Formula 1

Tolak Perintah Tim Demi Juara, Hamilton: Untuk Apa Ambil Risiko

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Senin, 15 Juli 2019 - 09:27:00 WIB
Tolak Perintah Tim Demi Juara, Hamilton: Untuk Apa Ambil Risiko
Pembalap Mercedes-AMG Lewis Hamilton diangkat para pendukungnya setelah juara Grand Prix (GP) Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (14/7/2019) malam WIB. (Foto: Twitter @MercedesAMGF1)

LONDON, iNews.id – Pembalap tim Formula One (F1) Mercedes-AMG Lewis Hamilton tak menjalankan perintah tim demi bisa juara Grand Prix (GP) Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (14/7/2019) malam WIB. Dia mengaku tak mau mengambil risiko dan lebih memilih mengamankan peluang naik podium utama.
 
Pada balapan itu, Hamilton sebenarnya mengawali balapan dari posisi kedua, di belakang rekan satu timnya, Valtteri Bottas. Namun Hamilton bisa mengambil alih posisi terdepan saat balapan berlangsung dengan memanfaatkan strategi pit stop.  
 
Tim Mercedes sempat memerintahkan Hamilton menjalani pit stop kedua, menjelang balapan berakhir. Pasalnya, kondisi ban yang mulai tergerus dikhawatirkan bisa membuat mobil kehilangan kendali. Tetapi, Hamilton memilih untuk mengawetkan masa pakai bannya. 
 
“Untuk apa mengambil risiko? Saya punya peluang untuk mengganti ban dan tidak mau memberikan peluang untuk mekanik melakukan kesalahan. Saya bisa menyimpan usia ban dan merasa nyaman,” kata Hamilton. 
 
Pembalap berusia 34 tahun itu mengaku tidak biasanya bertindak di luar kehendak timnya. Tetapi, dia merasa keputusan tim kali ini bisa membuatnya kehilangan gelar juara. Apalagi Hamilton khawatir Bottas akan mengejar. 
 
“Jarak antara kami bisa mendekat, dan dia bisa saja mengejar. Saya jarang melawan perintah tim, tetapi rasanya kali ini akan lebih baik untuk melakukan hal itu,” ujarnya. 
 
Bagi Hamilton, itu merupakan kemenangan keenam di kampung halamannya sepanjang karier dan membuatnya kini menjadi pembalap paling sukses di Silverstone. 

Berkat kemenangan itu, Hamilton semakin kokoh di puncak klasemen dengan poin 223, unggul 39 angka dari Bottas.

Editor : Abdul Haris