Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Biodata dan Agama Rio Waida, Satu-satunya Peselancar Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Advertisement . Scroll to see content

Terbuat dari Limbah Elektronik, Ini Wujud Medali Olimpiade Tokyo 2020

Jumat, 26 Juli 2019 - 00:07:00 WIB
Terbuat dari Limbah Elektronik, Ini Wujud Medali Olimpiade Tokyo 2020
Medali Olimpiade Tokyo 2020 yang bakal digelar 24 Juli sampa 9 Agustus tahun depan itu diperkenalkan ke publik, Rabu (24/7/2019) waktu setempat. (Foto: Laredo Morning Times)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id – Medali Olimpiade Tokyo 2020 yang bakal digelar 24 Juli sampa 9 Agustus tahun depan itu diperkenalkan ke publik, Rabu (24/7/2019) waktu setempat. Uniknya, medali yang diberi nama Tokyo 2020 Medal Project itu terbuat dari daur ulang limbah elektronik. 
 
Panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade sengaja membuat medali tersebut dari daur ulang sampah agar ramah lingkungan. Dilansir USA Today, medali tercipta dengan memanfaatkan 80.000 ton limbah elektronik yang sudah dikumpulkan sejak Februari 2017. 
 
Dari keseluruhan limbah tersebut, yang paling mendominasi yakni sampah ponsel yang mencapai enam juta unit. Sampah tersebut kini disulap menjadi sekitar 5.000 medali yang akan dibagikan kepada para atlet berprestasi di olimpiade musim panas tahun depan. 
 
“Proyek mendaur ulang elektronik merupakan bagian upaya kami untuk berkontribusi pada masyarakat yang ramah lingkungan. Kami berharap ini akan berkelanjutan dan menjadi warisan Olimpiade Tokyo 2020,” bunyi pernyataan panitia Olimpiade. 
 
Desain medali sangat mewakili budaya Jepang, dengan pita yang memperlihatkan ichimatsu moyo modern (pola kotak-kotak) dan kasane no irome (teknik pelapisan kimono). Warna Tokyo 2020 ditambahkan ke pita melalui serat poliester daur ulang yang lebih ramah-kimia CO2. 
 
Desain apik tersebut diukir pengrajin Jepang bernama Junichi Kawanishi. Dia berhak mendesain medali setelah sebelumnya lolos seleksi yang diikuti lebih dari 400 seniman tersebut.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut