Sama-Sama Kendarai Ducati, Marc Marquez Iri dengan Enea Bastianini dan Jorge Martin
SEPANG, iNews.id – Sama-sama mengendarai Ducati Desmosedici, Marc Marquez iri dengan Enea Bastianini dan Jorge Martin. Hal itu diucapkannya usai menuntaskan tes pramusim MotoGP 2024, Kamis (8/2/2024).
Marquez mendapatkan hasil cukup baik dari tiga hari tes di Sirkuit Sepang, Malaysia. Pada hari pertama, dia mampu mendapatkan posisi kesembilan.
Hari kedua, pembalap berjuluk The Baby Alien itu sempat menurun ke urutan ke-14. Namun dia menyelesaikan tes dengan baik setelah finis posisi keenam pada hari ketiga dengan catatan waktu 1 menit 57,270 detik.
Marquez menilai Ducati Desmosedici belum cukup untuk mengambil hatinya. Namun begitu, pembalap asal Spanyol itu mengatakan dirinya perlahan mulai memahami karakteristik motor juara dunia dua kali itu.
Marc Marquez Mulai Rasakan Perbedaan Signifikan Motor Ducati dan Honda
“Kecintaan terhadap sepeda motor tidak pernah cukup besar. Sedikit demi sedikit saya merasa lebih baik,” tutur Marquez dilansir dari Speedweek, Jumat (9/2/2024).
Lebih lanjut, Marquez mengaku masih belum leluasa mengendarai Ducati Desmosedici. Enam kali juara dunia itu iri dengan para pembalap Ducati lama seperti Enea Bastianini dan Jorge Martin yang sudah lihai mengendalikan motornya.
Hasil Tes Resmi MotoGP 2024 di Malaysia: Bastianini Pecahkan Rekor, Marquez di Posisi 14
“Saya masih mengendarai sepeda motor terlalu kaku. Saya kurang bermain dengan tubuh saya, seperti yang dilakukan Bastianini dan Martin. Pecco (Francesco Bagnaia) tidak banyak bermain di sana, tapi dia tetap cepat,” kata Marquez.
Marquez sadar masih harus menyesuaikan diri dengan karakteristik motor Ducati Desmosedici. Menurutnya, ada sedikit perbedaan motor tersebut dengan Honda RC213V tunggangannya dahulu.
Hasil Tes Pramusim MotoGP 2024: Jorge Martin Tercepat, Marc Marquez Jatuh 2 Kali
“Saya masih perlu memahami jalan keluar tikungan dengan lebih baik. Di sinilah Anda meluangkan waktu. Dengan Honda, Anda punya lebih banyak waktu di kualifikasi untuk mengerem,” ujarnya.
Editor: Abdul Haris