Tibo Monabesa, Mantan Sopir Angkot yang Jadi Juara Dunia
KUPANG, iNews.id – Pernah jadi sopir angkot, Tibo Monabesa juara dunia baru tinju setelah selama 12 ronde bekerja keras mengalahkan lawannya asal Australia Omari Kimweri.
"Tibo...Tibo..Tibo.." suara teriakan para pendukung petinju Indonesia Tibo bergemuruh di dalam gelanggang olahraga (GOR) Oepoi Kota Kupang, Minggu (7/7) malam.
Hasilnya, pria kelahiran 10 Juni 1990 di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur itu menjadi juara dunia baru setelah selama 12 ronde dirinya bekerja keras melawan lawannya asal Australia Omari Kimweri.
Dia berhasil merebut gelar juara dunia tinju dunia kelas terbang versi International Boxing Organization (IBO).
Pria berjuluk "II Duce" itu bahkan menorehkan sejarah baru dalam olahraga tinju bagi Indonesia setelah dalam beberapa tahun terakhir Indonesia puasa akan gelar juara dunia tinju, setelah, Chris John.
Bahkan bagi NTT, Tibo Monabesa merupakan putra NTT pertama yang berhasil membawa nama NTT ke kancah dunia internasional.
Dalam laga 12 ronde yang disaksikan langsung Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Gubernur NTT Viktor B Laiskodat, legendaris tinju Indonesia Ellyas Pical dan Chris John, Tibo dinyatakan menang telak.
Tiga hakim yang memantau laga tersebut memberikan angka kemenangan masing-masing hakim Jerrold Tomeldan memberi nilai 114-113, hakim Kriangsak Thonghong 116-111 dan hakim Cherdchai Srirat 118-110.
Dengan kemenangan ini, pria dengan nama lahir Tibertius Monabesa itu berhasil mempertajam rekor bertandingnya menjadi 19 kali menang, 1 kali kalah dan dua kali imbang (8 KO).
Tibo yang dididik di Sasana Armin Tan Boxing itu mengatakan untuk mengalahkan lawannya pelatihnya Armin Tan memberikan program-program yang cukup memberikan hasil.
"Dua bulan saya mempersiapkan diri untuk bisa mengalahkan lawan saya," tutur Tibo yang memulai karier profesionalnya di dunia tinju pada tahun 2012 pada usai 23 tahun itu.
Pelatih Tibo, Armin Tan mengaku dirinyalah yang pertama kali menemukan Tibo saat sang petinju masih berprofesi sebagai seorang sopir angkot.
"Saat itu dia masih menjadi seorang sopir angkot di Jakarta. Dan, saya bilang ke dia, saya akan menjadikan kamu juara dunia. Dan semalam terbukti," ujar Armin.
Dia pun mengklaim dirinya sebagai pelatih pertama di Indonesia yang berhasil menciptakan juara dunia baru hanya dalam waktu melatih selama tiga tahun.
Keberhasilan Tibo membuat sejumlah pejabat negara yang menyaksikan memberikan apresiasi. Salah satunya adalah Menpora Imam Nahrawi.
"Selamat buat Tibo. Dia menorehkan sejarah baru bagi Indonesia," kata Imam Nahrawi.
Bahkan di dalam akun "instagram" miliknya Menpora menuliskan "Alhamdullilah.. lahir juara dunia tinju baru dari Kupang.
Kelahiran juara dunia baru asal NTT itu diharapkan kelak bisa memunculkan petinju-petinju baru dari provinsi berbasis kepulauan itu untuk bisa menjadi petinju profesional.
Legendaris tinju Indonesia Chris John melalui yayasannya mengaku sudah berbicara dengan Gubernur NTT untuk kelak bisa membina para petinju amatir di NTT, untuk kelak bisa menjadi petinju profesional.
"Saya sudah berbicara dengan gubernur. Selain akan membuka sasana, saya juga berniat membina petinju dari NTT agar kelak bisa dibina menjadi petinju profesional," tutur dia.
Menurut dia, NTT akan menciptakan petinju-petinju hebat kelas dunia, jika dibina dengan baik. Hal tersebut terbukti dengan lahirnya juara dunia baru dari NTT, Tibo Monabesa yang berhasil mengalahkan petinju Australia, Omari Kimweri dalam perebutan gelar juara dunia IBO.
Profil Tibo Monabesa
Berdasarkan data yang diimput dari website resmi "Boxrec.com" Tibo menjalani enam tahun kariernya sebagai tinju profesional dan tak pernah terkalahkan.
Dia mempunyai prestasi yang luar biasa, karena dari 20 kali laga tinju yang dijalaninya, hanya satu kali dia menelan kekalahan, dua kali imbang dan 19 kali menang.
Prestasi Tibo menanjak setelah mengalahkan Benigno Nino di laga debutnya.Setelah itu prestasinya terus menanjak.
Dia sempat kalah TKO satu kali saat melawan petinju Jepang, Hiroto Kyogucho, pada 25 September 2018.
Beberapa prestasi lainnya adalah berhasil mengoleksi gelar kelas terbang nasional Boxing Assosiation (ATI/IBA) dan World Boxing Council (WBC) International.
Editor: Abdul Haris