Sosok sang Mantan Bikin Rehan/Lisa Tak Pernah Menang Lawan Duet Hong Kong
JAKARTA, iNews.id – Ada sosok sang mantan yang membuat ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati, tak pernah menang melawan duet Hong Kong, Tang Thun Man/Tse Ying Suet.
Sosok itu adalah Flandy Limpele, mantan pelatih Rehan/Lisa yang kini menyebrang jadi pelatih pasangan Hong Kong itu. Keberadaan sang mantan membuat permainan mereka sudah terbaca.
Setelah melewati duel 57 menit, Rehan/Lisa menelan kekalahan 21-15, 15-21 dan 14-21 dari Tang/Tse di partai final Hylo Open 2023 pada akhir pekan lalu. Alhasil, mereka harus puas menjadi runner up.
Hasil tersebut pun memperpanjang rekor buruk Rehan/Lisa atas pasangan ranking 11 dunia itu. Dari lima pertemuan yang semuanya berlangsung tahun ini, yakni di babak 32 besar Japan Open, Australia Open, dan China Open 2023 serta babak 16 besar Hong Kong Open 2023, pasangan ranking 20 dunia itu selalu kalah.
Hasil Final Hylo Open 2023: Rehan/Lisa Gagal Juara usai Dikalahkan Murid Flandy Limpele
Rehan/Lisa sadar permainan mereka sudah terbaca oleh Tang/Tse sehingga mereka kesulitan menang. Sebab, Tang/Tse dilatih oleh mantan pelatih mereka ketika menjadi pemain pratama di Pelatnas PBSI, yakni Flandy Limpele.
“Mungkin bisa jadi karena faktor pelatih. Permainan kami kebaca. Walaupun Kak Flandy melatih saya sama Lisa cuma sebentar, tapi kan dia di sini juga mengamati semua kan, kelemahannya kami apa,” kata Rehan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, pada Rabu (8/11/2023).
“Kita bisa menutupi kelemahan kita sendiri tapi kan pasti lama-lama kelemahan itu juga bakal jomplang banget dibanding kelebihan. Pasti bakal diincar di situnya,” ucapnya.
Ya, Flandy memang saat ini berstatus sebagai pelatih ganda campuran Hong Kong. Dia bergabung pada akhir Februari lalu setelah melepas tugasnya sebagai pelatih ganda campuran pratama di Pelatnas PBSI.
Tang/Tse menjadi salah satu pasangan Hong Kong yang dipegang oleh legenda bulu tangkis Indonesia itu. Kelihaiannya memoles pemain pun sejauh ini terbukti mampu membantu Tang/Tse tampil stabil dan menduduki peringkat 11 dunia.
Editor: Abdul Haris