Rachel/Febi Ditaklukkan Duo Jepang di Semifinal Indonesia Masters 2026 usai Duel Ketat Tiga Gim
JAKARTA, iNews.id – Rachel Allessya Rose/Febi Setyaningrum gagal menembus final Indonesia Masters 2026 setelah harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, pada laga semifinal di Istora Senayan, Sabtu (24/1/2026) sore.
Ganda putri Indonesia itu menyerah lewat pertarungan tiga gim dengan skor 12-21, 21-19, dan 13-21. Laga berjalan ketat dan menuntut ketahanan mental hingga poin-poin akhir.
Rachel/Febi memulai pertandingan dengan penuh determinasi. Mereka langsung menekan sejak awal gim pertama dan sempat memimpin perolehan poin.
Keunggulan awal tersebut memicu respons cepat dari Arisa/Miyu. Pasangan Jepang itu menaikkan tempo dan mulai mendikte reli.
Tekanan konsisten membuat Arisa/Miyu berbalik unggul dan menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-6. Situasi tersebut memengaruhi ritme permainan Rachel/Febi.
Selepas interval, dominasi pasangan Jepang semakin terasa. Jarak poin melebar hingga gim pertama berakhir dengan skor 21-12 untuk Arisa/Miyu.
Gim kedua menjadi titik balik bagi Rachel/Febi. Mereka tampil lebih sabar dan memperbaiki penempatan bola.
Reli panjang berhasil dimenangkan oleh pasangan Indonesia. Keunggulan perlahan dibangun hingga mereka memimpin 16-11.
Arisa/Miyu sempat mendekat dan membuat gim kedua berjalan menegangkan. Namun, Rachel/Febi mampu menjaga fokus dan menutup gim dengan skor tipis 21-19.
Momentum kemenangan di gim kedua memberi harapan besar bagi publik Istora. Gim penentuan pun berjalan dengan tensi tinggi sejak awal.
Rachel/Febi sempat unggul 6-4. Namun, Arisa/Miyu kembali menunjukkan konsistensi dan pengalaman di poin-poin krusial.
Pasangan Jepang itu membalikkan keadaan dan memimpin 13-11. Setelah itu, mereka tidak lagi memberi celah.
Gim ketiga berakhir dengan skor 21-13 untuk Arisa/Miyu. Kekalahan ini membuat langkah Rachel/Febi terhenti di semifinal Indonesia Masters 2026.
Meski gagal melaju ke final, performa Rachel/Febi sepanjang turnamen mencerminkan progres positif. Pengalaman menghadapi tekanan di fase akhir menjadi modal penting bagi mereka ke depan.
Editor: Abdul Haris