Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fajar/Fikri ke 16 Besar All England 2026, Berikutnya Hadapi Derbi Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Raymond/Joaquin Ungkap Kunci Comeback di All England 2026

Rabu, 04 Maret 2026 - 10:30:00 WIB
Raymond/Joaquin Ungkap Kunci Comeback di All England 2026
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengalahkan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju pada babak 32 besar All England 2026 di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Selasa (3/3/2026) malam WIB. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

BIRMINGHAM, iNews.id – Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengungkap kunci comeback setelah mengalahkan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju pada babak 32 besar All England 2026. Ganda putra Indonesia itu memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menang tiga gim dengan skor 17-21, 21-12, 21-19 di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Selasa (3/3/2026) malam WIB.

Raymond mengawali komentarnya dengan rasa syukur karena mampu menyelesaikan pertandingan tanpa cedera sekaligus meraih kemenangan penting.

“Pasti puji Tuhan bisa selesaikan pertandingan tanpa cedera dan masih diberi kemenangan oleh Tuhan,” ujar Raymond.

Menurut dia, pasangan Indonesia sempat kesulitan pada gim pertama karena belum terbiasa dengan kondisi lapangan. Arah angin membuat kontrol permainan tidak berjalan baik.

“Di gim pertama kami belum terbiasa dengan kondisi lapangan yang kalah angin jadi belum bisa mengontrol,” kata dia.


Bangkit di Gim Kedua dan Ketiga

Raymond/Joaquin mulai menemukan ritme permainan pada gim kedua. Mereka berhasil menyesuaikan strategi sehingga mampu menyamakan kedudukan.

“Di gim kedua kami sudah tahu harus bagaimana cara bermainnya dan berlanjut di gim ketiga yang sempat tertinggal lalu balik unggul,” ujar Raymond.

Meski sempat memimpin, Raymond mengakui mereka kehilangan fokus pada akhir pertandingan. Lawan memanfaatkan situasi tersebut dengan mengubah pola bola pertama dan kedua.

“Di akhir mungkin kami sedikit hilang fokus dan lawan mengubah bola pertama dan keduanya jadi kami cukup keteteran,” kata dia.

Raymond juga menyoroti atmosfer turnamen All England yang terasa berbeda dibanding turnamen lainnya.

“Atmosfer All England memang berbeda dengan turnamen lainnya, warna karpetnya juga abu-abu jadi terasa sangat berbeda,” ujar dia.

Joaquin mengungkap momen penting terjadi saat mereka tertinggal 8-11 pada interval gim ketiga. Pasangan Indonesia mencoba menenangkan diri dan fokus mengejar poin satu per satu.

“Setelah tertinggal 8-11 di interval gim ketiga, kami coba lebih meyakinkan diri bahwa kami belum kalah jadi fokusnya bagaimana bisa dapat satu poin demi satu poin,” ujar Joaquin.

Strategi tersebut berhasil ketika Raymond/Joaquin mencetak tujuh hingga delapan poin beruntun untuk membalikkan keadaan.

Pada kedudukan 19-19, Joaquin mengambil keputusan berani dengan melakukan flick servis yang akhirnya menjadi momen penentu kemenangan.

“Di poin 19-19 coba spekulasi dengan flick servis, nekat saja dan Puji Tuhan berhasil,” kata dia.

Joaquin juga mengaku terkesan bisa tampil di turnamen bulu tangkis tertua tersebut.

“Sangat luar biasa bisa bermain di arena All England yang semegah ini,” ujar dia.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut