Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aaron Chia/Soh Wooi Yik Gagal Juara All England 2026, Herry IP Bongkar Kelemahan Pasukannya
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah All England, Turnamen Bulutangkis Tertua yang Sempat Diganggu Perang Dunia

Selasa, 16 Maret 2021 - 08:36:00 WIB
Sejarah All England, Turnamen Bulutangkis Tertua yang Sempat Diganggu Perang Dunia
Sejarah All England, turnamen bulutangkis tertua di dunia. (Foto: All England)
Advertisement . Scroll to see content

BIRMINGHAM, iNews.id - All England 2021 bakal digelar Rabu (17/3/2021) sampai Minggu (21/2/2021). Menarik rasanya jika kita mengulas sejarah turnamen bulutangkis tertua di dunia itu.

Dikutip dari laman PB Djarum, Selasa (16/3/2021), cikal bakal turnamen All England berawal dari digelarnya turnamen bulutangkis pertama pada 4 April 1899 di Guildford. Kota tersebut terletak di wilayah tenggara Inggris, 43 km barat daya kota London.

Kejuaraan itu dikenal dengan sebutan “The Open English Championsips” pada tiga tahun pertama. Lalu sejak 1902, turnamen ini resmi berubah menjadi “The All England Championships” atau yang sekarang dikenal dengan All England.

Pada tahun pertama, All England hanya mempertandingkan tiga nomor saja, yakni ganda putra, ganda putri serta ganda campuran. Di tahun berikutnya baru di tambahkan nomor tunggal putra dan putri.

Kesuksesan menyelenggarakan turnamen bulutangkis pertama di dunia, membuat turnamen ini dengan cepat dikenal dan menyebar di belahan dunia. Kini All England menjelema menjadi ajang paling bergengsi di dunia yang ditunggu-tunggu para pebulutangkis top.

All England sempat beberapa kali batal dilaksanakan akibat perang dunia. Tepatnya dalam kurun waktu perang dunia pertama yakni pada tahun 1915–1919 serta perang dunia kedua 1940-1946.

Total sejak saat itu, All England tercatat sudah 110 kali terselenggara. Indonesia sendiri berhasil meraih 48 titel. Jumlah tersebut masih di bawah Inggris, Denmark, dan China.

Inggris sejauh ini menjadi peraih gelar terbanyak dengan 189,5 titel. Setengah titel diraih Inggris lewat pasangan ganda yang dimainkan bersama wakil negara lain. Sementara, Denmark (88) dan China (85).

Legendaris tunggal putra Indonesia, Rudy Hartono, masih menjadi pebulu tangkis Tanah Air yang paling sukses di All England. Dia mengoleksi delapan gelar di mana tujuh di antaranya diraih secara beruntun pada 1968-1974.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut