Tyson Fury Anggap Deontay Wilder sebagai Petinju Paling Berbahaya
LONDON, iNews.id - Tyson Fury sudah membuktikan kehebatannya dengan mengalahkan Deontay Wilder sebanyak dua kali. Tetapi, Fury merasa Wilder sebagai salah satu petinju yang paling berbahaya.
Fury dan Wilder pertama kali bertemu pada Desember 2018 silam, namun berakhir dengan hasil imbang. Kemudian asa penguasaan gelar kelas berat WBC Wilder diakhiri secara dramatis pada Februari lalu, usai dirobohkan Fury.
“Saya ingin bertahan selama mungkin. Tidak ada yang bisa menyentuh saya. Semua sudah mengetahui betapa berbahayanya Wilder. Saya sudah berhasil mengalahkannya dan memukul KO,” kata Fury dikutip dari The Sun, Selasa (8/9/2020).
Wilder telah mengaktifkan klausul pertandingan ulang. Pertarungan trilogi melawan Fury dijadwalkan 19 Desember 2020. Namun, ada kemungkinan laga diundur ke 2021.
Tak Perlu Hadapi Dillian Whyte, Tyson Fury Sudah Ngebet Bertemu Anthony Joshua
Meski ditantang bertarung untuk ketiga kalinya, Fury justru tidak sabar. Dia merasa kemenangan atas Wilder di pertarungan selanjutnya bakal memastikan statusnya sebagai salah satu petinju terhebat.
“Wilder selalu menjadi petarung paling berbahaya, selain Wladimir Klitschko. Sementara yang lain, saya tidak terlalu khawatir. Saat ini saya berkonsentrasi menghadapi Wilder untuk ketiga kalinya,” ujarnya.
Ayah Tyson Fury Sesumbar Bisa Bikin 3 Juara Dunia Babak Belur
“Jika bisa memenangkan pertarungan itu, saya tak perlu mengkhawatirkan lainnya. Terutama jika tidak seberbahaya Deontay Wilder. Dia harus mendapatkan hormat, karena punya pukulan yang ganas,” tutur Fury.
Editor: Abdul Haris