Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fajar/Fikri Tersingkir di BAC 2026, Akui Banyak Kesalahan Sendiri
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Ini Penyebab Fadia/Tiwi Tersingkir di Semifinal BAC 2026

Minggu, 12 April 2026 - 18:00:00 WIB
Terungkap! Ini Penyebab Fadia/Tiwi Tersingkir di Semifinal BAC 2026
Fadia/Tiwi gagal ke final BAC 2026 usai kalah dari pasangan China dan mengakui masalah konsistensi jadi penyebab utama.. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

NINGBO, iNews.id - Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi gagal melaju ke final Badminton Asia Championships 2026 usai kalah telak dari pasangan China di semifinal.

Ganda putri Indonesia tersebut harus mengakui keunggulan Liu Sheng Shu/Tan Ning dengan skor 10-21, 12-21 dalam pertandingan yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, China.

Hasil ini menutup langkah Fadia/Tiwi di turnamen level Asia tersebut. Kekalahan dua gim langsung memperlihatkan dominasi pasangan tuan rumah sepanjang laga.

Siti Fadia Silva Ramadhanti mengungkapkan masalah utama yang dihadapi dalam pertandingan tersebut. Dia menilai inkonsistensi permainan menjadi faktor krusial kegagalan mereka.

"Di awal kami sempat sudah pegang cara mainnya tapi kami tidak konsisten, terus-menerus melakukan kesalahan sendiri," kata Siti dalam keterangannya.

Evaluasi Besar Usai Kegagalan

Dia mengakui performa yang naik turun menjadi ujian tersendiri saat menghadapi pasangan dengan permainan solid. Kondisi itu membuat mereka kesulitan mempertahankan ritme permainan.

Menurut dia, hasil ini tetap memberikan pelajaran penting. Dia dan pasangannya melihat ada perkembangan dari turnamen ke turnamen meski belum mencapai target final.

"Kami merasa setiap turnamen kami ada progress permainan hasil dari evaluasi sebelumnya. Bersyukur di sini bisa sampai ke semifinal tapi kami mau lebih lagi, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki," katanya.

Sementara itu, Amallia Cahaya Pratiwi menilai lawan tampil jauh lebih siap dan konsisten sepanjang pertandingan. Hal itu membuat mereka tidak bisa mengembangkan permainan terbaik.

"Mereka sangat konsisten dari awal sampai akhir, sudah sangat siap mau main seperti apa. Polanya benar-benar sudah terbentuk sementara kami mainnya ragu-ragu jadi kurang berani. Mereka lebih nekat hari ini daripada kami," katanya

Dia menambahkan, variasi permainan masih perlu ditingkatkan untuk menghadapi lawan dengan karakter berbeda di level atas.

"Kami harus lebih mengasah lagi permainan-permainan kami untuk siap menghadapi pasangan berbeda yang punya pola permainan yang berbeda-beda juga," sambungnya.

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Fadia/Tiwi. Mereka dituntut meningkatkan konsistensi dan keberanian agar mampu bersaing lebih jauh di turnamen berikutnya.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut