Sosok Gianna Bryant, Putri Kedua Kobe Bryant yang Juga Hobi Bola Basket
LOS ANGELES, iNews.id – Gianna Maria Onore Bryant, putri Kobe Bryant, menjadi satu dari sembilan korban yang meninggal akibat kecelakaan helikopter yang ditumpanginya di Calabas, California, Amerika Serikat, Senin (27/1/2020) dini hari WIB.
Gianna adalah anak kedua Kobe Bryant, buah pernikahannya dengan Vannesa pada 2001. Sama seperti ayahnya, sang putri juga hobi bermain bola basket.
Gadis 13 tahun itu masuk tim basket Mamba Akademi yang didirikan Kobe Bryant. Bahkan Kobe sempat menyatakan bahwa putrinya akan terlahir sebagai pewarisnya kelak.
Tak jarang Bryant terlihat menonton pertandingan bola basket bersama putrinya. Sampai-sampai, dia merasa tak perlu memiliki anak laki-laki untuk meneruskan kehebatannya mengolah bola basket.
"Saya seharusnya memiliki seseorang yang meneruskan tradisi dan warisan saya. Namun kemudian Gianna seolah berkata 'Saya bisa melakukannya'," ujar Bryant beberapa waktu lalu seperti dilansir HuffPost.
Kemampuan Gianna memasukkan bola ke dalam keranjang membuat Bryant bangga. Dia pun tak malu membagikan video aksi putrinya itu di Instagram pribadinya. Bahkan, Gianna bisa menirukan gerakan fade away jump andalan Bryant untuk mencetak angka.
Kobe juga yakin, putrinya suatu hari nanti bakal menjadi salah satu pemain terbaik di Women's National Basketball Association (WNBA).
"Hal terbaik yang terjadi adalah ketika kita pergi dan penggemar akan mendatangiku dan dia akan berdiri di sampingku. Mereka berkata 'Kamu harus punya anak laki-laki'," kata dia.
"Kami mencoba mengajarkan bagaimana sebuah kehebatan terlihat. Tentu sejumlah anak yang ada di sini ada yang ingin bermain di WNBA," kata dia meneruskan.
Pelatih Sparks Derek Fisher, yang memenangkan lima gelar bersama Bryant dan LA Lakers pun sepakat dengan pernyataan Bryant. Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Los Angeles Times, Dia mengatakan Gianna memiliki kesamaan dengan ayahnya.
"Sikap dan kepribadian yang sama-sama kompetitif," kata Sparks.
Namun takdir hidup berkata lain. Gianna dan Bryant harus berpulang lebih dulu akibat kecelakaan helikopter dan membuat seluruh dunia berduka atas kepergiannya.
Musibah itu terjadi saat Bryant berniat mengantarkan putrinya tersebut untuk menjalani pertandingan bola basket. Dia mengantar Gianni menuju lokasi menggunakan helikopter pribadinya.
Namun, kondisi kondisi alam kurang bersahabat. Situasi berkabut membuat helikopter yang ditumpangi Bryant dan putrinya serta tujuh orang lainnya oleng sulit dikendalikan.
Keadaan itu membuat helikopter yang ditumpangi Bryant dan putrinya itu kehilangan kendali pada pukul 10.00 waktu setempat di dekat Las Virgenes Road, kawasan selatan Agoura Road.
Editor: Abdul Haris