Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Debut di Piala Thomas 2026, Sabar/Reza Pasang Target Besar untuk Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Sabar/Reza Berpotensi Dipisah di Piala Thomas 2026, Kenapa?

Sabtu, 18 April 2026 - 09:00:00 WIB
Sabar/Reza Berpotensi Dipisah di Piala Thomas 2026, Kenapa?
Hendra Setiawan membuka peluang rotasi pasangan ganda putra Indonesia, termasuk Sabar/Reza, demi strategi maksimal di Piala Thomas 2026. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hendra Setiawan membuka peluang besar rotasi pasangan ganda putra Indonesia, termasuk duet Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani, jelang Piala Thomas 2026. Langkah ini jadi bagian dari strategi fleksibel demi hasil maksimal di ajang beregu bergengsi tersebut.

Sebagai pelatih yang mendampingi langsung Sabar/Reza dalam skuad, dia tidak bekerja sendiri. Dia berkolaborasi dengan Antonius Budi Ariantho untuk merancang kekuatan ganda putra Indonesia. Fokus utama tim pelatih bukan sekadar mempertahankan pasangan utama, melainkan menyiapkan berbagai skenario alternatif.

Dalam turnamen beregu seperti Piala Thomas, strategi tidak bisa kaku. Hendra menegaskan peluang tukar pasangan selalu terbuka, tergantung kebutuhan tim dan kondisi pemain di lapangan. Dia menyebut setiap kemungkinan sudah dipertimbangkan sejak awal.

"Ya ada pasti (rencana tukar pasangan). Kalau dalam beregu kan pasti sudah siapkan Plan A, Plan B gitu-gitu sih," ungkap Hendra saat dihubungi awak media, dikutip Sabtu (18/4/2026).

Semua Kombinasi Sudah Diuji

Hendra tidak sekadar bicara wacana. Dia memastikan seluruh kombinasi ganda putra sudah diuji dalam sesi latihan. Rotasi ini melibatkan tiga pasangan utama yang dibawa ke Piala Thomas 2026.

"Cuma nanti dilihat juga kesiapannya pas di sana. Jadi kan mungkin sekarang dicoba partner ini enak, tapi pas di sana (Denmark) masih kurang klop kan bisa juga. Tergantung kebutuhan tim juga," tambahnya.

Selama persiapan, berbagai kombinasi telah dicoba secara intens. Reza dipasangkan dengan Fikri, Sabar dengan Joaquin, serta Fajar dengan Raymond. Langkah ini dilakukan untuk mengukur chemistry dan kesiapan masing-masing pemain dalam berbagai situasi pertandingan.

"Selama ini diputar-putar semua sih. Jadi kayak di latihan Reza sama Fikri. Sabar sama Joaquin. Terus Fajar sama Raymond. Jadi semuanya kita coba-coba sih," lanjut Hendra.

Antisipasi Cedera Jadi Kunci

Selain faktor strategi, kondisi fisik pemain juga jadi pertimbangan utama. Hendra mengakui rotasi pasangan penting untuk mengantisipasi risiko cedera yang bisa terjadi kapan saja di tengah turnamen padat.

"Saya juga nanya-nanya ke Ko Anton juga kan harus siap-siap lah intinya. Ya takutnya kan ada cedera juga salah satu, ya harus disiasatin," imbuhnya.

Salah satu perhatian utama tertuju pada kondisi Reza. Dia masih bergelut dengan cedera lama yang membutuhkan perawatan rutin. Meski begitu, dia tetap dipaksakan tampil karena padatnya jadwal kompetisi.

"Reza aman. Memang ada cedera lama. Ya sebenarnya sih butuh istirahat lama, cuma kan enggak bisa ini turnamennya padat banget. Jadi ya salah satunya harus terapi-terapi terus tiap hari," tutup Hendra.

Situasi ini membuat keputusan rotasi pasangan bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan strategis. Dengan skenario yang sudah disiapkan, tim ganda putra Indonesia diharapkan tetap kompetitif dalam kondisi apa pun di Piala Thomas 2026.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut