Tim Bulu Tangkis Malaysia Belum Umumkan Skuad SEA Games 2025, Tunggu Manuver Indonesia dan Thailand
KUALA LUMPUR, iNews.id – Direktur Kepelatihan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Rexy Mainaky, menegaskan pihaknya belum akan mengumumkan skuad final untuk SEA Games 2025. Menurutnya, Malaysia ingin terlebih dahulu melihat komposisi kekuatan dari dua rival utama, yakni Thailand dan Indonesia.
SEA Games 2025 dijadwalkan berlangsung di Thailand pada 9–20 Desember mendatang. Ajang multi-event terbesar di Asia Tenggara itu selalu menjadi panggung gengsi, termasuk bagi cabang olahraga bulu tangkis yang kerap melahirkan duel sengit antar negara besar.
Rexy menjelaskan Malaysia sebenarnya sudah memiliki daftar pemain yang diproyeksikan tampil di ajang tersebut. Namun, keputusan akhir mengenai skuad baru akan diumumkan usai dirinya berdiskusi dengan jajaran pelatih kepala, baik sektor tunggal maupun ganda.
“Kami memang sudah memiliki daftar pemain yang diusulkan, tetapi saya butuh setidaknya beberapa hari lagi, mungkin sekitar satu minggu untuk memfinalisasi daftar tersebut,” kata Rexy, dikutip dari News Straits Times, Sabtu (16/8/2025).
Pebulu tangkis legendaris Indonesia itu menambahkan, pembahasan bersama Kenneth Jonassen (direktur kepelatihan tunggal) serta Herry IP (kepala pelatih ganda putra) menjadi kunci dalam menentukan komposisi akhir. Malaysia tidak ingin gegabah sebelum mengetahui peta kekuatan lawan.
“Kami masih berdiskusi dengan Kenneth Jonassen dan Herry IP,” sambungnya.
Thailand sebagai tuan rumah disebut-sebut bakal menurunkan skuad terkuatnya. Salah satu nama yang hampir pasti masuk daftar adalah juara dunia 2023, Kunlavut Vitidsarn. Situasi ini membuat Malaysia tak bisa main-main dalam menentukan komposisi pemain.
Rexy juga menyoroti kekuatan Indonesia yang kerap tampil solid di ajang SEA Games, baik dengan mengandalkan pemain muda maupun senior. Menurutnya, jika dua rival utama menurunkan kekuatan penuh, maka Malaysia harus melakukan hal serupa.
“Thailand akan mengirim skuad terkuat mereka. Besar kemungkinan Kunlavut Vitidsarn akan bermain,” ucapnya.
“Jika Indonesia dan Thailand menurunkan para pemain terbaiknya, maka kami juga harus melakukan hal yang sama jika ingin bersaing,” tegas Rexy.
Dengan demikian, Malaysia kemungkinan besar akan menurunkan kombinasi pemain senior dan muda di SEA Games 2025. Strategi ini diharapkan bisa menjaga daya saing sekaligus memberi pengalaman berharga bagi generasi penerus.
Bagi Malaysia, hasil di SEA Games 2025 sangat penting untuk menjaga reputasi mereka di kancah bulu tangkis Asia Tenggara. Apalagi, ajang ini juga menjadi batu loncatan bagi sejumlah pemain muda sebelum tampil di turnamen internasional yang lebih besar pada 2026 mendatang.
Editor: Abdul Haris