengakui banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuat mereka kehilangan momentum dalam pertandingan.

Bertanding di Ichinomiya, Jepang, Rabu (23/9/2026), Rachel/Febi takluk dua gim langsung dengan skor 15-21, 18-21. Hasil tersebut membuat Indonesia tertinggal 0-2 dari China setelah sebelumnya Putri Kusuma Wardani juga gagal merebut poin pertama dari Wang Zhi Yi.

Sejak awal pertandingan, pasangan China langsung tampil agresif dengan permainan cepat. Rachel/Febi sempat kesulitan mengimbangi tempo lawan sehingga beberapa kesalahan sendiri membuat mereka kehilangan banyak poin.

Rachel Allessya Rose tetap bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Namun, dia mengakui dirinya bersama Febi belum mampu menjaga ketenangan saat menghadapi tekanan dari pasangan China.

"Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera apa pun. Tadi dari start awal kami banyak mati sendiri, banyak terburu-buru. Beberapa momen kami bisa banyak ambil poin karena bisa main lebih tenang, lebih kontrol, tapi di akhir-akhir kembali terburu-buru," ujar Rachel.


Rachel/Febi Sempat Ubah Strategi, Tapi Gagal Jaga Fokus

Febi Setianingrum menjelaskan pasangan Indonesia sempat mencoba mengubah pola permainan setelah tertinggal. Mereka berusaha memperlambat tempo dan membuat Liu Sheng Shu/Tan Ning bergerak lebih banyak di lapangan.

Strategi tersebut sempat berjalan dan membuat Rachel/Febi mampu mengejar perolehan angka. Namun, ketika memasuki poin-poin akhir, mereka kembali kehilangan fokus sehingga China berhasil mengunci kemenangan.

"Di awal kami terlalu terbawa pola permainan mereka yang bermain cepat. Setelah itu, kami coba memperlambat tempo, mainnya satu-satu, banyak membuat mereka lari dan cukup berhasil. Sayang memang di terakhir kami terburu-buru," kata Febi.

Kekalahan dari pasangan China menjadi bahan evaluasi bagi Rachel/Febi sebelum turun di nomor perorangan Asian Games 2026. Mereka menilai persaingan di sektor individu akan jauh lebih ketat karena setiap negara hanya mengirim pasangan terbaik.

Rachel menyebut konsistensi permainan menjadi hal utama yang harus diperbaiki agar bisa tampil lebih kuat pada pertandingan berikutnya.

"Persaingan di nomor perorangan pasti lebih ketat karena walaupun satu negara hanya dua pasangan tapi itu pasti dua yang terbaik. Pasti nggak gampang juga, jadi konsistensinya harus lebih dinaikkan lagi," tutur Rachel.

Sementara itu, Febi mengungkapkan target besar bersama Rachel di nomor perorangan. Dia berharap mampu memberikan prestasi terbaik dan bersaing untuk meraih medali emas.

"Yang mau ditingkatkan paling konsisten pola permainannya, bisa menjaga fokus dari awal sampai akhir. Harapannya pasti mau dapat medali emas di perorangan," ujar Febi.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut