Satu Gelar Indonesia Masters 2026 Jadi Alarm Sekaligus Harapan, Begini Kata PBSI
JAKARTA, iNews.id – Indonesia Masters 2026 hanya menghasilkan satu gelar juara bagi tuan rumah. Namun Kabid Binpres PBSI Eng Hian melihat hasil tersebut sebagai sinyal positif berkat munculnya dominasi pemain muda hingga fase akhir turnamen.
Indonesia menempatkan dua wakil di partai final Indonesia Masters 2026. Tunggal putra Alwi Farhan sukses mempersembahkan gelar juara, sementara ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas finis sebagai runner-up usai kalah dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Capaian satu gelar ini memang belum ideal untuk status tuan rumah. Namun, hasil tersebut tetap memberi catatan penting bagi PBSI, terutama dalam konteks regenerasi atlet nasional.
Jika dibandingkan edisi sebelumnya, performa Indonesia pada Indonesia Masters 2026 menunjukkan peningkatan. Pada turnamen tahun lalu, Indonesia hanya menempatkan dua wakil di final lewat Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tanpa satu pun gelar juara.
Usai Juara Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan Bidik All England dan Olimpiade
Eng Hian mengakui satu gelar bukan target maksimal. Meski begitu, dia menilai perjalanan atlet-atlet muda sepanjang turnamen menjadi poin krusial yang patut diapresiasi.
“Dari hasil di Indonesia Masters alhamdullilah kita mendapat satu gelar. Tentunya ini bukan hasil yang terbaik pasti,” kata Eng Hian, dikutip dari PBSI, Senin (26/1/2026).
Komentar Berkelas Alwi Farhan usai Rajai Indonesia Masters 2026
Dia menekankan perbedaan mencolok dibanding tahun sebelumnya terlihat dari komposisi pemain yang melaju jauh. Menurut Eng Hian, generasi muda kini mulai mengambil peran utama.
Juara Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan Sujud Syukur
“Tapi kita melihat dari perjalanan satu tahun kepengurusan ini, kita flashback dari Indonesia Masters tahun lalu, kita mendapat finalis dari pemain senior. Tahun ini, dari pemain yang lolos semifinal lebih banyak dari generasi muda yang tahun lalu belum diperhitungkan sama sekali, tapi tahun ini sudah lebih baik,” sambungnya.
Eng Hian memastikan PBSI tidak berlarut-larut dalam hasil Indonesia Masters 2026. Federasi langsung mengalihkan fokus pada evaluasi menyeluruh jelang turnamen besar berikutnya.
Raymond/Joaquin Runner Up Indonesia Masters 2026 usai Dibungkam Ganda Malaysia
PBSI menargetkan persiapan optimal menuju All England, turnamen level Super 1000 yang memiliki tingkat persaingan jauh lebih ketat dibanding Indonesia Masters.
“Setelah ini kita lakukan evaluasi untuk persiapan menuju All England. Levelnya dan lawan-lawan yang akan hadir pun juga pastinya akan lebih tinggi,” tutur Eng Hian.
Dia menegaskan tanggung jawab besar berada di tangan tim pelatih. Program latihan akan disusun agar atlet yang sudah menunjukkan progres mampu menjaga performa di level elite dunia.
“Dan ini tentunya menjadi tugas saya dan tim pelatih, bagaimana nanti kita harus membuatkan program supaya kapasitas kemampuan atlet-atlet kita ini yang sudah berprestasi di Indonesia Masters ini bisa berprestasi lagi di All England nanti,” pungkas Eng Hian.
Hasil Indonesia Masters 2026 akhirnya menjadi cerminan dua hal bagi PBSI. Satu gelar menjadi alarm evaluasi, sementara munculnya pemain muda hingga semifinal memberi harapan besar untuk masa depan bulu tangkis Indonesia.
Editor: Abdul Haris