Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Marc Marquez Punya Misi Besar di MotoGP Malaysia 2026, tapi Waspadai Cuaca Sepang
Advertisement . Scroll to see content

Skenario Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2026 di Qatar, Tak Perlu Finis Pertama

Senin, 02 November 2026 - 12:00:00 WIB
Skenario Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2026 di Qatar, Tak Perlu Finis Pertama
Marc Marquez berpeluang mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026 di Qatar (Foto: Crash)
Advertisement . Scroll to see content

DOHA, iNews.id - Marc Marquez berpeluang mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026 pada Grand Prix Qatar pekan depan. Pembalap Ducati Lenovo itu hanya membutuhkan tambahan poin tertentu untuk memastikan gelar juara dunia kelas premier kedelapan sepanjang kariernya.

Peluang tersebut terbuka setelah Marquez memenangi balapan utama MotoGP Malaysia 2026. Kemenangan di Sirkuit Sepang membuat keunggulannya atas pesaing terdekat dalam klasemen semakin sulit dikejar menjelang tiga seri terakhir musim ini.

Marquez sebelumnya mulai menjauh setelah memenangi sprint race pada Grand Prix Australia. Hasil tersebut membuat dia unggul 10 poin dalam klasemen sementara MotoGP 2026.

Situasi berubah semakin menguntungkan bagi pembalap asal Spanyol itu setelah Jorge Martin mengalami kecelakaan di Phillip Island. Rival utama Marquez dalam perebutan gelar tersebut mengalami cedera dan harus absen dari seluruh rangkaian balapan di Sepang.

Kondisi itu membuat Marquez memperlebar jarak menjadi 19 poin setelah sprint race MotoGP Malaysia pada Sabtu. Keunggulannya kemudian melonjak menjadi 44 poin setelah dia finis sebagai pemenang balapan utama.

Hasil tersebut memastikan Marquez datang ke Qatar dengan peluang pertama untuk mengamankan gelar juara dunia musim ini. Dia kini hanya perlu memenuhi skenario perolehan poin tertentu agar tidak lagi bisa dikejar para rivalnya.

Skenario Marc Marquez Kunci Gelar di MotoGP Qatar

Persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 masih menyisakan 111 poin dari tiga seri terakhir. Rinciannya, setiap kemenangan sprint race bernilai 12 poin, sedangkan pemenang balapan utama memperoleh 25 poin.

Untuk memastikan gelar juara dunia di Qatar, Marquez harus menutup akhir pekan dengan keunggulan minimal 74 poin. Saat ini, dia sudah memiliki jarak 44 poin sehingga membutuhkan tambahan setidaknya 30 poin dari dua balapan di Qatar.

Salah satu syarat penting bagi Marquez adalah finis minimal kelima dalam sprint race. Posisi tersebut membuka peluang baginya untuk memastikan gelar juara dunia pada balapan utama Minggu di Sirkuit Lusail.

Jika hanya finis di posisi keenam atau lebih rendah dalam sprint race, kepastian gelar juara dunia akan tertunda hingga Grand Prix Portugal.

Apabila Marquez finis di posisi kelima, keempat, ketiga, atau kedua dalam sprint race, dia wajib memenangi balapan utama untuk mencapai keunggulan 74 poin. Sementara itu, jika berhasil menjadi juara sprint race, Marquez cukup finis maksimal di posisi kedua pada balapan utama untuk mengunci gelar.

Skenario tersebut membuat setiap sesi balapan di Qatar memiliki arti penting bagi Marquez. Dia tidak hanya dituntut tampil cepat, tetapi juga harus menjaga konsistensi agar kesempatan pertama merebut gelar tidak terlewatkan.

Marc Marquez Berpeluang Cetak Rekor Bersejarah

Gelar juara dunia MotoGP 2026 akan menjadi pencapaian bersejarah bagi Marquez. Pembalap berusia 33 tahun itu berpeluang menjadi pembalap pertama dalam sejarah yang mampu membalikkan defisit lebih dari 100 poin sebelum akhirnya merebut gelar juara dunia.

Rekor sebelumnya dipegang rekan setimnya di Ducati, Pecco Bagnaia. Pada pertengahan musim 2022, Bagnaia mampu mengejar ketertinggalan 91 poin dan akhirnya keluar sebagai juara dunia untuk pertama kalinya.

Selain rekor kebangkitan tersebut, gelar kedelapan di kelas premier akan membawa Marquez menyamai Giacomo Agostini dalam daftar pembalap dengan koleksi gelar terbanyak di kategori utama.

Marquez juga akan unggul satu gelar atas Valentino Rossi. Legenda balap Italia tersebut sebelumnya mengoleksi tujuh gelar juara dunia kelas premier dan menjadi pembalap dengan pencapaian tertinggi pada era abad ke-21.

Bagi Ducati, keberhasilan Marquez merebut gelar musim ini juga akan menjadi pencapaian istimewa. Dia berpeluang menjadi pembalap kedua pabrikan Italia tersebut yang mampu meraih dua gelar juara dunia setelah Bagnaia.

Marquez sendiri memiliki kenangan manis di Qatar. Pada musim lalu, dia berhasil memenangi sprint race dan balapan utama di sana dalam perjalanannya meraih gelar juara dunia ketujuh.

Kini, Marquez kembali datang ke Qatar dengan peluang mengunci gelar. Jika seluruh skenario berjalan sesuai target, dia bukan hanya memastikan mahkota MotoGP 2026, tetapi juga menorehkan sejumlah rekor penting dalam sejarah balap motor dunia.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut