Sigit Budiarto Penakluk All England dan Guru Kevin Sanjaya, Intip Kabarnya Kini
JAKARTA, iNews.id - Sigit Budiarto dikenal sebagai pebulu tangkis ganda putra legendaris Indonesia sekaligus guru Kevin Sanjaya. Bagaimana kabarnya kini?
Dikutip dari laman PB Djarum, Rabu (25/8/2021), Sigit punya segudang prestasi semasa aktif bermain. Catatan terbaiknya diraih saat berpasangan dengan Candra Wijaya.
Mereka merebut gelar All England 2003. Selain itu Sigit juga jadi yang terbaik pada kejuaraan China Open dan kejuaraan Asia.
Di tahun 2005 deretan prestasinya semakin melambung. Banyak gelar juara yang mampu dia raih, mulai dari Swiss Open, Singapore Open, Malaysia Open.
Apa Kabar Svend Pri, Atlet Legendaris Denmark Penakluk Rudy Hartono di Final All England

Pria kelahiran Yogyakarta yang kini berusia 45 tahun itu juga tercatat sebagai pemain yang mampu merebut piala Thomas. Bersama tim nasional Indonesia, dia jadi juara di ajang tersebut edisi 1998, 2000, 2002.
Apa Kabar Ardy B Wiranata, Si Peraih Medali Perak Olimpiade 1992 Barcelona
Dari sekian banyak catatan prestasinya, kejuaraan dunia pada tahun 1997 menjadi turnamen yang paling berkesan baginya. Kala itu dia berhasil menjadi juara bersama Candra Wijaya.
“Kejuaraan dunia 1997 di Skotlandia menjadi turnamen yang berkesan buat saya. Pada saat itu saya berhasil meraih juara dengan kualitas permainan yang baik,” ujarnya.
Apa Kabar Lee Yong-dae, Rival The Daddies yang Bikin Penonton Perempuan di Istora Histeris
Di tahun itu Sigit menjadi pasangan yang bertengger di peringkat satu dunia bersama Candra Wijaya. Selain bersama Candra Wijaya, dia sempat dipasangkan dengan beberapa pemain lainnya.
Apa Kabar Tugiyo? Begini Kehidupan Si Maradona asal Purwodadi Saat Ini
Kemudian pada tahun 2004, Sigit dipasangkan dengan Tri Kusharjanto. Mereka berhasil meraih medali emas di Kejuaraan Asia 2004.
Selain Tri Kusharjanto, Sigit juga sempat ditandemkan dengan pemain kidal Flandy Limpele. Gelar Singapore Open 2006 mampu mereka rebut.
Lalu tahun 2007, Sigit menggandeng pemain asal PB Djarum Fran Kurniawan. Talenta Sigit sebagai pemain ganda memang terbukti. Dengan Fran Kurniawan, dia kembali bisa berprestasi dengan menjadi semifinalis Yonex Jerman Open 2007.

Selepas pensiun sebagai salah satu pemain legenda Indonesia, dia membaktikan diri dalam pembinaan generasi muda. Sigit sukses mencetak pemain-pemain andal melalui klub yang telah membesarkannya dahulu, PB Djarum.
Sebagai pelatih pemain ganda taruna PB Djarum, dia sukses mengantarkan Arya Maulana/Edi Subaktiar sebagai juara Asia Yunior tahun 2012. Pemain didikannya yang lain, Kevin Sanjaya/Rafiddias Akhdan Nugroho berhasil meraih prestasi tertinggi di ajang Kejurnas Taruna 2012.
Baru-baru ini Sigit juga diundang sebagai narasumber dalam wawancara dengan Liliyana Natsir di Youtube PB Djarum. Dalam tayangan itu dia bernostalgia dengan dunia tepok bulu.
Editor: Reynaldi Hermawan