Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Percaya Diri Tinggi, Rachel/Febi Siap Hadapi Wakil Jepang di Semifinal Orleans Masters 2026
Advertisement . Scroll to see content

Terhenti di Orleans Masters 2026, Raymond/Joaquin Belajar dari Kekalahan

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:15:00 WIB
Terhenti di Orleans Masters 2026, Raymond/Joaquin Belajar dari Kekalahan
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin terhenti di perempat final Orleans Masters 2026. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal melaju ke semifinal Orleans Masters 2026 setelah kalah dalam laga ketat di perempat final.

Pasangan muda Indonesia itu harus mengakui keunggulan wakil Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjæer, lewat pertandingan tiga gim dengan skor 18-21, 21-12, dan 14-21. Duel berlangsung di Palais Des Sports, Orleans, Prancis, Jumat (20/3/2026).

Kekalahan ini langsung menjadi bahan evaluasi bagi Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Mereka menilai ada sejumlah aspek penting yang perlu diperbaiki, terutama saat memasuki gim penentuan.

Raymond Indra mengaku kecewa dengan hasil tersebut, namun dia tetap bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa kendala cedera. Dia menilai timnya kehilangan kontrol pada momen krusial.

Dia menyoroti awal gim ketiga sebagai titik balik kekalahan. Menurut dia, permainan menjadi terburu-buru dan tidak setenang saat memenangi gim kedua.

“Kunci di awal gim ketiga, kami terlalu terburu-buru dan tidak tenang. Tidak seperti di gim kedua. Ini jadi evaluasi kami ke depan untuk menjaga fokus saat rubber game,” ujar Raymond.

Evaluasi Adaptasi dan Kontrol Emosi

Raymond juga mengungkap tantangan berat selama menjalani tur Eropa 2026. Jadwal padat membuat dia dan pasangannya harus cepat beradaptasi dengan berbagai kondisi pertandingan.

Dia menyebut perbedaan karakter shuttlecock menjadi kendala utama. Kondisi di Orleans dinilai berbeda dibanding turnamen sebelumnya seperti All England dan Swiss Open, sehingga memengaruhi permainan mereka.

“Dalam tiga turnamen ini, kami harus cepat beradaptasi dengan perubahan situasi lapangan. Kami belum maksimal menyesuaikan diri, terutama dengan kondisi shuttlecock yang berbeda,” kata dia.

Sementara itu, Nikolaus Joaquin menekankan pentingnya kontrol emosi dalam pertandingan. Dia menilai aspek mental menjadi faktor krusial, terutama saat menghadapi tekanan di laga penentuan.

Menurut dia, menjaga ketenangan pikiran akan membantu menjalankan strategi dengan lebih baik. Hal ini menjadi fokus utama untuk peningkatan performa ke depan.

“Kami harus belajar mengontrol emosi. Tur Eropa dengan tiga turnamen ini tidak mudah, terutama dalam menjaga fokus pikiran. Ini harus kami perkuat,” ujar dia.

Hasil di Orleans Masters 2026 menambah pengalaman bagi pasangan muda Indonesia tersebut. Mereka menargetkan perbaikan di aspek teknis dan mental agar tampil lebih konsisten di turnamen berikutnya.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut